Makam Kyai Langgeng Direvitalisasi, Magelang Kembangkan Wisata Religi
Pemkot Magelang memulai revitalisasi Makam Kyai Langgeng untuk melestarikan sejarah sekaligus mengembangkan wisata religi di Kota Magelang.
Direktur UPBJJ-UT Yogyakarta Anto Hidayat beserta rombongan saat berkunjung ke Harian Jogja, Kamis (1/8/2019). /Harian Jogja-Nina Atmasari.
Harianjogja.com, JOGJA-- Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) -Universitas Terbuka (UT) Yogyakarta terus berupaya mengikuti perkembangan teknologi guna mendukung proses belajar mahasiswanya.
Direktur UPBJJ-UT Yogyakarta Anto Hidayat mengungkapkan sejak berdiri pada 1984, UT terus mengembangkan proses belajar jarak jauh mengikuti perkembangan teknologi. Di awal, proses belajar dilakukan melalui korespondensi, beralih ke telepon, televisi, multimedia, kini lebih interaktif melalui media internet.
"Ke depan adalah era digital dengan teknologi yang terus berkembang. ini menjadi tantangan kami untuk mengadopsi teknologi guna mendukung proses belajar," jelasnya, ketika berkunjung ke Harian Jogja, Kamis (1/8/2019).
Kunjungan itu juga diikuti Manajer Bantuan belajar dan Layanan Bahan Ajar, Musiran, Manajer Keuangan dan Umum, Yadi Apriyadi dan Dosen FISIP, Suyatno. Mereka diterima oleh Redaktur Pelaksana Harian Jogja, Nugroho Nurcahyo.
Anto menyebutkan saat ini UPBJJ-UT Yogyakarta memiliki sekitar 8.000 mahasiswa. Jumlah itu bertambah rata-rata 1.500 mahasiswa baru di setiap semester. Penerimaan mahasiswa baru dilakukan dua kali setiap tahun.
Ia menjelaskan, UPBJJ-UT Yogyakarta terus memberikan layanan pendidikan tinggi pada masyarakat melalui sistem pendidikan jarak jauh. Tidak seperti perguruan tinggi reguler yang membatasi tahun angkatan lulus calon mahasiswa, UPBJJ-UT Yogyakarta terbuka untuk lulusan SLTA sederajat tanpa batasan tahun kelulusan dan tanpa batasan usia.
Tujuan UPBJJ-UT Yogyakarta, lanjutnya, adalah menjaga dan memfasilitasi proses belajar masyarakat. Mereka menyadari bahwa proses belajar tidak perlu dibatasi. Apalagi berdasarkan data Kemenristekdikti bahwa saat ini baru 34% warga berusia 19-24 tahun di Indonesia yang berpendidikan strata 1.
"Kami ingin mendukung Kemenristekdikti guna mencapai target warga berusia 19-24 tahun di Indonesia yang berpendidikan strata 1 bisa mencapai 50%," jelas Anto.
Atas dasar itulah, pihaknya terus membuka kerjasama dengan berbagai pihak guna menyebarluaskan informasi tentang akses pendidikan jarak jauh di UPBJJ-UT Yogyakarta ini.
Menanggapi pemaparan tersebut, Nugroho Nurcahyo mengungkapkan Harian Jogja juga ikut mendukung upaya Pemerintah untuk memajukan bidang pendidikan. Bentuk dukungan tersebut di antaranya dengan membuka ruang untuk pemaparan ide dan gagasan warga di rubrik opini. "Kami juga bisa memberikan pembelajaran secara langsung melalui program pendidikan jurnalistik," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Magelang memulai revitalisasi Makam Kyai Langgeng untuk melestarikan sejarah sekaligus mengembangkan wisata religi di Kota Magelang.
Iran menyatakan Selat Hormuz belum akan dibuka sebelum AS menghentikan ancaman, operasi militer, sanksi, dan blokade laut.
Komisi B DPRD Kota Jogja Soroti Penurunan Pendapatan Taman Budaya, Target 2027 Diminta Realistis
Peta kuno karya MD Roy tahun 1695 mengungkap nama Terboyo telah tercatat sebelum era Bupati Suryadi Menggolo V.
BPBD Banjarnegara telah menyalurkan 3,19 juta liter air bersih untuk 18.172 jiwa terdampak kekeringan di 21 desa dan enam kelurahan.
Pemkab Grobogan bersama Bank Jateng memperluas e-retribusi dari satu pasar menjadi tujuh pasar untuk meningkatkan transparansi dan PAD.