Tiga Buah Lokal Jogja Diajukan untuk Sertifikasi Varietas
“Tahun ini kita mau proses (sertifikasi) tiga tanaman lokal. Ada alpukat Surokarsan, pisang Morosebo dan pisang Gendruwo,”
Ilustrasi BPJS Kesehatan./Bisnis Indonesia-Nurul Hidayat
Harianjogja.com, BANTUL—Pemkab Bantul menganggarkan dana kesehatan sebesar Rp23 miliar melalui Unit Pelaksana Teknis Jaminan Kesehatan Daerah (UPT Jamkesda). Dana tersebut dianggarkan untuk membantu warga miskin di Bantul yang belum terkover Jaminan Kesehatan nasional (JKN) dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul Maya Sintowati mengatakan Jamkesda yang ada saat ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang yang berdiri sendiri sebagai penyelenggara jaminan kesehatan dan bisa menanggung langsung biaya rumah sakit. Jamkesda sekarang tetap terikat dengan sistem BPJS.
Dana yang dianggarkan dan dikelala Jamkesda akan digunakan untuk membayar premi BPJS warga miskin. “Jadi misalnya ditemukan ada warga miskin yang belum terkover BPJS, dia akan diberi premi menjadi peserta BPJS,” kata Maya, saat dihubungi Rabu (24/7/2019).
Dengan adanya Jamkesda, kata Maya tidak ada lagi kekhawatiran biaya bagi semua warga Bantul untuk mengakses kesehatan sesuai visi misi Bupati Bantul mewujudkan warga bantul yang sehat, cerdas, dan sejahtera.
Misalnya ada bayi yang baru lahir dari keluarga BPJS, kata Maya, belum tentu langsung terkover BPJS karena BPJS terbatas oleh sistem yang harus menunggu beberapa hari, maka Jamkesda bisa langsung memprosesnya. “Jamkesda lebih luwes,” kata Maya.
Anggota Komisi D Dewan Perwakilan rakyat Daerah (DPRD) Bantul, Sigit Nursyam Priyanto mengatakan Jamkesda tetap menjadi kebutuhan bagi Pemkab Bantul untuk mengakomodasi warga miskin yang belum terkover BPJS. Selain bertugas membayari premi peserta bantuan pemerintah dari APBD, DPRD juga mendorong Jamkesda menjadi lembaga pengaduan masyarakat.
Meski begitu dia juga meminta persyaratan harus dipermudah. “Tidak lagi harus memiliki kartu Jamkesda tapi cukup dengan menunjukan KTP elektronik atau kartu Keluarga,” kata Sigit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
“Tahun ini kita mau proses (sertifikasi) tiga tanaman lokal. Ada alpukat Surokarsan, pisang Morosebo dan pisang Gendruwo,”
Tumpukan sampah memenuhi DAM Winongo di Bantul usai hujan deras di hulu Sleman dan sempat menghambat irigasi sawah warga.
Tur reuni Oasis membuat kekayaan Noel dan Liam Gallagher melonjak hingga Rp7,6 triliun dan masuk daftar musisi terkaya Inggris.
Aturan terbaru PPPK mengubah skema karier ASN kontrak, mulai dari pensiun, kenaikan gaji berkala, hingga peluang jabatan tinggi.
Kunjungan wisata TNGM naik 21% sepanjang awal 2026. Kalitalang dan Plunyon jadi lokasi favorit wisatawan dan pecinta trail run.
Arsenal makin dekat juara Liga Inggris usai menang atas Burnley. Kini Manchester City wajib menang agar persaingan gelar tetap hidup.