Kelok 23 Dibuka, DPRD Minta Pemkab Bantul Kembangkan Destinasi Wisata di Luar Pansela
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul diminta tidak hanya mengandalkan kawasan Pantai Selatan (Pansela) sebagai tujuan wisata,
Kepala DPAD DIY, Kuniawan saat membuka Bimtek Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal DIY 2025 angkatan pertama, Senin (10/3/2025). (Email)
Harianjogja.com, BANTUL–Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal DIY 2025 angkatan pertama, Senin (10/3/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi masyarakat melalui pelatihan menulis dengan muatan budaya lokal.
Kepala DPAD DIY, Kurniawan mengatakan, bahwa mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan tanggung jawab bersama, sesuai amanah UUD 1945.
“Perpustakaan menjadi sarana penting untuk meningkatkan literasi masyarakat, yang pada akhirnya berdampak pada kesejahteraan mereka,” ujarnya.
Menurutnya, perpustakaan saat ini dituntut untuk lebih dari sekadar tempat membaca dan menulis. “Perpustakaan harus menjadi bagian dari program inklusi sosial. Tulisan yang dihasilkan tidak hanya meningkatkan kreativitas penulis, tetapi juga menambah ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Bimtek ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari delapan perwakilan taman bacaan masyarakat, 10 perwakilan komunitas baca dari kabupaten/kota, serta 12 peserta dari masyarakat umum yang direkrut melalui layanan perpustakaan.
Kepala Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Informasi DPAD DIY, Dewi Ambarwati, menjelaskan bahwa pelatihan berlangsung selama empat hari.
BACA JUGA: BPBD Bantul Waspadai Longsor dan Banjir di Masa Pancaroba
"Peserta akan mendapatkan materi kepenulisan dasar, budaya dan kearifan lokal, kebahasaan, serta teknik pengumpulan data. Selain sesi di kelas, peserta juga akan melakukan kunjungan lapangan ke Museum Ulen Sentalu untuk menggali inspirasi menulis," jelasnya.
Ia berharap pelatihan ini melahirkan penulis muda berbakat yang dapat memperkaya referensi budaya lokal DIY. “Hasil tulisan peserta akan disusun menjadi antologi budaya DIY, yang tidak hanya bermanfaat bagi penulisnya tetapi juga menambah wawasan bagi pembacanya,” tuturnya.
Bimtek ini merupakan bagian dari program Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik dari Perpustakaan Nasional. Dengan adanya pelatihan ini, DPAD DIY berharap semakin banyak masyarakat yang aktif menulis dan turut serta dalam pelestarian budaya lokal melalui tulisan. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul diminta tidak hanya mengandalkan kawasan Pantai Selatan (Pansela) sebagai tujuan wisata,
1.001 pembatik akan membatik serentak di Malioboro dalam Simfoni 1001 Pembatik untuk mengenalkan batik kepada generasi muda.
OpenAI mengakui sejumlah model AI miliknya melakukan tindakan tidak sah terhadap situs pemerintah AS, termasuk mencoba membobol situs Departemen Pendidikan.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.
Menlu Sugiono membuka dan menutup pernyataan nasional Indonesia di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB dengan salam lintas agama.
Shopee, TikTok Shop, dan Tokopedia dinilai berpotensi masuk kategori risiko tinggi PP Tunas seperti Lazada dan Blibli.