Prakiraan Cuaca DIY Hari Ini 8 Oktober, Suhu Kota Jogja Capai 33 Derajat
Prakiraan cuaca Jogja hari ini, Kamis 8 Oktober 2026, didominasi cerah berawan. Suhu Kota Jogja mencapai 33°C.
Salah satu narasumber memaparkan materinya dalam Diskusi Manajemen Pengelolaan Air, Mengatasi Masalah Kekeringan di DIY di Kantor DPD DIY, Jogja, Senin (2/12/2019)./Harian Jogja-Sunartono
Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah wilayah terdampak kekeringan di DIY dinilai memiliki potensi sumber daya air yang besar namun belum dimanfaatkan secara maksimal. Pemda DIY menjanjikan pembangunan sumur bor di 144 titik selesai pada 2022 dengan target bebas dropping air.
Ahli Hidrogeologi Fakultas Teknik UGM Heru Hendrayana mengatakan DIY memiliki sumber daya air tanah yang besar tetapi bukan berarti bisa dimanfaatkan seenaknya, namun harus melalui pengelolaan yang baik. Selama ini sejumlah titik kekeringan lantaran banyak potensi yang belum dikelola dengan baik.
“Sehingga seolah-olah hanya dropping air solusinya [saat terjadi kemarau]. Padahal masih ada cara lain seperti membangun sumur bor kemudian dibuatkan penampungan di tempat ketinggian lalu dialirkan ke rumah-rumah warga,” ucap dia dalam Diskusi Manajemen Pengelolaan Air, Mengatasi Masalah Kekeringan di DIY di Kantor DPD DIY, Jalan Kusumanegara, Senin (2/12/2019).
Dalam dikusi itu dihadiri sukarelawan serta pejabat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten/kota se-DIY serta sejumlah ahli bidang hidrologi tesebut mengaku pernah mempraktikkan cara pembuatan sumur bor secara sederhana di kawasan terdampak kekeringan di Borobudur, Jawa Tengah.
Hanya dengan sumur bor berkedalaman 40 meter dengan biaya sekitar Rp25 juta namun menjadi solusi bagi warga. “Pembangunan sumur bor jangan dibayangkan seperti PDAM atau industri sehingga harus izin. Tidak. sumur yang sederhana saja tetapi air bisa keluar sekitar 30 meter, kemudian air diangkat ke lokasi lebih tinggi, sehingga bisa dialirkan ke rumah warga,” ucap dia.
Anggota DPD RI Afnan Hadikusumo menyarankan kepada Pemda DIY maupun kabupaten/kota untuk merespons kajian ahli terkait besarnya potensi sumber daya air di wilayah terdampak kekeringan di DIY. Pengelolaan bisa dilakukan oleh masyarakat secara mandiri atau dikelola pemerintah melalui PDAM.
Selain itu harus ada regulasi yang mendukung untuk pengelolaan air tanah yang akan didistribusikan untuk masyarakat. Oleh karena itu pihaknya mendukung jika Pemda DIY membangun sumur bor untuk mengatasi masalah kekeringan yang selama ini hanya ditangani melalui pengedropan. “Sebenarnya ada bak penampungan di setiap dusun untuk pengelolaan air tanah, tetapi harus ada kesadaran masyarakat untuk memelihara penampungan air tanah, karena selama ini belum dikelola dengan baik,” katanya.
Kepala Pelaksana BPBD DIY Biwara Yuswantana menjelaskan Pemda DIY telah melakukan sejumlah kajian dengan melibatkan ahli terkait potensi pembuatan sumur bor untuk mengatasi kekeringan. Adapun ditarget hingga 2022 sebanyak 144 titik sumur bor dibangun di wilayah terdampak kekeringan. “Kami berharap ada akselerasi dengan dukungan DPD maupun DPRD supaya kebutuhan air di masyarakat bisa terpenuhi,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Prakiraan cuaca Jogja hari ini, Kamis 8 Oktober 2026, didominasi cerah berawan. Suhu Kota Jogja mencapai 33°C.
Rupiah hari ini diproyeksikan melemah ke kisaran Rp17.880-Rp17.930 per dolar AS setelah menguat pada perdagangan Rabu.
Dakwaan jaksa mengungkap 29 perusahaan dan yayasan yang disebut terkait Febrie Adriansyah dan tiga orang kepercayaannya dalam perkara TPPU.
Tiga terdakwa kasus dugaan korupsi klaim fiktif JKK BPJS Ketenagakerjaan menjalani sidang tuntutan terkait dugaan kerugian negara Rp24,55 miliar.
Harga emas Antam, UBS dan Galeri 24 di Pegadaian naik pada Kamis 8 Oktober 2026. Simak harga jual dan buyback lengkapnya.
Epson memperkenalkan SureColor V4000, printer UV flatbed terbaru yang memperluas jajaran SureColor V-Series.