Pilur Gunungkidul Digelar September, 230 TPS Disiapkan
Pilur Gunungkidul 2026 digelar 26 September dengan 230 TPS di 31 kalurahan. DPT ditetapkan 24 Agustus.
DPRD Gunungkidul/Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Alat kelengkapan dan pimpinan DPRD Gunungkidul hingga saat ini belum terbentuk. Namun, anggota Dewan periode anyar ini telah membentuk fraksi.
Jumlah fraksi yang terbentuk sama dengan periode 2014-2019, yakni tujuh. Ketujuh fraksi tersebut adalah PDI Perjuangan, Nasdem, PAN, Golkar, PKB, PKS dan Gerindra. Fraksi Gerindra mendapatkan tambahan karena anggota dari Demokrat ikut bergabung di dalamnya.
Ketua Sementara DPRD Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, mengatakan pembentukan fraksi sudah tidak ada masalah karena sudah ditetapkan melalui rapat paripurna istimewa. Menurut dia, jumlah fraksi disesuaikan dengan anggota Dewan dari partai politik. “Yang dapat kursi ada delapan partai, tapi untuk Demokrat tidak bisa membuat fraksi karena wakil yang dimiliki tidak mencukupi syarat minimal sehingga harus bergabung dengan fraksi lain,” kata Endah, Senin (26/8).
Menurut dia, pembentukan fraksi merupakan langkah awal dari kinerja Dewan baru. Langkah selanjutnya adalah membentuk pimpinan definitif dan alat kelengkapan (alkap). Endah menuturkan pengisian dua instrumen ini membutuhkan waktu karena saling berkaitan. “Untuk pembentukan alkap, pimpinan definitif harus terbentuk terlebih dahulu,” ungkapnya.
Sementara, pimpinan definitif masih harus menunggu rekomendasi dari DPP masing-masing partai. Pasalnya, dari empat pimpinan, ada tiga partai yang masih menunggu rekomendasi dari partai. “Setelah ada rekomendasi, segera diproses pengisian pimpinan definitif. Setelah itu, baru membahas alkap,” katanya.
Anggota DPRD dari Partai Demokrat Eko Rustanto mengatakan wakil dari Demokrat harus bergabung dengan Gerindra untuk membentuk fraksi di DPRD. “Yang dibutuhkan untuk membentuk fraksi adalah empat anggota, tapi kami [demokrat] hanya ada tiga wakil sehingga bergabung dengan Gerindra,” katanya.
Menurut Eko, pembentukan alkap tidak akan serumit dan sealot di 2014. Hal ini dikarenakan tidak ada lagi kubu yang saling berseberangan seperti yang terjadi lima tahun lalu. “Sekarang lebih cair dan pembentukan alkap akan menggunakan proposional terbuka yang bisa diterima oleh semua pihak,” katanya. (David Kurniawan)
Fraksi DPRD Gunungkidul
Nama (Ketua)
PDI Perjuangan (Demas Kursiswanto)
Nasdem (Muhammad Ishom)
PAN (Anwarudin)
Golkar (Heri Nugroho)
Gerindra (Sumaryanta)
PKB (Suhartini)
PKS (Arif Wibawa)
Sumber: Wawancara (dak)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur Gunungkidul 2026 digelar 26 September dengan 230 TPS di 31 kalurahan. DPT ditetapkan 24 Agustus.
TKD mangkrak di Pleret, Bantul, kini jadi lahan percontohan pertanian berbasis IoT dan AI dengan sistem penyiraman otomatis.
Unsoed memastikan kepemimpinan universitas tetap berjalan meski KPK memeriksa sejumlah pejabat rektorat di Jakarta.
Saksi Robby Darussalam menyebut pemberian uang THR kepala dinas kepada Bupati Pekalongan sudah menjadi tradisi sejak pemerintahan sebelumnya.
Kapolri Listyo Sigit menyebut sejumlah nama telah diamankan terkait karhutla Kalimantan yang mencapai 1.487 hotspot.
Pemkab Bantul rutin menggelar operasi pasar untuk memantau stok sembako dan penerapan HET di sekitar 32 pasar.