Serapan Pupuk Bersubsidi di DIY Tembus 90 Persen
Realisasi penebusan pupuk bersubsidi di DIY disebut mencapai 90% dari total alokasi tahun ini sebesar 75.049 ton.
Ilustrasi internet/Bisnis.com
Harianjogja.com, BANTUL—Sebanyak 110 titik di Kabupaten Bantul bakal memiliki fasilitas wifi gratis. Dari jumlah yang direncanakan itu, sejauh ini sudah terpasang sebanyak 96 titik wifi gratis yang dipasang oleh Pemkab Bantul.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bantul, Fenty Yusdayati mengatakan kendati sudah banyak fasilitas wifi yang dipasang, namun belum semua desa dan objek wisata terpasang wifi gratis. Pemasangan wifi gratis, kata dia, sejauh ini memang baru difokuskan pada lokasi-lokasi yang menjadi area publik dengan harapan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memasarkan produk usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Rencananya, imbuh dia, Pemkab bakal memasang wifi gratis di 14 titik, yang tersebar di dua area ruang publik yakni Pasar Seni Gabusan, Desa Timbulharjo, Kecamatan Sewon, dan sebuah ruang publik di Desa Sriharjo, Kecamatan Imogiri. “Untuk tahun depan kami sudah merencanakan pemasangan wifi di 15 titik yang ada di beberapa desa dan objek wisata,” ucap dia saat ditemui di sela-sela Lomba Dakon di History of Java Museum, Kecamatan Sewon, Bantul, Sabtu (16/11/2019).
Bisnis Rintisan
Dia menambahkan salah satu lokasi publik yang jadi sasaran pemasangan wifi gratis adalah lokasi kelompok informasi masyarakat (KIM) yang kini sudah tersebar di beberapa desa bahkan dusun. Dia berharap KIM yang sudah ada di masyarakat dapat berkembang dengan adanya jaringan Internet yang cepat.
Rencananya KIM juga akan difasilitasi petugas yang akan membantu masyarakat dalam mengakses informasi maupun berjualan produk, jualan objek wisata dan semua potensi yang ada di sekitar. “KIM ini sudah ada 25 titik. Harapannya KIM itu berkembang di semua desa. Ke depan diharapkan bisa jadi start up [bisnis rintisan] kecil-kecilan, bisa jual produk. Pokoknya bisa berkembang terus,” kata Fenty.
Disinggung soal anggaran, mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bantul dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) tersebut mengatakan tidak terlalu banyak yang disiapkan karena dinasnya hanya menyiapkan pemasangan instalasi wifi dan membayar bulanannya. “Sementara lokasinya yang menyiapkan adalah masyarakat,” ucap dia.
Wakil Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, sebelumnya menyatakan kemajuan bidang pariwisata dan ekonomi kreatif perlu adanya jaringan Internet yang kuat. Dia tidak menampik saat ini masih ada wisatawan maupun warga yang mengeluh karena jaringan Internet belum banyak tersedia, terutama di beberapa di penginapan serta homestay. “Padahal homestay menjadi alternatif penginapan selain hotel di Bantul. Sampai 2021 nanti sudah tidak ada lagi wilayah yang mengalami blankspot [wilayah sonder sinyal telekomunikasi]. Pokoknya harus terkoneksi semua,” kata Halim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Realisasi penebusan pupuk bersubsidi di DIY disebut mencapai 90% dari total alokasi tahun ini sebesar 75.049 ton.
Bermain game berlebihan dapat memicu gangguan tidur, mata lelah, hingga masalah kesehatan mental. Berikut 13 dampaknya.
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp8,6 miliar untuk pemeliharaan jalan desa pada 2026. Sebanyak 86 desa mendapat Rp100 juta.
Kemnaker membuka sertifikasi kompetensi gratis bagi alumni magang nasional hingga 15 Mei 2026 dengan sertifikat resmi BNSP.
PDAB Tirtatama DIY mengusulkan kenaikan tarif air curah Rp500 per meter kubik untuk menekan subsidi Pemda DIY yang membengkak.
Anthony Ginting menghadapi Shi Yu Qi pada hari kedua Thailand Open 2026. Berikut jadwal lengkap 10 wakil Indonesia di Bangkok.