Pilihan Lurah Gunungkidul, 11 Petahana Tersungkur
Pilur serentak Gunungkidul diikuti 91 calon dari 31 kalurahan. Sebanyak 11 lurah petahana gagal mempertahankan jabatannya.
Foto ilustrasi: simulasi penanganan bencana alam. /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul di tahun depan berencana membangun enam desa tangguh bencana (destana). Total hingga saat ini program mitigasi bencana sudah menyasar di 56 desa.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki, mengatakan jajarannya berkomitmen untuk memperluas jaringan destana di wilayah Gunungkidul. Menurut dia program dilaksanakan sebagai bagian dari kesiapsiagaan kebencanaan ke masyarakat.
Untuk tahun ini sudah ada 56 desa, sembilan di antaranya dibangun di 2019. Kedelapan desa ini yakni Desa Songbanyu, Jepitu, Karangawen, Watusigar, Giricahyo, Siraman, Serut, Bejiharjo dan Beji. Rencananya di tahun depan jaringan desa tangguh bencana akan ditambah enam desa. Meski demikian, Edy belum bisa menyebutkan rincian desa yang akan dijadikan destana di 2020. “Yang jelas ada enam desa yang akan dibentuk, tapi untuk kepastian desa masih harus dikoordinasikan dengan BPBD DIY,” katanya kepada wartawan, Jumat (15/11/2019).
Dia menjelaskan hingga saat ini jaringan destana belum menyasar ke seluruh desa di Gunungkidul. Untuk itu, perluasan jaringan terus dilakukan karena sebagai upaya untuk memberikan pengetahuan tentang kesiapsiagan bencana, mulai dari antisipasi hingga penanganan saat terjadi musibah. Diharapkan dengan berbagai pelatihan, masyarakat bisa tahu soal mitigasi kebencanaan sehingga dapat merespons secara cepat saat terjadi petaka agar kerugian bisa ditekan. “Kami tidak tahu kapan terjadi bencana sehingga yang bisa dilakukan dengan antisipasi melalui mitigasi,” katanya.
Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Gunungkidul, Surisdiyanto, mengatakan upaya kesiapsiagaan terus dilakukan agar dampak bencana dapat dikurangi. Menurut dia, TRC siap membantu masyarakat saat terjadi musibah. “Kami selalu siap dan datang saat dibutuhkan untuk evakuasi kebencanaan,” katanya.
Dia berharap di musim hujan masyarakat mewaspadai potensi musibah seperti banjir, tanah longsor hingga angin kencang. “Harus berhati-hati dan terus siaga. Untuk keamanan, warga bisa memangkas pohon di sekitar rumah yang telah rimbun sehingga saat terjadi angin kencang tidak membahayakan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak Gunungkidul diikuti 91 calon dari 31 kalurahan. Sebanyak 11 lurah petahana gagal mempertahankan jabatannya.
Sleman mengingatkan risiko zoonosis dari anabul dan mendorong vaksinasi rabies berkala meski DIY berstatus bebas rabies.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 1 Oktober 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Cek jam keberangkatan dan kedatangan di tiap stasiun.
UMKM Keparakan didorong memperkuat higienitas produk agar mampu meningkatkan kepercayaan konsumen dan membidik wisatawan.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo 1 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jam keberangkatan dari Jogja dan Kutoarjo.
Dua anak perempuan diduga diculik saat hendak les di Menceng, Kalideres. Keduanya ditemukan terpisah dan kalung emas diduga dirampas.