Gunungkidul Bidik Nilai A SAKIP, Bupati Dorong Reformasi Birokrasi
Pemkab Gunungkidul menargetkan predikat A pada SAKIP 2026 setelah tahun lalu meraih BB. Reformasi birokrasi dan kinerja nyata menjadi fokus.
Macan dahan/YouTube
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Warga Dusun Ploso, Desa Sumberwungu, Kecamatan Tepus, dihebohkan kemunculan macan di sekitar bukit yang tak jauh dari perkampungan. Kemunculan predator ini diduga terkait dengan musim kemarau, di mana banyak sumber air yang kering.
Salah seorang warga Dusun Ploso, Sulis, mengatakan dirinya belum melihat penampakan macan secara langsung. Namun di wilayahnya sudah banyak yang melihat penampakan satwa dilindungi tersebut. “Sudah banyak yang melihat dan kabar ini sudah menyebar luas di tengah masyarakat,” katanya kepada wartawan, Rabu (31/7/2019).
Menurut Sulis, penampakan hewan buas itu memunculkan rasa kekhawatiran. Meski demikian, warga yang bertemu memilih menghindar. “Biasanya terlihat saat sore hingga malam hari. Meski berkeliaran, kami tidak ingin memburunya,” katanya.
Berdasarkan cerita, kemunculan harimau dikarenakan keringnya sejumlah sumber air. Oleh karena itu, warga menyiapkan ember berisi air di halaman rumah. “Ini untuk antisipasi. Kami bersyukur meski ada kabar kemunculan macan, tapi hingga sekarang kondisi kampung masih aman,” tutur dia.
Hal senada diungkapkan oleh Noto, warga lain di Dusun Ploso. Menurut dia, selama ini macan bersembunyi di gua-gua yang ada di perbukitan yang tak jauh dari permukiman. “Lokasinya tidak jauh dari pabrik batu. Di sana ada sebuah bukit yang banyak guanya dan dipercaya menjadi tempat persembunyian macan,” kata Noto.
Menurut dia, kabar kemunculan macan ini bukan hal baru dan sudah berlangsung sejak lama. Berdasarkan penuturan warga yang pernah melihat, macan yang muncul tak terlalu besar. “Saya belum melihatnya secara langsung, tapi kabarnya berkeliaran di sekitar bukit,” tuturnya.
Noto menambahkan, meski ada kabar kemunculan macan, warga tetap beraktivitas seperti pergi ke ladang yang lokasinya tidak jauh dari bukit yang dipercaya sebagai tempat persembunyian macan.
Perangkat Desa Sumberwungu, Suyut, mengatakan warga Ploso mempercayai ada sarang tempat persembunyian macan di sekitar permukiman. Kabar ini sudah berlangsung lama dan masyarakat tidak terpengaruh dengan isu ini. “Warga tetap beraktivitas seperti biasa,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menargetkan predikat A pada SAKIP 2026 setelah tahun lalu meraih BB. Reformasi birokrasi dan kinerja nyata menjadi fokus.
Kunjungi Kontingen Sleman di Jamnas XII, Bupati Sleman Harap Peserta Mendulang Ilmu dan Pengalaman
Stunting pada anak masih dapat dioptimalkan jika ditemukan dan ditangani sedini mungkin. Dokter gizi menjelaskan tanda dan langkah penanganannya.
361 siswa di Karo diduga keracunan usai menyantap MBG. Satu siswa dirawat intensif di RSU Haji Medan karena mengalami penurunan kesadaran.
Polisi mengamankan pria yang diduga berkaitan dengan pelemparan benda diduga molotov di dua Pos Lantas Surabaya. Kota dipastikan kondusif.
RSUP Dr. Sardjito, UGM, dan PERKI Cabang Jogja menggelar deteksi dini penyakit jantung di Gunungkidul untuk menemukan faktor risiko warga.