Astrid Widayani Raih Penghargaan Darma Bakti di Hari Pramuka ke-65
Astrid Widayani menerima Penghargaan Darma Bakti pada Hari Pramuka ke-65. Kwarcab Surakarta juga meraih Juara II Pembina Gudep Penegak Berprestasi.
Sejumlah truk pengangkut air bersih mulai bertolak dari kantor BPBD Gunungkidul menuju wilayah kekeringan untuk lakukan dropping air bersih, Wonosari, Senin (4/6/2018)./Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, JOGJA- Gunungkidul menjadi wilayah paling tinggi menerima pasokan air bersih dari BPBD DIY.
Hingga Minggu (2/8/2019) tercatat sebanyak 5,57 juta liter air bersih didistribusikan ke 10 kecamatan di Gunungkidul. Adapun penyaluran air bersih ke wilayah Bantul tercatat 785.000 liter ke tiga kecamatan sementara untuk wilayah Kulonprogo sebanyak 215.000 liter untuk empat kecamatan.
Kepala Pelaksana BPBD DIY Biwara Yuswantara menjelaskan di beberapa wilayah ada kecenderungan kenaikan permintaan air bersih. "Tingginya permintaan air disebabkan wilayah terdampak kekeringan semakin meluas," katanya, Senin (5/8/2019).
BPBD mencatat kecamatan yang membutuhkan suplai air paling banyak berada di Kecamatan Girisubo, Gunungkidul. Di kecamatan ini lebih dari 350 tangki air sudah dikirim ke lokasi. Kenaikan permintaan air bersih juga terjadi di Kecamatan Rongkop di mana sekitar 200 tangki air sudah terdistribusikan.
"Untuk Kabupaten Bantul, sebelumnya ada dua kecamatan yang mengajukan dropping air sekarang tambah satu kecamatan. Begitu juga di Kulonprogo, tambah satu kecamatan," katanya.
Meskipun terjadi peningkatan wilayah kekeringan dan permintaan air bersih, lanjut Biwara, bantuan air bersih yang didistribusikan masih ditangani oleh pemerintah daerah setempat.
Jika ada kelompok masyarakat yang akan memberikan bantuan air bersih kepada warga terdampak, dia menganjurkan agar berkoordinasi dengan BPBD. "Ini perlu agar distribusi air bisa merata," katanya.
Selama tidak ada solusi jangka panjang, kata Biwara, maka proses pendistribusian air bersih selama terjadi kekeringan akan tetap dilakukan. Dia berharap warga di wilayah kekeringan benar-benar bisa memanfaatkan air bersih dengan baik dan berhemat.
"Ya selama tidak ada solusi jangka panjang tetap akan seperti ini, solusi jangka pendek [distribusi air]. Penanganannya butuh solusi jangka panjang," katanya.
Dhony Kristanto, Ketua FK Tagana DIY mengatakan Tagana DIY menyiapkan setidaknya 750 tangki air bersih yang dialokasikan dari APBD DIY. Selama Juli 2019, katanya, Tagana sudah mendistribusikan sebanyak 350 titik.
Selama Agustus ini, lanjutnya, Dinsos DIY menyiapakan 400 tangki. "Ini belum termasuk dari bantuan CSR sekitar 200 tangki. Insyaallah, selama Agustus ini pasokan air bersih masih aman," kata Dhony.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Astrid Widayani menerima Penghargaan Darma Bakti pada Hari Pramuka ke-65. Kwarcab Surakarta juga meraih Juara II Pembina Gudep Penegak Berprestasi.
Geely menargetkan penjualan 50-60 unit per bulan di DIY meski ekonomi lesu. Dealer baru dibuka di Jl. Magelang KM 9,5.
PSS Sleman kebobolan tujuh gol dari tiga laga Super League. Pieter Huistra mengakui catatan itu terlalu banyak dan harus diperbaiki.
Menkes Budi Gunadi Sadikin membahas kondisi keuangan BPJS Kesehatan, suntikan Rp20 triliun, hingga kualitas layanan rumah sakit.
Polisi membekuk Gembel, spesialis pencuri pompa sumur bor yang terungkap beraksi di 19 TKP di Gunungkidul dan Bantul.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.