Pengusaha Baju Muslim di Bantul Raup Omzet Rp1 Miliar dalam Sebulan
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Foto ilustrasi. /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, BANTUL-Aparat gabungan dari Satuan Reserse Polres Bantul, Polresta Jogja, dan Polda DIY meringkus tiga tersangka bagian dari komplotan pencurian mobil lintas provinsi. Dalam setahun terakhir mereka sudah lima kali mencuri di wilayah DIY dan enam kali di beberapa wilayah di Jawa Tengah.
Ketiganya adalah Said, 40, warga Tembarak, Temanggung, Jawa Tengah, dan dua lainnya adalah warga Indramayu, Jawa Barat, yakni Ade Sofyan, 24, dan Amin Murtadlo, 31.
Dari tangan tersangka, polisi menyita dua kendaraan Toyota Innova, serta sejumlah peralatan yang digunakan untuk mencuri di antaranya bor listrik, obeng, kunci T, dan alat pengacak sinyal Global Positioning System (GPS).
Direktur Reserse Kriminal Polda DIY, Komisaris Besar Polisi, Hadi Utomo mengatakan penaangkapan ketiga tersangka berawal dari pengungkapan kasus pencurian mobil Innova di Jalan Batikan, Umbulharjo, Jogja, pada Sabtu (22/6/2019) dini hari lalu.
Saat bersamaan polisi juga tengah menyelidiki kasus pencurian Innova di wilayah Sewon dan Kasihan, Bantul yang hilang akhir Mei lalu.
Polisi kemudian melakukan pengejaran hingga wilayah Godean Sleman. Namun tersangka sempat melarikan diri dan meninggalkan mobilnya di Jalan Godean. Polisi terus mengejar hingga berhasil menangkap tersangka di wilayah Muntilan, Jawa Tengah. Hadi menyatakan ketiga tersangka cukup lihai dalam melakukan aksinya.
“Ini spesialis pencuri Innova. Sudah lima tempat kejadian perkara di wilayah DIY. Terakhir di Umbulharjo mereka membawa lari Innova dari garasi hanya dalam waktu lima menit,” Kata Hadi Utomo, dalam jumpa pers di halaman Mapolres Bantul, Selasa (25/6/2019).
Hadi mengatakan tersangka bisa membawa mobil dalam waktu 4-5 menit tanpa diketahui pemiliknya. Dari tiga tersangka, Said merupakan eksekutor. Sementara Amin dan Ade Sofyan sebagai sopir. Awalnya mereka dengan membawa mobil rental mencari sasaran mobil-mobil yang diparkir di jalan dan garasi yang terbuka, semua yang dicuri adalah mobil jenis kijang Innova.
Setelah mendapatkan sasaran, tersangka Said mematikan alarm mobil. Tidak hanya itu setelah berhasil membawa mobil, tersangka juga membawa alat yang bisa menonaktifkan GPS.
“Ini menjadi peringatan bagi masyarakat supaya selalu menambah kunci tambahan pada mobilnya yang sedang diparkir,” ujar Hadi.
Pihaknya masih terus mengembangkan kasus tersebut karena diduga masih banyak lokasi lainnya. “Selama ini mereka menjadikan DIY sebagai tempat berkoordinasi [antartersangka], sementara barang curian dijual di wilayah Magelang,” ujar Hadi.
Polisi juga masih mengejar orang yang diduga sebagai penadah mobil-mobil curian yang dilakukan oleh ketiga tersangka. Namun Hadi enggan menyebutkan nama-nama orang yang saat ini dalam pengejaran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Nyeri dada seperti ditusuk bisa menjadi tanda robekan aorta mematikan. Dokter mengingatkan penanganan cepat penting untuk mencegah kematian.
Harga emas Pegadaian hari ini naik. Emas Antam tembus Rp2,887 juta per gram, UBS Rp2,845 juta, dan Galeri24 Rp2,782 juta.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Global Sumud Flotilla menyebut seluruh kapal bantuan kemanusiaan menuju Gaza dicegat pasukan Zionis Israel di perairan internasional.
Jadwal SIM Kulonprogo Mei 2026, tersedia layanan di Mal Pelayanan Publik Kulonprogo.