Laboartorium Obah #3 dan Cara Menjadi Manusia di Tengah Riuhnya Dunia
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
Salah satu peserta membacakan cerkak di depan para juri, Kamis (21/11/2019)./Istimewa-Disbud Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Jogja menggelar Final Lomba Cerita Cekak (Cerkak) Bahasa Jawa di KJ Hotel, Jogja, Kamis (21/11/2019). Lomba itu menampilkan para siswa SMP dan SMA/SMK yang berada di wilayah Kota Jogja.
Kepala Bidang Sejarah dan Bahasa Disbud Jogja Dwi Hana Cahya Sumpena mengatakan Lomba Penulisan Cerkak Bahasa Jawa digelar agar generasi muda di Kota Jogja tetap mengenal bahasa Jawa, baik Jawa ngoko, maupun kromo.
“Selain itu, kami juga mengenalkan unggah-ungguh yang dirasa mulai hilang di kalangan anak muda zaman sekarang,” kata dia melalui rilis yang diterima Harianjogja.com, Minggu (24/11/2019).
Melalui lomba yang bertemakan Ketaatan kepada Orang Tua, Teman Sejawat, dan Lingkungan Sekitar itu pula, imbuh Dwi, dinasnya mendorong anak-anak, khususnya dari kalangan pelajar lebih mencintai bahasa-bahasa daerah, khususnya Jawa.
Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Jawa SMA se-DIY Slamet Nugroho mengatakan lomba tersebut bisa turut menyelamatkan bahasa Jawa. Pasalnya sebuah bahasa bisa tetap lestari jika terus dikembangkan dan diterapkan, tak terkecuali melalui sastra. “Melalui karya sastra itulah kami kenalkan bahasa Jawa kepada anak-anak melalui membaca atau dengan memproduksi sebuah sebuah karya,” kata Slamet.
Itulah sebabnya, meski di kehidupan sehari-hari, para siswa menggunakan bahasa Indonesia, tetapi nilai-nilai Jawa ada seperti nilai tanggap ing semu, tanggap ing sasmita, tepa slira dan nilai isin. “Di dunia pendidikan kami menyisipkan bagaimana generasi sekarang bisa kembali mengenal dan mengimplementasikan nilai-nilai luhur budaya Jawa,” ucap Slamet.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
Sembilan provinsi memperbolehkan bayar pajak kendaraan 2026 tanpa KTP pemilik lama untuk STNK tahunan kendaraan bekas.
Dishub Bantul menertibkan PKU dengan tagihan listrik membengkak hingga Rp1 juta per bulan di ratusan titik penerangan kampung.
OJK mencatat pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,82% menjadi Rp716,40 triliun hingga Maret 2026.
Prabowo menyebut 1.061 Koperasi Merah Putih berhasil dioperasikan dalam tujuh bulan untuk memperkuat ekonomi desa.
BPBD Temanggung memetakan 12 kecamatan rawan kekeringan pada musim kemarau 2026 dan menyiapkan distribusi air bersih.