Viral Anak Ayam Jadi Suvenir Pernikahan Rangga dan Nunu Tuai Kritik Warganet
Suvenir pernikahan Rangga dan Nunu berupa anak ayam hidup dalam kotak mika menuai kritik warganet karena dinilai tak layak.
Penyerahan alat pakan otomatis di Kelompok Tani Ikan, Tegaltirto, Berbah, Sleman. /Ist-UPNVY.
Harianjogja.com, SLEMAN—Penggunaan teknologi tepat guna (TTG) menjadi salah satu solusi untuk mengatasi kendala yang dihadapi kelompok tani ikan dalam memberi pakan. Salah satu kelompok tani budidaya ikan Mina Karya yang sudah menerapkan teknologi pakan otomatis ada di Desa Tegaltirto, Berbah, Sleman.
Kelompok tani ini mendapatkan pendampingan dari Dosen Teknik Informatika UPN Veteran Yogyakarta melalui program pengabdian masyarakat. Ketua Tim Pengabdian Masyarakat UPN Veteran untuk Kelompok Tani Ikan Minakarya Berbah Sleman Dessyanto Boedi Prasetyo menjelaskan, sejumlah kendala yang dihadapi kelompok tani budidaya ikan ini seperti saat pemberian pakan, dari volume pakan yang tidak sesuai dengan jumlah ikan. Dampaknya, ketika memberi pakan terlalu sedikit akan membuat ikan yang tidak kebagian pakan menjadi kelaparan.
Sebaliknya, kata dia, apabila memberi pakan terlalu banyak akan mempengaruhi kualitas air yang bisa mengganggu kehidupan ikan itu sendiri. Penyesuaian waktu memberi pakan ikan juga sangat penting agar ikan dapat tetap hidup, jika terlambat memberi pakan ikan maka ikan bisa stres dan akhirnya mati kelaparan.
“Kami berhasil mengembangkan sebuah alat yang bisa digunakan untuk memberikan pakan ikan secara otomatis dan telah diimplementasikan di tempat kelompok Minakarya. Mereka sudah kami berikan pelatihan penggunaan alat ini dan berjalan dengan baik,” terangnya dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Sabtu (21/9/2019).
Anggota Tim Pengabdian Masyarakat UPN Veteran untuk Kelompok Tani Ikan Minakarya Berbah Sleman Hidayatulah Himawan menambahkan untuk meningkatkan kemandirian kelompok petani ikan dalam penggunaan teknologi otomasi berbasis sistem digital atau robotik pihaknya lebih dahulu memberikan pelatihan dan pendampingan yang dilaksanakan pada Juni hingga Juli 2019. Hingga kemudian petani ikan mampu menerapkan dan mengoperasikan teknologi yang berbasis sistem digital secara mandiri.
“Proses merangkai instalasi dilakukan di lokasi tempat kelompok tani,” katanya.
Ia mengatakan penerapan teknologi itu untuk otomasi kegiatan produksi, salah satunya memberi makan ikan yang dibuat secara otomatis. “Dengan penerapan alat pemberi pakan ikan otomatis, takaran dan penjadwalan pemberian pakan menjadi lebih terkontrol sehingga membuat mitra dalam menjalankan usahanya menjadi lebih efisien," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Suvenir pernikahan Rangga dan Nunu berupa anak ayam hidup dalam kotak mika menuai kritik warganet karena dinilai tak layak.
SPLP Komdigi telah memproses 19,8 juta transaksi Perlinsos Digital yang mencakup 5,4 juta KK hingga 28 September 2026.
Korban pengeroyokan Kebon Bawang, EY (28), sempat diculik dan dianiaya di dua lokasi sebelum meninggal setelah tiga hari dirawat.
Budidaya louhan masih punya potensi ekonomi. Harga ikan berkualitas bisa mencapai Rp25 juta-Rp30 juta, tergantung kualitas dan hasil kontes.
Prabowo membahas tiga bantuan Kuartal IV 2026, mulai beras 10 kg, pembukaan rekening hingga subsidi upah Rp300.000 per bulan.
Danantara mengungkap rencana kepemilikan 5%-10% saham BEI dalam proses demutualisasi. Porsi konsorsium bisa mencapai 30%-40%.