Laga Persija vs Persib, Polisi Siapkan 17.800 Personel Pengamanan
Sebanyak 17.800 personel gabungan Polda Metro Jaya, Kodam Jaya dan Pemprov DKI mengamankan laga Persija vs Persib di GBK.
Pedagang di salah satu kios di Pasar Dlingo menunggu pembeli, Selasa (3/11/2019)./Harian Jogja-Kiki Luqmanul Hakim
Harianjogja.com, BANTUL—Pasar Dlingo yang selama ini hanya beroperasi saat hari pasaran Kliwon dan Pahing, didorong untuk bisa buka setiap hari.
Pasar yang berada di Dusun Koripan, Dlingo, Bantul, dinilai cocok untuk dijadikan tempat berburu kuliner tradisional bagi masyarakat yang doyan makan. Pasar seluas 45.000 meter persegi tersebut memiliki sajian kuliner tradisional seperti tiwul, gatot, serta jadah tempe.
Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia (APPSI) Dlingo, Suwartini, mengatakan sejauh ini Pasar Dlingo baru buka mengatakan Pasar Dlingo hanya buka pada Kliwon dan juga Pahing. "Unggulan kuliner yang di sini itu ada tiwul, gatot dan jadah tempe, kalau buka waktu pasaran itu tiga kuliner itu sangat diminati pembeli. Pasar Dlingo itu bukanya hanya dua kali seminggu, kliwon dan pahing," katanya kepada Harianjogja.com, Selasa (3/11/2019).
Sebenarnya, kata dia, pengurus APPSI Dlingo sudah mantap untuk berjualan setiap hari, namun pedagang lainnya belum berani untuk berjualan setiap hari. “Kebanyakan pedagang belum ingin berjualan setiap hari karena takut merugi. Kami dari pengurus APPSI itu sudah berkeinginan untuk buka pasar setiap hari, tapi beberapa pedagang takut kalau jualannya tidak laku," ujarnya.
Selain kuliner, keunggulan dari Pasar Dlingo adalah keramahan para pedagang serta kondisi pasar yang bersih. Tak hanya itu, fasilitas di pasar tersebut pun terbilang lengkap, di antaranya musala dan kamar mandi. "Selain itu saya berjualan di sini itu sangat nyaman karena fasilitas sangat memadahi dan juga para pedagangnya sangat guyub. Kami pun pernah swadaya untuk membuat akses pintu utama pasar agar lebih nyaman bagi penjual dan juga pembeli," jelasnya.
Kasi Promosi dan Kemitraan, Bidang Pengembangan Pasar Dinas Perdagangan (Disdag) Bantul, Kun Ernawati, menyampaikan Pasar Dlingo sebenarnya sangat cocok untuk dibuka setiap hari. Menurutnya daripada para warga harus menempuh jarak yang jauh untuk membeli kebutuhan sehari-hari, lebih baik mereka membeli kebutuhan mereka di Pasar Dlingo. "Pasar Dlingo itu lokasinya cukup jauh dari pusat Jogja, ketika warga yang di sana ingin membeli keperluan di kota harus menempuh jarak yang cukup jauh, jadi kenapa tidak buka setiap hari saja, karena itu dapat membantu pemasukan para pedagang," katanya.
Menurutnya di Pasar Dlingo tidak hanya ada para penjual kuliner, penjualan yang menjajakan kebutuhan sehari-hari pun juga ada. Bahkan tahun ini dinasnya telah merevitalisasi di Pasar Dlingo.
"Di sana kan tidak hanya ada penjualan makanan, juga hasil bumi serta hampir semuanya kalau waktu pasaran itu ada, jadi kalau setiap hari buka bisa tambah ramai. Revitalisasi sendiri prosesnya sudah selesai, biaya dari APBD yang di alokasikan untuk tahun ini sekitar 363 juta, kantor pengelola pasar itu termasuk dari bagian revitalisasi juga," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 17.800 personel gabungan Polda Metro Jaya, Kodam Jaya dan Pemprov DKI mengamankan laga Persija vs Persib di GBK.
PSS Sleman kalah dalam dua laga awal Super League 2026/2027. Bupati Harda Kiswaya berharap manajemen segera melakukan pembenahan.
Jadwal SIM Keliling Kota Jogja Rabu 16 September 2026 tersedia untuk perpanjangan SIM A dan C. Simak lokasi, waktu, dan syaratnya.
Polisi membongkar jaringan sabu Jakarta-Surabaya-Lombok dengan barang bukti 5.418,10 gram sabu yang disembunyikan di ban serep mobil.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 16 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak waktu keberangkatan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
UEFA menetapkan Muenchen dan Barcelona sebagai tuan rumah final Liga Champions 2028 dan 2029, serta venue final kompetisi Eropa lainnya