Tingkatkan Minat Penelitian Pelajar Melalui Karyawisata

Kegiatan kunjungan lapangan siswa SMA Muhammadiyah 2 Kota Jogja. - Ist/SMA Muha.
28 Oktober 2019 08:17 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—SMA Muhammadiyah 2 Kota Jogja secara rutin menggelar karyawisata ke sejumlah lokasi di wilayah DIY. Siswa yang mengikuti kegiatan itu diminta untuk membuat laporan secara berkelompok seperti halnya penelitian.

Kepala SMA Muhammadiyah 2 Kota Jogja Slamet Purwo menjelaskan, karyawisata menjadi salah satu metode pembelajaran di sekolahnya untuk meningkatkan minat penelitian dan membuat karya tulis ilmiah siswa. Melalui kegiatan itu pula, pihaknya dapat mencari bibit unggul siswa yang memiliki kemampuan lebih di bidang penelitian dan menulis karya untuk diikutkan dalam kompetisi sekelas Olimpiade Sains Nasional (OSN) atau Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI).

“Dalam kunjungan lapangan itu siswa diberi tugas secara berkelompok untuk melakukan penelitian dan mewawancara narasumber di lokasi untuk mendapatkan data,” terang dia dalam rilisnya Sabtu (26/10/2019).

Sekolah ini telah menggelar kegiatan lapangan pada Kamis (17/10/2019) lalu dengan mengambil empat lokasi. Antara lain  industry rumahan peyek Imogiri, penangkaran Tukik di Pantai Pelangi, industri rumahan kerajinan bonggol jagung GWP Craft, kerajinan bambu di Minggir, Sleman dan kerajinan tenun Gamplong Ragil Jaya Craft. Pemilihan lokasi tersebut karena dinilai pihak yang mengelola industri dan  tempat wisata tersebut memiliki semangat menjaga lingkungan.

“Kalau industry rumahan, bagaimana mereka ini mengelola sampah, karena kami sekolah adiwiyata jadi mengedepankan komitmen menjaga lingkungan,” katanya.

Waka Humas SMA Muhammadiyah 2 Kota Jogja Fatma Taufiyanti menambahkan, jumlah siswa yang mengikuti 287 anak kelas XI. Setiap rombongan belajar jumlah toal siswa sekitar 40 siswa yang kemudian dibagi lagi setiap kelompok beranggotakan lima siswa.  Setiap kelompok diberikan tugas untuk menggali data di lapangan, kemudian data tersebut diolah dan dituangkan dalam bentuk laporan dengan konsep penelitian.

“Kemudian kami seleksi memilih 10 kelompok yang dinyatakan terbaik untuk kami seleksi lagi melalui presentasi, kalau presentasinya bagus akan kami bidik untuk ikut di OSN atau OPSI,” ujarnya.

Fatma mengatakan, selain untuk melatih minat penelitian, diharapkan bisa melatih siswa untuk berfikir kritis dan ilmiah serta terbiasa menghasilkan tulisan. “Saat ini ada dua siswa kami yang masuk di sagasitas riset [majalah] itu dari seleksi awal dari ribuan naskah. Maka kami menilai kegiatan lapangan kemudian membuat laporan ini sangat penting untuk memacu minat penelitian siswa,” katanya.