Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Ilustrasi uang. /Bisnis- Paulus Tandi Bone
Harianjogja.com, BANTUL--Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul akan memperjuangkan usulan Paguyuban Camat se-Bantul yang meminta tambahan anggaran perbaikan layanan di setiap kecamatan. Usulan tersebut akan dibahas dalam Anggaran Perubahan 2019.
Wakil Ketua Komisi A DPRD Bantul, Heru Sudibyo mengatakan usulan tambahan anggaran bagi camat itu disampaikan dalam rapat komisi, beberapa waktu lalu, agar dimasukkan dalam APBD Perubahan. Usulan yang diminta Rp30 juta untuk setiap kecamatan. Total di Bantul ada 17 kecamatan.
Rencananya anggaran Rp30 juta tersebut akan digunakan untuk memperbaiki ruang pelayanan dan halaman depan kecamatan, menambah ruang baca, dan tempat mengisi daya ponsel pengunjung. Heru mengatakan, usulan tersebut cukup bagus dan perlu diperjuangkan.
“Kami mendukung usulan itu karena demi kenyamanan warga saat mengakses pelayanan di kantor kecamatan,” kata Heru, saat ditemui di DPRD Bantul, Kamis (18/7/2019).
“Kami akan perjuangkan di APBD Perubahan,” kata dia.
Selain usulan camat, Komisi A juga akan memperjuangkan usulan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dusdukcapil) Bantul untuk mencari tempat pelayanan. Kondisi ruang pelayanan administrasi kependudukan yang terjadi di Disdukcapil saat ini terjadi penumpukan. Bahkan antrean masyarakat hingga luar kantor pelayanan sehingga kurang nyaman untuk masyarakat.
Menurut dia, pelayanan administrasi kependudukan merupakan salah satu pelayanan dasar masyarakat sehingga harus mendapat perioritas dan kenyamanan bagi masyarakat. Politikus Partai Golkar ini mendukung Disdukcapil untuk mencari lahan lain yang lebih representatif. Namun karena pengadaan lahan butuh waktu lama sehingga tidak memungkinkan dianggarkan lewat APBD Perubahan.
“Paling tidak, lewat APBD perubahan desainnya sudah bisa digarap, yang kebutuhan anggarannya tidak terlalu besar. Paling sekitar Rp40 juta untuk DED [detail desain engineering],” ucapnya.
Ketua Paguyuban Camat se-Bantul, Susanto membenarkan usulan penambahan anggaran untuk 17 kecamatan dan sudah ia sampaikan lewat komisi A DPRD Bantul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Dinkes Sleman ungkap keracunan Toragan akibat Salmonella dari makanan hajatan, seluruh pasien kini telah pulih.
Prabowo resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, soroti keadilan sosial dan nilai Pancasila dalam kasus buruh Indonesia.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
BPBD Bantul siapkan Rp20 juta untuk antisipasi El Nino. Potensi kekeringan dan kebakaran mulai dipetakan sejak dini.
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.