Pilur Gunungkidul Digelar 26 September, Pemkab Minta Logistik Tuntas H-2
Pilur serentak di 31 kalurahan Gunungkidul digelar 26 September 2026. Pemkab meminta seluruh logistik, terutama surat suara, siap H-2.
Ilustrasi sampah. /Harian Jogja-Uli Febriarni
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Wukirsari di Desa Baleharjo, Kecamatan Wonosari, dalam kondisi kritis dan mendesak untuk diperluas. Pasalnya, kapasitas pembuangan sampah di lokasi tersebut sudah melebihi batas penampungan maksimal dan diprediksi hanya sanggup bertahan hingga awal tahun depan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul, Agus Priyanto, mengatakan kajian terkait dengan daya tampung TPAS Wukirsari sudah dilakukan sejak lama. Diprediksi kapasitas penampungan hanya sanggup bertahan hingga akhir 2020. Meski demikian, lanjut dia, kajian tersebut sedikit meleset karena melihat volume sampah yang masuk.
Setiap harinya tidak kurang dari 365 ton sampah dibuang ke TPAS Wukirsari. Intensitas pembuangan ini pun berdampak terhadap daya tampung karena sudah mendekati ambang batas maksimal. “Prediksi terbaru hanya sanggup bertahan hingga awal tahun depan atau lebih cepat dari perkiraan awal,” kata Agus kepada wartawan, Selasa (11/5/2019).
Menurut dia, dengan kondisi ini TPAS Wukirsari butuh perluasan secepatnya. Untuk lahan tidak ada masalah karena masih memiliki ruang seluas lima hektare yang belum difungsikan. “Saat dibangun memiliki lahan sembilan hektare, tapi baru dimanfaatkan empat hektare. Jadi lahan TPAS Wukirsari masih bisa diperluas lagi sehingga usia bisa lebih panjang,” katanya.
Mantan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Pemkab Gunungkidul ini mengatakan untuk perluasan jajarannya sudah berkomunikasi dengan instansi lain di lingkup Pemkab Gunungkidul. Diharapkan perluasan bisa segera dilakukan sehingga sampah tidak menjadi masalah di Bumi Handayani. “Sebenarnya ada solusi dengan mengurangi residu sampah, tapi hal ini sulit dilakukan karena tidak ada proses pemilahan sehingga semua jenis sampah langsung dibuang ke TPAS,” katanya.
Menurut dia, hal inilah yang membuat daya tampung TPAS Wukirsari cepat penuh karena kesadaran masyarakat mengelola sampah belum berjalan dengan baik. “Coba kalau yang dibuang hanya residu yang benar-benar tidak bisa diproses, pasti volume sampah yang dibuang bisa jauh berkurang. Tapi faktanya, proses pemilahan sampah belum optimal,” ujarnya.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gunungkidul, Sri Suhartanto, mengatakan jajarannya sudah mendapatkan informasi terkait dengan daya tampung TPAS Wukirsari yang memasuki fase kritis. Oleh karena itu, untuk menambah daya tampung akan dilakukan perluasan. “Sudah ada pembicaraan untuk penambahan area luasan sehingga bisa menambah daya tampung,” katanya.
Untuk perluasan Sri Suhartanto mengaku telah berkoordinasi dengan Satuan Kerja Balai Prasarana Wilayah DIY. “Mudah-mudahan disetujui sehingga dapat fasilitas untuk perluasan TPAS Wukirsari,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak di 31 kalurahan Gunungkidul digelar 26 September 2026. Pemkab meminta seluruh logistik, terutama surat suara, siap H-2.
Rusia memperingatkan NATO bahwa aktivitas militer di sekitar Kaliningrad meningkatkan risiko konflik bersenjata langsung.
Dinsos PPPA Kulonprogo menemukan pensiunan ASN menerima bansos. Penerima yang tidak layak diminta sadar dan dapat diganti sesuai kondisi.
Dinkes Bantul memastikan belum ada temuan influenza A hingga 29 September 2026 meski terdapat laporan 24 kasus di DIY.
MK menyatakan permohonan hak mempertahankan nomor HP saat berganti operator atau MNP tidak dapat diterima karena dinilai kabur.
Disdik Sleman menyebut laporan SD Negeri Ledoknongko tidak mencantumkan siswa sebagai ABK, berbeda dengan informasi awal kepolisian.