Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Jogja Etik Setyaningrum menjelaskan kemunduran tersebut disebabkan angin Monsoon Asia terlambat masuk ke wilayah DIY. Keterlambatan angin Monsoon masuk ke DIY menyebabkan sulitnya penguapan air laut untuk pembentukan awan hujan.
Apalagi, Etik menjelaskan, kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) atau interaksi laut-atmosfer yang terjadi di Samudera Hindia. saat ini masih positif. Artinya, musim hujan bulan ini masih bersifat kering dan hal tersebut mengakibatkan penurunan curah hujan di DIY.
“Diprediksi akhir November hujan sedikit demi sedikit sudah mulai meningkat dibandingkan dengansebelumnya, di awal awal musim hujan ini memang secara keseluruhan hujan yang terjadi masih dalam kategori rendah,” kata Etik, Kamis (28/11/2019).
Etik mengatakan puncak musim hujan akan terjadi pada Januari hingga Februari 2020. Pada bulan-bulan tersebut DIY akan mengalami curah hujan yang sama dalam satu dasarian (10 hari), dengan curah hujan lebih besar daripada 50 milimeter. Kondisi ini akan terus terjadi selama dua dasarian berikutnya secara berturut-turut.