Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Suasana pergelaran wayang kulit Gagrag Jogja di Dalem Notoyudan, Kecamatan Gedongtengen, Minggu (27/10/2019)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Seiring perkembangan zaman dengan segala dinamika keseniannya, wayang kulit terus berinovasi dengan berbagai variasi. Di satu sisi, perkembangan ini bagus untuk penyesuaian, namun di sisi lain tetap harus mengacu sesuai dengan pakem.
Untuk itu Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Jogja bersama Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Kota Jogja menggelar pertunjukan wayang kulit Gagrag Jogja di seluruh kecamatan di Kota Jogja. Salah satu kecamatan itu adalah di Dalem Notoyudan, Kecamatan Gedongtengen, Minggu (27/10/2019).
Ketua Pepadi Kota Jogja, KRT Cermo Provoprayitno, menjelaskan Pepadi memasuki semua kecamatan untuk melestarikan dan mengenalkan wayang kulit Gagrag Jogja kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Dia menilai wayang kulit saat ini kebanyakan sekadar sesuai kemauan masyarakat yang menginginkan keramaian dan kelucuan. Sehingga pentas wayang kulit sebatas menekankan pada pertunjukannya. "Pepadi menjadi benteng terakhir untuk melestarikan wayang kulit Gagrag Jogja, kalau tidak akan tergerus waktu," katanya.
Gagrag Jogja kata dia, memiliki perbedaan yang jelas dari beberapa sisi, seperti bentuk, iringan dan gamelan dengan wayang lain semisal wayang Surakarta, Banyumas atau Jawa Timur. Wayang kulit Gagrag Jogja terbentuk bersama berdirinya Kraton Ngayogyokarta Hadiningrat. "Waktu itu Sultan HB I gigih melawan Belanda. Diwujudkan dalam wayang yang sedang melaksanakan tugas," kata dia.
Gelaran malam itu menyuguhkan lakon berjudul Wahyu Cakraningrat yang bercerita tentang wahyu yang diturunkan alam kepada sosok manusia calon peminpin. Lakon ini bisa dikontekstualkan pada kondisi sekarang, di mana pemimpin tidak harus anak raja, namun juga harus mumpuni, kuat, prihatin dan suka menolong sesama.
Kepala Seksi Sejarah Disbud Kota Jogja, Tri Sotya Atmi berharap dengan gelaran ini mampu semakin mendekatkan wayang kulit dengan masyarakat. "Agar generasi muda mencintai kebudayaan lokal, terutama budaya Jogja," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Kamis 8 Oktober 2026 tersedia untuk 5 rute. Simak jam keberangkatan dan tarif Rp80.000 per penumpang.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Kamis 8 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Simak jadwal lengkap dari kedua arah.
Jadwal KA Bandara YIA Kamis 8 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Jogja dan Jogja-YIA lengkap di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 8 Oktober 2026 tersedia mulai pagi. Simak jadwal lengkap dari Stasiun Palur hingga Jogja/Tugu.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 8 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap dan tarif KRL Rp8.000.