38 Jembatan di Gunungkidul Rusak, Pemkab Lakukan Perbaikan Bertahap
Sebanyak 38 jembatan di Gunungkidul mulai rusak ringan hingga sedang. Pemkab pastikan masih aman dan lakukan perbaikan bertahap.
Sri Sultan hamengku Buwono X-Gubernur DI.Yogyakarta. /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Gubernur DIY, Sri Sultan HB X berharap kasus operasi tangkap tangan (OTT) KPK di wilayah DIY pada Senin (19/8/2019) malam tidak terulang kembali. Hal ini disampaikan pada saat menghadiri Apel Besar Hari Pramuka LVIII di Alun-Alun Kota Wonosari, Selasa (20/8/2019).
Menurut dia, secara detail kasus dirinya tidak mengetahui pasti. Kendati demikian, sejauh yang diketahui OTT itu menyangkut Aparatus Sipil Negara (ASN) di lingkup kota madya. “Saya tidak tahu persis, itu kota madya. Apa betul atau tidak saya tidak tahu karena itu menyangkut institusi,” kata Sultan, Selasa.
Menurut dia, kalau benar ada ASN yang terlibat maka pasti akan mendapatkan sanksi dari isntitusi tempat bekerja. Sultan pun menyayangkan apabila benar penangkapan dilakukan terhadap Tim Pengawal dan Pengamanan Pembangunan Pemerintah Daerah (TP4D). Pasalnya sebagai pengontrol seharusnya bisa menjadi contoh, malah sebaliknya ikut tersandung masalah. “Mestinya itu tidak terjadi,” ungkapnya.
Sultan menjelaskan, untuk upaya pencegahan sangat bergantung dengan moral pribadi masing-masing karena ini menyangkut masalah integritas. Menurut dia, penambahan pengawas terhadap kinerja ASN bukan menjadi jaminan tidak ada penyalahgunaan kewenangan. “Nyatanya ada penyalahgunaan,” katanya.
Sekretaris Daerah DIY, Gatot Saptadi mengatakan, informasi resmi terkait dengan kasus OTT. Meski demikian, dari sisi kabar yang beredar terdapat dua ASN yang ikut terlibat. “Pastinya belum tahu, tapi kabarnya ada dua yang diamankan,” kata Gatot.
Menurut dia, tangkap tangan oleh KPK harsus jadi pelajaran bersama sehingga kasus yang sama tidak terulang. Ia menegaskan, selama ASN bekerja sesuai dengan regulasi maka tidak akan tersangkut kasus. “Kalau kita ikut regulasi yang benar, maka tidak akan terjadi seperti ini,” tutur mantan Kepala BPBD DIY ini.
Seperti diketahui OTT yang dilakukan KPK pada Senin, dinilai sebagai pecah telur penanganan korupsi di Jogja oleh KPK. Sebab selama ini belum pernah ada yang ditangkap lembaga anti rasuah itu di Jogja terkait kasus korupsi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 38 jembatan di Gunungkidul mulai rusak ringan hingga sedang. Pemkab pastikan masih aman dan lakukan perbaikan bertahap.
X resmi membatasi akun gratis dengan kuota posting, balasan, dan DM harian yang jauh lebih ketat dibanding sebelumnya.
Kemendikdasmen menyiapkan perubahan TKA SD dan SMP, termasuk penyederhanaan ujian serta penambahan mapel IPA dan Bahasa Inggris.
Tumpukan sampah memenuhi DAM Winongo di Bantul usai hujan deras di hulu Sleman dan sempat menghambat irigasi sawah warga.
Tur reuni Oasis membuat kekayaan Noel dan Liam Gallagher melonjak hingga Rp7,6 triliun dan masuk daftar musisi terkaya Inggris.
Aturan terbaru PPPK mengubah skema karier ASN kontrak, mulai dari pensiun, kenaikan gaji berkala, hingga peluang jabatan tinggi.