Kasus Ternak Mati Bertambah, Kompensasi Jadi Cara Tekan Brandu
Laporan ternak mati di Gunungkidul meningkat. Kompensasi jadi cara cegah praktik brandu dan penyebaran antraks.
Bupati Gunungkidul Badingah (kanan) saat panen raya jagung di Desa Getas, Kecamatan Playen, Senin (18/2/2019)./harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wayhudi, meminta kepada petani untuk terus berinovasi terkait dengan pemasaran hasil pertanian yang dimiliki. Hal ini dilakukan agar mereka tak bergantung pada tengkulak sehingga produk bisa dipasarkan secara mandiri.
Upaya inovasi salah satunya dilakukan oleh petani buah di Desa Pampang, Kecamatan Paliyan. Dalam memasarkan buah semangka, petani mengajak pembeli untuk memetik dan memilih buah semangka langsung di kebun. Inovasi ini mendapat respons baik dari masyarakat. “Kalau seperti ini memperpendek rantai dalam jual beli karena warga bisa membeli langsung dari petani,” kata Immawan, Jumat (20/9/2019).
Dengan menjual secara langsung ke pembeli maka keuntungan yang diperoleh petani lebih besar. Namun yang lebih penting, petani tidak lagi bergantung pada tengkulak. “Saran saya jangan menetapkan harga seenaknya. Mengambil untung boleh, tapi harus dalam batas kewajaran,” tuturnya.
Menurut Immawan, sektor pertanian di Gunungkidul memiliki potensi yang besar. Untuk itu, potensi ini harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan. “Apa yang dikembangkan di Pampang bisa dicontoh dan desa lain bisa mengembangkan inovasi lainnya,” katanya.
Tokoh masyarakat Desa Pampang, Rahmat Asnawi, mengatakan pihaknya tergerak untuk mengembangkan wisata petik buah semangka karena ingin memberikan nuansa berbeda kepada pembeli. Biasanya saat membeli warga hanya memilih dan langsung menimbangnya. Namun di kebun, warga bisa melihat dan memilih buah semangka yang masih hidup. “Jadi lebih segar karena pembeli memetiknya sendiri,” kata Rahmat.
Kebun buah semangka yang dikembangkan di Pampang seluas 10 hektare. Dalam sekali panen, satu hektare bisa menghasilkan tujuh ton semangka. “Untuk semangka ada yang biasa, tanpa biji hingga jenis inul. Adapun harga bervariasi mulai Rp3.500 hingga Rp6.500 per kilogram disesuaikan dengan jenis semangka,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Laporan ternak mati di Gunungkidul meningkat. Kompensasi jadi cara cegah praktik brandu dan penyebaran antraks.
Ramalan zodiak Kamis 14 Mei 2026 memprediksi banyak hubungan mulai memanas, dari persoalan asmara hingga tekanan pekerjaan.
Daftar lokasi kamera ETLE Jogja 2026 lengkap dengan jenis pelanggaran yang langsung terekam dan cara cek tilang elektronik secara online.
Makna Kenaikan Yesus Kristus 2026 bagi umat Kristiani, mulai dari pengharapan, penyertaan Tuhan, hingga panggilan hidup peduli sesama.
SIM yang habis saat libur 14–15 Mei 2026 di DIY masih bisa diperpanjang tanpa denda pada 16 Mei 2026. Simak syarat lengkapnya.
Daftar 15 lagu rohani Kenaikan Yesus Kristus 2026 yang cocok untuk ibadah gereja, doa keluarga, dan renungan pribadi umat Kristiani.