Kurangi Emisi Lintas Laju Urban, KAI Commuter Raih Penghargaan di JBBA
KAI Commuter Indonesia (KCI) Wilayah 6 dianugerahi penghargaan bergengsi dalam ajang Jogja Brand and Business (JBBA) 2026, Rabu (15/7)
Pekerja sedang memasang rangka baja ringan di atap Pendopo Parasamya I, Bantul, Senin (26/8/2019)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul mulai memperbaiki atap Pendopo Parasamya I yang ambrol pada 14 Agustus lalu. Proses perbaikan sementara memerlukan anggaran sekitar Rp190 juta yang diambilkan dari dana tidak terduga.
“Sementara baru perbaikan darurat saja karena kalau tidak gerak cepat diperbaiki nanti bisa tambah parah, apalagi menghadapi musim hujan,” kata Asisten Bidang Pembangunan dan Perekonomian Sekretariat Daerah Bantul, Bambang Guritno, di kompleks Parasamya, Bantul, Senin (26/8/2019).
Proses pengerjaannya juga langsung melalui penunjukan alias tanpa lelang. Perbaikan hanya atap bagian atas.
Tidak hanya atap bagian yang ambrol yang diperbaiki, namun sekeliling atap bagian atas dan bagian tengah dibongkar dan diganti dengan atap baru. Sementara atap utama pendopo masih dibiarkan.
Bambang mengatakan atap bagian bawah juga tidak menutup kemungkinan untuk diperbaiki, namun perbaikan dimungkinkan dilakukan pada tahun depan melalui APBD murni karena tahun ini tidak ada pos anggarannya. “Prioritasnya atap bagian atas dulu, bagian bawah nanti,” ujar Bambang.
Berdasarkan hasil kajian tim, kata dia, rangka atap bagian bawah masih cukup kokoh.
Dari pantauan Harianjogja.com, Senin, terlihat semua atap pendopo bagian atas sudah gerowong. Para pekerja menurunkan semua genting dan rangka kayu, kemudian menggantinya dengan rangka dari baja ringan. Gentingnya juga diganti dengan genteng yang lebih ringan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul, Bobot Arifiaidin mengatakan anggaran yang digunakan dalam perbaikan sementara Pendopo Parasamya sekitar Rp190 juta yang diambil dari pos Dana Tidak Terduga Bantul. Proses pengerjaannya juga bukan melalui DPUPKP melainkan langsung Bagian Umum Sekretarat Daerah Bantul.
Bobot mengatakan atap Pendopo Parasamya I yang dibangun pada 1995 ambrol diduga karena kerangka atap keropos. Selain karena usia sudah lama, atap itu aus karena menjadi sarang kelelawar.
Banyak kotoran dan air kencing kelelawar yang menyebabkan kayu penyangga atap dan reng cepat lapuk. “Kotoran kelelawar mempercepat kerangka atap cepat aus,” kata Bobot.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KAI Commuter Indonesia (KCI) Wilayah 6 dianugerahi penghargaan bergengsi dalam ajang Jogja Brand and Business (JBBA) 2026, Rabu (15/7)
PSS Sleman merekrut eks gelandang Persipura Markus Madjar. Pemain 21 tahun itu sudah dipantau sejak Liga 2 dan mulai berlatih bersama Super Elja.
Alfamidi kembali menyalurkan 1.500 telur untuk 50 balita di Margodadi, Sleman, sebagai bagian dari program CSR pencegahan stunting.
Pemerintah menargetkan kemiskinan nasional turun menjadi 6–6,5 persen pada 2027 dengan pertumbuhan ekonomi 6 persen.
Puan Maharani meminta polisi mengusut tuntas kericuhan demo 27 Agustus 2026 dan kematian warga di Pejompongan.
Pejabat Sleman yang gagal mencapai target kinerja bisa dikenai sanksi hingga demosi. Evaluasi mengacu pada Perbup Sleman No. 35/2026.