Kapolda DIY Siapkan Patroli Skala Besar Berantas Premanisme Parkir
Polda DIY mengkaji penanganan premanisme parkir dan membuka peluang patroli skala besar dengan melibatkan TNI serta Satpol PP.
Bangunan terdampak Tol Jogja-Solo yang mulai dibongkar pada Senin (6/1/2025)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Kontraktor proyek Tol Jogja Solo, PT Adhi Karyamenyatakan ada tiga fasilitas umum (fasum) di area penggarapan Seksi 2 Paket 2.2 Trihanggo-Junction Sleman yang menunggu direlokasi. Ketiga fasum tersebut harus segera direlokasi karena terdampak pembangunan tol.
"Iya masjid dan sekolah [belum direlokasi]," jelas Humas PT Adhi Karya Proyek Tol Jogja Solo Seksi 2 Paket 2.2, Agung Murhandjanto, Agung pada Sabtu (5/4/2025).
BACA JUGA: Pilar Tol Jogja-Solo Segera Terlihat
Untuk masjid, Agung menyebut ada dua masjid yang harus direlokasi. Proses wakafnya saat ini tengah diurus.
"Iya kalau tanah yang milik pribadi tinggal dua bidang sama dua masjid saja. Itu kemarin sudah on progres untuk wakafnya, untuk proses yang masjidnya," terangnya.
"Ya dua masjid tinggal nunggu proses pembayaran aja untuk tanah penggantinya," imbuhnya.
Sementara lahan berstatus milik pribadi menyisakan dua bidang tanah yang sedang dalam proses pembebasan. Lantaran belum ditemukan ahli warisnya, pembebasan lahan akan diselesaikan lewat sistem konsiyasi di pengadilan.
"Tanah milik ada ahli waris yang belum ditemukan itu ada dua, itu juga sudah on progres jadi nanti konsiyasi di pengadilan," ungkapnya.
Sebelumnya Sekretaris Dinas Pendidikan Sleman, Sri Adi Marsanto menjelaskan ada dua sekolah di bawah kewenangan Dinas Pendidikan Sleman yang sejauh ini terdampak tol. Salah satunya merupakan SDN Nglarang di Tlogoadi yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 Trihanggo-Junction Sleman.
Saat ini Detail Engineering Design (DED) relokasi SDN Nglarang yang terdampak tol telah rampung disusun. "Penyusunan DED sudah, tapi baru sebatas itu," ujar Adi pada Kamis (27/3/2025).
Dari dokumen DED, tahapan selanjutnya yakni tahap pelaksanaan konstruksi. "Tindak lanjut untuk nanti pelaksanaan konstruksinya, mekanismenya mesti ditenderkan, itu kewenangan sana [pihak tol]," ungkapnya
Di sisi lain hingga saat ini Adi menyebut Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SDN Nglarang masih berlangsung di sekolah eksisting. Adi berpesan agar jangan sampai aktivitas proyek berdampak serius bagi kegiatan sekolah.
Saat ini Adi masih menunggu tahap lanjutan dari proses relokasi SDN Nglarang. "Kita menungggu," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polda DIY mengkaji penanganan premanisme parkir dan membuka peluang patroli skala besar dengan melibatkan TNI serta Satpol PP.
Pemerintah mengaktifkan SIZE di Jawa-Bali untuk mendeteksi dini penyakit zoonosis melalui integrasi data kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.
Iran menegaskan kendali atas Selat Hormuz, Teluk Persia, dan Teluk Oman serta memperingatkan kapal yang melintas di luar jalur yang ditetapkan.
DPRD Kota Jogja meminta anggaran 2027 memprioritaskan kebutuhan masyarakat di tengah penurunan dana transfer dari pemerintah pusat.
SKK Migas menyebut UEA akan mengirim hingga 30 juta barel minyak ke Indonesia tanpa biaya, termasuk modal kerja dan biaya kapal.
OJK membekali sekitar 500 pelajar Sekolah Rakyat dengan literasi keuangan dan keterampilan digital untuk mencegah penipuan serta mengembangkan potensi.