Simulasi Bencana di Kepatihan Tingkatkan Kesiapsiagaan Penyelamatan
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Peserta bersiap start Fun Bike HUT SMKN 2 Jogja, Sabtu (27/7/2019)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA- Ribuan siswa, guru, karyawan dan alumni SMKN 2 Jogja meramaikan kawasan Jalan AM Sangaji Jogja dengan sepeda. Mereka adalah peserta Fun Bike dan Senam Masal bertajuk Jetistimewa. Acara ini digelar untuk memperingati HUT ke-70 SMKN 2 Jogja serta satu abad Princess Juliana School, Sabtu (27/7/2019).
Kepala SMKN 2 Jogja, Dodot Yuliantoro, mengatakan SMKN 2 Jogja sebelum diambilalih oleh pemerintah Indonesia, dahulunya merupakan sekolah Belanda setingkat SMA bernama Princess Juliana School (PJS) yang berdiri pada 1919. "Sehingga sekarang usianya sudah memasuki satu abad," ujarnya.
PJS merupakan sekolah Belanda dan muridnya pun didominasi warga Belanda. Berdasarkan penelusuran Dodot, hanya ditemukan satu ijazah murid pribumi pada 1922 dengan jurusan Ahli Bangunan Air yang ditulis dalam bahasa Belanda.
PJS baru diambilalih oleh pemerintah Indonesia pada 19 Agustus 1949 dan diganti namanya menjadi STM Jetis 1. Lalu pada 1980 namanya berganti STM 1 Jogja. "Tanggal pendirian PJS tidak kami temukan, maka kami pakai yang 1949," katanya.
Adapun kegiatan dalam peringatan HUT ini meliputi wisuda pada 13 Mei lalu, open house untuk siswa SMP, tur di sejumlah bengkel pada 24-26 Juni, fun bike dan senam massal pada Sabtu, kemudian gala dinner alumni pada Minggu (28/7/2019).
Adapula sarasehan dan seminar nasional bertema Membangun Generasi Muda yang Njawani pada 14-15 Agustus mendatang. Puncak acara akan digelar dengan kenduri budaya dan ditutup wayang kulit oleh dayang cilik pada 19 Agustus mendatang. "Dengan orator KRT Heryudono, yang akan mengundang lintas agama," kata dia.
Dalam usia yang telah seabad ini, Dodot berharap para murid bisa menjadi generasi profesional namun tetap menjaga nilai-nilai budaya Jawa. Hal ini kata dia telah diupayakan sekolah dengan menerapkan sistem belajar berbasis budaya. "Dengan menyelipkan nilai-nilai budaya pada pengajaran yang diberikan guru," ungkapnya.
Salah satu peserta fun bike, Luthfi Fajar, Jurusan Audio Video kelas X, menyambut positif kegiatan ini. "Semoga SMKN 2 Jogja ke depan semakin maju dan sukses," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.
Tiga calon Sekda Sleman sudah dikantongi Bupati. Tinggal tunggu restu Sri Sultan sebelum pelantikan.
Film Indonesia berlatar Jogja raih penghargaan di Cannes 2026. Kisah identitas ‘Yanto’ memikat penonton dunia.
Pantai Glagah jadi motor lonjakan PAD pariwisata Kulonprogo 2026. Kunjungan wisatawan ikut meningkat tajam.
UPN Jogja nonaktifkan dosen terduga pelaku kekerasan seksual. Kasus ditangani Satgas, korban dilindungi.