Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Ilustrasi DPRD
Harianjogja.com, BANTUL—Sebanyak empat partai politik di Bantul akan bergabung untuk membentuk satu fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul. Keempat partai tersebut adalah Partai Demokrat, Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Bulan Bintang (PBB).
Keempat partai politik itu membentuk fraksi gabungan lantaran tidak memenuhi syarat membentuk fraksi sendiri. Syarat membentuk fraksi sendiri minimal harus memiliki keterwakilan di DPRD sebanyak empat kursi. Sementara PPP hanya dua kursi; Demokrat dua kursi; serta Nasdem dan PBB masing-masing satu kursi.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Demokrat Bantul, Nur Rohmat mengatakan secara resmi Demokrat memang belum memutuskan bergabung dengan partai mana saja dalam membentuk koalisi. Namun dia tidak menampik kemungkinan terbesar adalah bergabung dengan partai-partai yang senasib atau tidak bisa membentuk fraksi sendiri.
Demokrat, kata dia, mengharapkan adanya fraksi partai yang tidak bisa membentuk fraksi sendiri. "Idealnya yang kecil-kecil jadi satu fraksi gabungan. Kan sama butuhnya minimal harus empat kursi," kata Nur Rohmat, saat dihubungi Selasa (20/9/2019). "Tinggal menentukan ketuanya siapa dan sekretarisnya siapa ini masih tahap lobi-lobi."
Nur Rohmat mengatakan Demokrat dan partai yang senasib lebih menguntungkan membentuk fraksi gabungan sendiri ketimbang harus bergabung dengan partai besar yang sudah memiliki fraksi. Ia mencontohkan fraksi gabungan partai-partai yang memiliki kursi sedikit bisa tetap leluasa karena bisa menentukan arah kebijakan fraksi serta mendapat hak-haknya, salah satunya tenaga ahli fraksi.
"Partai besar tanpa melibatkan kami dalam pengambilan keputusan tetap bisa. Kalau gabungan [partai kecil] kan tetap bisa terlibat," ujar Nur Rohmat.
Senada, Ketua DPC PPP Bantul, Hasyim Turmudzi juga mengatakan PPP kemungkinan membentuk fraksi dengan partai-partai yang sama-sama sedikit suaranya. "Bisa dengan Demokrat atau yang dapat kursi sedikit [Nasdem dan PBB]," kata Hasyim.
Ketua DPC Nasdem Bantul, Bibit Rustamta mengatakan partainya masih menjalin komunikasi untuk membentuk frakai gabungan. Ia mengatakan Nasdem paling memungkinkan berbangun dengan PPP, PBB, dan Demokrat untuk membentuk fraksi.
Saat ini fraksi di DPRD Bantul belum terbentuk sejak anggota Dewan resmi dilantik pada 13 Agustus lalu. Ketua Sementara DPRD Bantul, Hanung Raharjo, mengatakan pembentukan fraksi kemungkinan dilakukan pada September mendatang.
Lembaganya akan mengirim surat kepada semua partai politik yang memiliki keterwakilan di Dewan untuk mengirimkan nama-nama yang akan duduk di fraksi untuk ditetapkan dalam rapat paripurna.
Sejauh ini partai yang sudah dapat membentuk fraksi sendiri sebanyak enam partai, yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Golkar, Partai Gerindra, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Jika PPP, Nasdem, Demokrat, dan PBB bergabung maka total fraksi di DPRD Bantul nantinya ada tujuh. Dengan begitu, jumlah fraksi di DPRD Bantul untuk lima tahun ke depan berkurang ketimbang periode sebelumnya yang mencapai delapan fraksi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Akses parkir bus Abu Bakar Ali II Jogja diatur satu arah. Bus wisata wajib memutar lewat Stadion Kridosono menuju Malioboro.
Presiden Prabowo menyebut sejumlah negara kini meminta membeli beras dari Indonesia di tengah ancaman krisis pangan global.
Pendaki asal Riau patah tulang saat mendaki Gunung Rinjani. Tim TNGR dan EMHC lakukan evakuasi di jalur Pelawangan Sembalun.
DPP Gunungkidul menyiapkan strategi antisipasi gagal panen saat musim kemarau dengan percepatan tanam dan benih padi umur pendek
OJK menargetkan satu Bank Umum Syariah baru hasil spin-off terbentuk pada 2026 untuk memperkuat industri perbankan syariah nasional.