Jadi Tuan Rumah, Bantul Melempem di Potradnas VII

Tim putri Nusa Tenggara Timur menahan sodokan bambu dari tim putri Banten saat berlaga pada nomor cabang olahraga Dagongan pada final Pekan Olahraga Tradisional Tingkat Nasional yang digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (27/10/2019). - Harian Jogja/Desi Suryanto
28 Oktober 2019 14:47 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Dalam Potradnas VII, performa tim dari DIY dan Bantul di semua cabang olahraga tradisional yang dipertandingkan diakui dia masih rendah. Kontingen Bantul hanya meraih juara empat untuk jenis olahraga egrang, sementara juara I-III untuk lima jenis olahraga tradisional di raih oleh daerah lain.

Secara berturut-turut, untuk cabang sumpitan, juara I-III sumpitan secara berurutan diraih oleh Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Jawa Barat; cabang dagongan, uara I-III diraih oleh Banten, Nusa Tenggara Timur, dan Jawa Barat; cabang egrang, juara I-III diraih Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Untuk cabang terompah panjang masing-masing juara I-III diraih oleh Jawa Barat, Gorontalo, dan DKI Jakarta, sedangkan cabang hadang juara I-III diraih oleh DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Banten. “Juara umum diraih oleh Banten dengan perolehan dua emas dan satu perunggu. DIY tidak mendapat juara,” kata dia.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Bantul, Isdarmoko sepakat mengembangkan olahraga tradisional di Bantul. Dinasnya siap memperjuangkan anggaran untuk pembinaan atlet dan memfasilitasi pelatiha olahraga tradisional, sama seperti perhatian pada cabang olahraga umum dibawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

“Kami sudah meminta FORMI [Bantul] untuk menghitung kebutuhan anggaran dan mengajukannya agar dianggarkan di tahun depan,” kata Isdarmoko.