Bukan Mahasiswa UNY, Ini Penjelasan RSUP Dr Sardjito tentang Warga Jepang yang Dirawat di Ruang Isolasi
Seorang WNA asal Jepang dirawat di RSUP Dr Sardjito, dia datang ke RSUP Dr Sardjito pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.
Sejumlah pejabat Pemkab Gunungkidul bersalaman dengan Gubernur DIY, Sri Sultan HB X dan GKR Hemas dalam acara Halal Bihalal di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari, Kamis (20/6/2019)./Harian Jogja-Rahmat Jiwandono
Harianjogja,.com, GUNUNGKIDUL—Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, mendorong agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul lebih kreatif mengembangkan sektor pariwisata. Pasalnya, wilayah yang berada di sisi timur DIY ini mempunyai daya tarik wisata yang sangat mengagumkan seperti geopark dan kawasan pantai dengan pasir putih.
Sultan mengatakan ada dua hal yang perlu dilakukan agar sektor pariwisata di Bumi Handayani tidak tertinggal dengan kabupaten lainnya di DIY, terlebih dengan dibukanya Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulonprogo. Kedua hal yang ia maksud adalah percepatan revitalisasi tempat wisata dan membangun jaringan listrik di kawasan pesisir.
"Percepat penataan Pantai Baron perlu segera dilakukan. Selain itu jaringan listrik PLN di kawasan pesisir selatan sangat dibutuhkan guna menyediakan pasokan listrik bagi investor yang hendak membangun penginapan. Bagaimana mau bangun penginapan jika listrik tidak ada," kata Sultan seusai halal bihalal bersama Forum Komunikasi Pimpinan daerah (Forkompinda) Gunungkidul di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari, Kamis (20/6/2019).
Menurut Sultan, pembangunan pariwisata di Gunungkidul harus berbasis komunitas, sehingga pendapatan masyarakat menyebar dan terus meningkat dan pada akhirnya bisa menjadi sarana efektif untuk pengentasan kemiskinan. "Pemkab tinggal memfasilitasinya dengan mempermudah akses dan membangun konektivitas antarobjek wisata yang ada," ujarnya.
Ia mengibaratkan jika pemerintah dan masyarakat kurang kreatif, Gunungkidul pun akan seperti raksasa yang tertidur lelap dan tak akan mendapatkan apa-apa. Kreativitas sangat penting dilakukan agar kawasan pantai selatan bisa semakin ditonjolkan sehingga wisatawan tidak hanya tertarik ke Borobudur di Magelang, Jawa Tengah. "Yang harus dibangun adalah regional image dengan semboyan melihat Borobudur dari Jogja, bukan sebaliknya melihat Jogja dari Borobudur," kata Sultan.
Bupati Gunungkidul, Badingah, menegaskan pembangunan sektor pariwisata harus berhasil. Saat ini Pemkab konsisten memperbaiki infrastruktur menuju tempat wisata. "Perbaikan yang kami lakukan berupa jalan, jembatan, ketersediaan air bersih dan jaringan listrik," ucap Badingah.
Badingah mengatakan dalam waktu dekat proyek Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) yang berada di wilayah Gunungkidul bisa segera diselesaikan. Jajarannya juga membangun jalur yang melewati Jembatan Handayani di Desa Ngoro-Oro, Kecamatan Patuk, menuju wilayah Kabupaten Sleman. "Pemkab Sleman mendukung proyek perluasan jalan sehingga mempermudah akses ke Gunungkidul dan sebaliknya," ujarnya. Dalam waktu dekat pembangunan jalan yang melintasi kawasan Kecamatan Playen hingga ke Prambanan, Sleman tersebut segera dilanjutkan. "Pembebasan tanah sudah selesai, harapannya pada Agustus 2019 proyek dilanjutkan dan bisa segera terhubung dengan Kecamatan Prambanan, Sleman," kata Badingah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang WNA asal Jepang dirawat di RSUP Dr Sardjito, dia datang ke RSUP Dr Sardjito pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.
ASDP mencatat lonjakan penumpang dan kendaraan di lintas Jawa-Sumatera serta Bali selama libur panjang Kenaikan Isa Almasih 2026.
PSIM Jogja menang 2-1 atas Madura United di Bantul. Hasil ini membuat Persis Solo masih punya peluang lolos dari degradasi Liga 1.
AC Milan menang 2-1 atas Genoa pada pekan ke-37 Liga Italia 2025/26 dan naik ke posisi ketiga klasemen sementara Serie A.
Juventus kalah 0-2 dari Fiorentina dan terlempar dari empat besar klasemen Liga Italia 2025/26. Peluang ke Liga Champions makin berat.
Penjaringan siswa Sekolah Rakyat di Gunungkidul dimulai untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA bagi keluarga kurang mampu.