DPRD Gunungkidul Siapkan Perda Reklame, Bidik Optimalisasi PAD
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
Ilustrasi./Reuters-Mike Hutchings
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul memprediksi puncak musim kemarau tahun ini terjadi pada Agustus. Pada saat puncak, 15 kecamatan diperkirakan terdampak kekeringan.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki, mengatakan jajarannya melakukan koordinasi dengan BMKG DIY terkait dengan musim kemarau. Menurut dia pada masa puncak musim kemarau jumlah wilayah terdampak kekeringan akan bertambah dan hampir menyasar ke seluruh daerah di Gunungkidul. Dari 18 kecamatan yang ada, hanya tiga kecamatan yang bebas dari krisis air bersih meliputi Wonosari, Karangmojo dan Playen. “Sisanya sebanyak 15 kecamatan berpotensi terdampak kekeringan,” kata Edy kepada wartawan, Rabu (26/6/2019).
Menurut dia, hingga saat ini sudah ada 10 kecamatan yang mulai terdampak kekeringan. Namun demikian dari jumlah tersebut baru lima kecamatan meliputi Girisubo, Tepus, Rongkop, Panggang dan Paliyan yang telah resmi mengajukan permohonan bantuan air bersih ke BPBD. Lima kecamatan lain yang terdiri dari Patuk, Purwosari, Semin, Semanu dan Gedangsari masih sebatas informasi secara lisan. “Kalau ada permintaan resmi, maka kami akan kirim bantuan. Hingga sekarang bantuan air bersih ke daerah-daerah rawan sudah berjalan,” kata Edy.
Menurut dia, untuk bantuan air bersih tahun ini BPBD mengalokasikan anggaran Rp530 juta. Rencananya bantuan air disalurkan menggunakan enam mobil tangki dan satu unit sebagai armada cadangan. Penyaluran bantuan air bersih tak hanya dilakukan BPBD. Pemerintah kecamatan juga memiliki anggaran. Selain itu, kata Edy, berdasarkan pengalaman di tahun-tahun sebelumnya pihak swasta juga banyak yang berpartisipasi dalam penyaluran. “Harapannya ada koordinasi sehingga bantuan bisa efektif dan tepat sasaran,” kata dia.
Sekretaris Camat Girisubo, Arif Yahya, mengatakan selama ini untuk mengatasi krisis air di Kecamatan Girisubo masih mengadalkan program bantuan air bersih, baik yang dilakukan kecamatan maupun BPBD. Ia berharap untuk mengatasi krisis peran dari PDAM dioptimalkan melalui perluasan penyambungan pipa sehingga instalasi dapat dirasakan secara luas. “Harapannya PDAM bisa menambah sambungan baru di wilayah Girisubo sehingga masalah air bersih bisa diatasi khususnya pada saat kemarau,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
iOS 27 beta 5 mengungkap enam iPhone baru yang belum diumumkan Apple, termasuk iPhone Ultra yang disebut sebagai ponsel lipat pertama.
Anggota DPRD DIY, Rahayu Widi Nuryani, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperkuat branding agar produk tidak hanya viral
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian kompak turun pada Kamis 13 Agustus 2026. Simak daftar harga jual dan buyback terbaru dari 0,5 gram hingga 1.00
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Minim Sampah, Berkarya di Kebun, Bahagia di Dapur