25.640 Siswa di Gunungkidul Divaksin Campak, Difteri, dan HPV
Sebanyak 25.640 siswa di Gunungkidul menjadi sasaran BIAS 2026 dengan vaksin MR, TD, dan HPV. Target cakupan imunisasi mencapai 95%.Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL
Foto ilustrasi: simulasi penanganan bencana alam. /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul di tahun depan berencana membangun enam desa tangguh bencana (destana). Total hingga saat ini program mitigasi bencana sudah menyasar di 56 desa.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki, mengatakan jajarannya berkomitmen untuk memperluas jaringan destana di wilayah Gunungkidul. Menurut dia program dilaksanakan sebagai bagian dari kesiapsiagaan kebencanaan ke masyarakat.
Untuk tahun ini sudah ada 56 desa, sembilan di antaranya dibangun di 2019. Kedelapan desa ini yakni Desa Songbanyu, Jepitu, Karangawen, Watusigar, Giricahyo, Siraman, Serut, Bejiharjo dan Beji. Rencananya di tahun depan jaringan desa tangguh bencana akan ditambah enam desa. Meski demikian, Edy belum bisa menyebutkan rincian desa yang akan dijadikan destana di 2020. “Yang jelas ada enam desa yang akan dibentuk, tapi untuk kepastian desa masih harus dikoordinasikan dengan BPBD DIY,” katanya kepada wartawan, Jumat (15/11/2019).
Dia menjelaskan hingga saat ini jaringan destana belum menyasar ke seluruh desa di Gunungkidul. Untuk itu, perluasan jaringan terus dilakukan karena sebagai upaya untuk memberikan pengetahuan tentang kesiapsiagan bencana, mulai dari antisipasi hingga penanganan saat terjadi musibah. Diharapkan dengan berbagai pelatihan, masyarakat bisa tahu soal mitigasi kebencanaan sehingga dapat merespons secara cepat saat terjadi petaka agar kerugian bisa ditekan. “Kami tidak tahu kapan terjadi bencana sehingga yang bisa dilakukan dengan antisipasi melalui mitigasi,” katanya.
Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Gunungkidul, Surisdiyanto, mengatakan upaya kesiapsiagaan terus dilakukan agar dampak bencana dapat dikurangi. Menurut dia, TRC siap membantu masyarakat saat terjadi musibah. “Kami selalu siap dan datang saat dibutuhkan untuk evakuasi kebencanaan,” katanya.
Dia berharap di musim hujan masyarakat mewaspadai potensi musibah seperti banjir, tanah longsor hingga angin kencang. “Harus berhati-hati dan terus siaga. Untuk keamanan, warga bisa memangkas pohon di sekitar rumah yang telah rimbun sehingga saat terjadi angin kencang tidak membahayakan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 25.640 siswa di Gunungkidul menjadi sasaran BIAS 2026 dengan vaksin MR, TD, dan HPV. Target cakupan imunisasi mencapai 95%.Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL
Xiaomi resmi meluncurkan HyperOS 4 di China. Sistem operasi terbaru ini membawa desain transparan ala kaca, AI Assistant 2.0, performa lebih cepat, dan fitur li
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY terus menggaungkan semangat literasi melalui bedah buku Homepower
Pendapatan transfer Kulonprogo turun Rp114,66 miliar pada APBD Perubahan 2026. DPRD meminta Pemkab mengubah strategi fiskal.
Sejumlah investor menggugat Selena Gomez terkait startup kesehatan mental Wondermind. Mereka menuding ada penyesatan informasi bisnis dan menuntut pengembalian
Penyalahgunaan narkoba tidak hanya berdampak pada orang yang mengonsumsinya, tetapi juga dapat menyeret keluarga hingga lingkungan sekitar.