Serapan Pupuk Bersubsidi di DIY Tembus 90 Persen
Realisasi penebusan pupuk bersubsidi di DIY disebut mencapai 90% dari total alokasi tahun ini sebesar 75.049 ton.
Ilustrasi Partai Golkar/JIBI
Harianjogja.com, BANTUL--Partai Golkar Bantul mulai melakukan penjaringan terbuka untuk mencari figur bakal calon (balon) bupati dan wakil bupati Bantul yang akan bertarung dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 mendatang. Partai berlambang pohon beringin ini membuka kesempatan bagi semua warga yang ingin maju dalam Pilkada termasuk warga dari luar Bantul.
“Kami terbuka bagi siapa pun yang memiliki komitmen tinggi ingin membangun Bantul lebih baik dan harus siap menang,” kata Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Bantul Bidang Organisasi, Keanggotaan dan Pemberdayaan (OKP), Heru Sudibyo, Sabtu (5/10).
Heru mengatakan, partainya tidak membatasi hanya putra daerah Bantul, namun juga warga luar daerah yang memiliki komitmen membangun Bantul. “Kalau ada putra daerah yang potensial dan memiliki elektabilitas yang tinggi ya diutamakan,” ucapnya.
Hingga saat ini pihaknya belum memutuskan mendukung tokoh tertentu. Namun hingga saat ini sudah ada beberapa tokoh yang sudah membangun komunikasi dengan Partai Golkar, di antaranya Dewata Eka Putra, Kompol Kusila, dan Agus Santoso. Selain itu Golkar juga komunikasi dengan sejumlah tokoh seperti Suharsono, Abdul Halim Muslih, Joko Wuryanto, Sagiran, dan Bambang Wisnu Handoyo.
Tidak hanya tokoh, namun Golkar juga rajin berkomunikasi dengan sejumlah partai politik yang bisa diajak koalisi dalam pilkada. Heru menyadari partainya tidak cukup kursi untuk mengusung paket balon bupati dan wakil bupati sendiri, sehingga harus berkoalisi dengan partai lainnya.
Heru menyatakan komunikasi dilakukan hampir dengan semua partai. Namun yang paling intens dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Gerindra, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Nasdem.
Ketua DPD Golkar Bantul, Paidi mengatakan saat ini banyak tokoh potensial untuk didukung dalam pilkada Bantul 2020 mendatang, bahkan beberapa tokoh sudah mendeklarasikan siap maju. Ia mempredikasi pasangan balon bupati dan wakil bupati Bantul diikuti lebih dari dua pasangan. “Kami berharapnya tiga pasangan calon, syukur bisa sampai empat pasangan calon karena bisa banyak pilihan bagi masyarakat,” kata Paidi.
Sebelumnya, DPC PDIP Bantul merilis sejumlah nama yang masuk dalam penjaringan pada awal September 2019 lalu. Tiga nama yang masuk penjaringan tertutup adalah Abdul Halim Muslih, Bambang Wisnu Handoyo, dan Joko Purnomo. Sedangkan tiga nama lain yang muncul dalam penjaringan terbuka antara lain Kuswoyo, Agus Santoso dan Kompol Kusilah.
Nama-nama tersebut bahkan diklaim sudah bersedia mengisi biodata kesiapan dicalonkan sebagai kepala daerah. Abdul Halim Muslih menyatakan hasil penjaringan PDIP merupakan kehormatan baginya. Ia mengatakan jelang pilkada semua partai politik akan melakukan penjaringan bakal calon dan tidak menutup kemungkinan partai lainnya juga menjaring nama yang sama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Realisasi penebusan pupuk bersubsidi di DIY disebut mencapai 90% dari total alokasi tahun ini sebesar 75.049 ton.
Prediksi Persik vs Persija di Super League 2026, tim tamu diunggulkan meski tuan rumah dalam tren positif.
Trump minta China dan Taiwan menahan diri di tengah ketegangan. AS belum pastikan kirim senjata ke Taipei dan soroti chip Taiwan.
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.