Bus Sekolah Gunungkidul Kembali Normal, Ada Tambahan Rp270 Juta
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Sri Sultan hamengku Buwono X-Gubernur DI.Yogyakarta. /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Gubernur DIY, Sri Sultan HB X berharap kasus operasi tangkap tangan (OTT) KPK di wilayah DIY pada Senin (19/8/2019) malam tidak terulang kembali. Hal ini disampaikan pada saat menghadiri Apel Besar Hari Pramuka LVIII di Alun-Alun Kota Wonosari, Selasa (20/8/2019).
Menurut dia, secara detail kasus dirinya tidak mengetahui pasti. Kendati demikian, sejauh yang diketahui OTT itu menyangkut Aparatus Sipil Negara (ASN) di lingkup kota madya. “Saya tidak tahu persis, itu kota madya. Apa betul atau tidak saya tidak tahu karena itu menyangkut institusi,” kata Sultan, Selasa.
Menurut dia, kalau benar ada ASN yang terlibat maka pasti akan mendapatkan sanksi dari isntitusi tempat bekerja. Sultan pun menyayangkan apabila benar penangkapan dilakukan terhadap Tim Pengawal dan Pengamanan Pembangunan Pemerintah Daerah (TP4D). Pasalnya sebagai pengontrol seharusnya bisa menjadi contoh, malah sebaliknya ikut tersandung masalah. “Mestinya itu tidak terjadi,” ungkapnya.
Sultan menjelaskan, untuk upaya pencegahan sangat bergantung dengan moral pribadi masing-masing karena ini menyangkut masalah integritas. Menurut dia, penambahan pengawas terhadap kinerja ASN bukan menjadi jaminan tidak ada penyalahgunaan kewenangan. “Nyatanya ada penyalahgunaan,” katanya.
Sekretaris Daerah DIY, Gatot Saptadi mengatakan, informasi resmi terkait dengan kasus OTT. Meski demikian, dari sisi kabar yang beredar terdapat dua ASN yang ikut terlibat. “Pastinya belum tahu, tapi kabarnya ada dua yang diamankan,” kata Gatot.
Menurut dia, tangkap tangan oleh KPK harsus jadi pelajaran bersama sehingga kasus yang sama tidak terulang. Ia menegaskan, selama ASN bekerja sesuai dengan regulasi maka tidak akan tersangkut kasus. “Kalau kita ikut regulasi yang benar, maka tidak akan terjadi seperti ini,” tutur mantan Kepala BPBD DIY ini.
Seperti diketahui OTT yang dilakukan KPK pada Senin, dinilai sebagai pecah telur penanganan korupsi di Jogja oleh KPK. Sebab selama ini belum pernah ada yang ditangkap lembaga anti rasuah itu di Jogja terkait kasus korupsi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Dua anak perempuan diduga diculik saat hendak les di Menceng, Kalideres. Keduanya ditemukan terpisah dan kalung emas diduga dirampas.
Jadwal KA Bandara YIA Kamis 1 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap di sini.
Jadwal SIM Keliling Jogja Oktober 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Simak jam layanan dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.
Nakhoda KM Virgo Transport 8 berinisial AY ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan terkait tenggelamnya kapal di perairan Laut Jawa.
Nanang Hendarno resmi menjadi Dirut Telkom menggantikan Dian Siswarini. Simak profil dan susunan terbaru Direksi serta Komisaris Telkom.