Top Ten News Jogja 16 Mei 2026: Mandala Krida Dikaji, 32 Anak Divisum
Top Ten News Jogja 16 Mei 2026: Mandala Krida, 32 anak divisum, SPMB 2026, Waisak, hingga sapi kurban Presiden Prabowo.
Ilustrasi pertolongan pada korban kecelakaan./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, JOGJA - Ratusan komunitas di DIY mendapatkan pelatihan cara penanganan pertama kecelakaan. Hal itu dilakukan agar korban kecelakaan dapat tertolong.
Kepala Divisi Pelayanan PT Jasa Raharja (Persero) Bambang Panular mengatakan tingginya korban jiwa akibat kecelakaan di jalanan diharapkan bisa ditekan dengan melibatkan peran komunitas dan masyarakat. Menurutnya keterlibatan komunitas dan masyarakat untuk menangani korban kecelakaan di jalan dibutuhkan untuk menekan korban jiwa ketika terjadi kecelakaan. Dengan penanganan yang cepat dan tepat, diharapkan korban kecelakaan bisa tertolong dan ditangani dengan baik.
"Saat terjadi kecelakaan yang paling tahu pertama kali adalah masyarakat dan komunitas. Jika ditangani dengan baik dan cepat, maka jiwa korban yang mengalami kecelakaan bisa tertolong," katanya di sela-sela Pelatihan Penanganan Gawat Darurat pada Korban Kecelakaan di Hotel Prima SR, Jogja, Kamis (29/8/2019).
Oleh karenanya, Jasa Raharja menggandeng pihak kepolisian dan kementerian kesehatan memberikan pelatihan kepada 100 komunitas di wilayah DIY. Dia berharap, terciptanya sinergitas penanganan korban kecelakaan diharapkan juga mempercepat pemberian santunan bagi korban kecelakaan.
"Kami memberikan edukasi penanganan kepada komunitas saat menolong tidak menimbulkan fatalitas bagi para korban yang bisa menyebabkan kematian," katanya.
Diakuinya, banyak korban kecelakaan yang harusnya bisa segera ditolong tapi tidak segera ditangani sehingga pada akhirnya tidak tertolong. Kondisi tersebut terjadi karena masyarakat tidak tahu harus melakukan apa. Jika menolong tanpa landasan pengetahuan, kondisi tersebut justru bisa berakibat fatal bagi korban.
"Nah kami mendorong agar masyarakat [komunitas] tahu bagaimana bisa menolong dengan benar. Bukan berarti kalau tidak tahu penanganan, korban tidak ditolong tetapi kami mendorong agar penanganan bisa dilakukan dengan cepat dan tepat," katanya.
Dengan pelatihan ini, lanjut dia, paling tidak bisa memberikan kontribusi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait penanganan kedaruratan. Meskipun tidak kecelakaan tidak bisa diduga, dia juga berharap pelatihan ini bisa menurunkan angka kecelakaan antara 10-20%.
"Targetnya seluruh Indonesia akan kami berikan pelatihan,. Setelah di Jogja kami akan berikan pelatihan yang sama di Makasar kemudian Medan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Top Ten News Jogja 16 Mei 2026: Mandala Krida, 32 anak divisum, SPMB 2026, Waisak, hingga sapi kurban Presiden Prabowo.
Google resmi meluncurkan Gemini Intelligence untuk Android, tetapi fitur AI canggih ini hanya tersedia di HP flagship tertentu dengan RAM minimal 12GB.
Juventus terancam gagal lolos ke Liga Champions usai kalah 0-2 dari Fiorentina dan turun ke posisi keenam klasemen Serie A.
Apple dikabarkan akan mengubah Siri menjadi AI percakapan setara ChatGPT dan Gemini melalui pembaruan iOS 27 pada akhir 2026.
Libur panjang Mei 2026 membawa 35 ribu wisatawan ke Bantul dengan PAD wisata mencapai Rp506 juta, didominasi Pantai Parangtritis.
Tiket konser The Weeknd di Jakarta pada September 2026 resmi sold out dalam kurang dari tiga jam usai diserbu puluhan ribu penggemar.