Drag Bike Sleman 2026 Jadi Magnet Sport Tourism, Catat Tanggalnya
Drag Bike Sleman 15 Agustus 2026 di Minggir jadi magnet sport tourism, dorong UMKM dan kampanye stop balap liar.
Sejumlah truk pengangkut air bersih mulai bertolak dari kantor BPBD Gunungkidul menuju wilayah kekeringan untuk lakukan dropping air bersih, Wonosari, Senin (4/6/2018)./Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, JOGJA- Gunungkidul menjadi wilayah paling tinggi menerima pasokan air bersih dari BPBD DIY.
Hingga Minggu (2/8/2019) tercatat sebanyak 5,57 juta liter air bersih didistribusikan ke 10 kecamatan di Gunungkidul. Adapun penyaluran air bersih ke wilayah Bantul tercatat 785.000 liter ke tiga kecamatan sementara untuk wilayah Kulonprogo sebanyak 215.000 liter untuk empat kecamatan.
Kepala Pelaksana BPBD DIY Biwara Yuswantara menjelaskan di beberapa wilayah ada kecenderungan kenaikan permintaan air bersih. "Tingginya permintaan air disebabkan wilayah terdampak kekeringan semakin meluas," katanya, Senin (5/8/2019).
BPBD mencatat kecamatan yang membutuhkan suplai air paling banyak berada di Kecamatan Girisubo, Gunungkidul. Di kecamatan ini lebih dari 350 tangki air sudah dikirim ke lokasi. Kenaikan permintaan air bersih juga terjadi di Kecamatan Rongkop di mana sekitar 200 tangki air sudah terdistribusikan.
"Untuk Kabupaten Bantul, sebelumnya ada dua kecamatan yang mengajukan dropping air sekarang tambah satu kecamatan. Begitu juga di Kulonprogo, tambah satu kecamatan," katanya.
Meskipun terjadi peningkatan wilayah kekeringan dan permintaan air bersih, lanjut Biwara, bantuan air bersih yang didistribusikan masih ditangani oleh pemerintah daerah setempat.
Jika ada kelompok masyarakat yang akan memberikan bantuan air bersih kepada warga terdampak, dia menganjurkan agar berkoordinasi dengan BPBD. "Ini perlu agar distribusi air bisa merata," katanya.
Selama tidak ada solusi jangka panjang, kata Biwara, maka proses pendistribusian air bersih selama terjadi kekeringan akan tetap dilakukan. Dia berharap warga di wilayah kekeringan benar-benar bisa memanfaatkan air bersih dengan baik dan berhemat.
"Ya selama tidak ada solusi jangka panjang tetap akan seperti ini, solusi jangka pendek [distribusi air]. Penanganannya butuh solusi jangka panjang," katanya.
Dhony Kristanto, Ketua FK Tagana DIY mengatakan Tagana DIY menyiapkan setidaknya 750 tangki air bersih yang dialokasikan dari APBD DIY. Selama Juli 2019, katanya, Tagana sudah mendistribusikan sebanyak 350 titik.
Selama Agustus ini, lanjutnya, Dinsos DIY menyiapakan 400 tangki. "Ini belum termasuk dari bantuan CSR sekitar 200 tangki. Insyaallah, selama Agustus ini pasokan air bersih masih aman," kata Dhony.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Drag Bike Sleman 15 Agustus 2026 di Minggir jadi magnet sport tourism, dorong UMKM dan kampanye stop balap liar.
Prediksi PSG vs Aston Villa di Piala Super Eropa 2026, lengkap dengan head to head, susunan pemain, dan peluang kedua tim.
Transformasi TelkomGroup Mulai Tunjukkan Hasil, InfraNexia Catat Kinerja Positif Perkuat Infrastruktur Digital Nasional
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta dugaan penistaan agama di festival musik Ancol diproses hukum.
Program beasiswa santri dan pengasuh pondok pesantren tahun 2026 yang digulirkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, membuka peluang dan harapan
Produksi perikanan budi daya Gunungkidul mencapai 7.119 ton hingga Juni 2026. Lele mendominasi dengan produksi lebih dari 6.168 ton.