OPINI: Kita Semua Punya Sesuatu Yang Sulit Dilepaskan
Refleksi lembaga rehabilitasi narkoba tentang perilaku dopamine seeking, alasan sesuatu sulit dilepaskan, serta pentingnya mengenali diri dan mencari bantuan pr
Ilustrasi. /Bisnis-Arief Hermawan P
Harianjogja.com, SLEMAN--Sosialisasi pembangunan tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen dimulai Rabu (4/12/2019).
Warga terdampak pembangunan jalan tol Jogja-Solo, di Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman mengaku kecewa setelah mengikuti sosialisasi Rencana Pengadaan Tanah Pembangunan Jalan Tol Yogykarta-Solo yang digelar di Balai Desa Bokoharjo, Rabu (4/12/2019).
Hal itu diungkapkan seorang warga Dusun Jobohan, Bokoharjo, Abdul Qodir Zaini (30), kepada wartawan.
"Hasil sosialisasi ini mengecewakan bagi warga Bokoharjo, khusunya Dusun Jobohan. Pemerintah tidak memberi ganti untung yang sesuai dengan harapan kami," jelas Qodir.
Pihaknya menilai, pemerintah hanya memikirkan teknis keuntungan pribadi, di mana pemerintah memberi batasan waktu kepada warga untuk melengkapi syarat agar mendapat ganti untung dari dampak pembangunan jalan tol trase Yogyakarta-Solo.
"Sosialisasi ini kami rasa warga seperti dipaksa, karena pemerintah meminta kami menyiapkan semacam syarat dan juga mengurus sejumlah tanah yang belum turun ke ahli waris dengan waktu yang telah ditetapkan," keluhnya.
Qodir menyayangkan mekanisme ganti untung karena warga tidak bisa menegosiasikan harga yang mereka inginkan, sehingga tanah yang warga tempati dihitung sesuai harga pasar.
"Kami menyayangkan ketika warga tidak bisa menegosiasikan harga tanah yang kami inginkan. Ibaratnya kami ini menjual barang [tanah] dan kami punya harga yang sesuai dengan ketentuan kami. Tetapi pemerintah sendiri sudah memiliki harga pasar yang ditetapkan, sehingga proyek jalan bebas hambatan ini malah banyak merugikan kami," ungkap dia.
Meski pemerintah memberikan harga untuk bangunan atau tanaman seperti pohon, sumur, atau bangunan kecil yang dimiliki warga, Qodir menilai hal itu hanya cara pemerintah memberi keuntungan pada warga.
"Jika hal-hal itu dihitung, harganya tidak seberapa. Artinya kami memiliki perbandingan harga yang sesuai untuk kami. Karena kami yang merasakan dampak di sini, sehingga kami yang paling paham seberapa besar biaya yang kami butuhkan," terang dia.
Sebelumnya, sekitar 270 warga Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman mengikuti sosialisasi rencana pengadaan tanah pembangunan tol Yogyakarta-Solo bersama Pemprov DIY, BPN DIY, dan juga tim Pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Solo dan Yogyakarta-Bawen.
Rencana pembangunan jalan bebas hambatan itu berdampak terhadap dua dusun di Bokoharjo, yakni Dusun Jobohan dan Pelemsari.
Kegiatan sosialisasi tersebut digelar di Balai Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Bantul. Sosialisasi kali pertama dilakukan Pemprov DIY untuk menyelesaikan program nasional tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Refleksi lembaga rehabilitasi narkoba tentang perilaku dopamine seeking, alasan sesuatu sulit dilepaskan, serta pentingnya mengenali diri dan mencari bantuan pr
KPK menyita Toyota Land Cruiser milik Arif Sugiyanto yang diduga digunakan untuk pengumpulan uang dalam kasus korupsi ATR/BPN.
BNPB mencatat karhutla di kawasan Tanjung Puting mencapai 513,89 hektare. Asap tebal menghambat pemadaman melalui udara di Kalteng.
Simak sinopsis Insidious: Out of the Further, film horor tentang Gemma yang bisa memasuki The Further dan membawa makhluk gaib ke dunia nyata.
Sleman masih kekurangan 83.726 lampu jalan. Anggaran pembangunan APJ direncanakan naik menjadi Rp30,6 miliar pada 2027.
Pegadaian meraih peringkat kedelapan dalam Danantara Indonesia CX100 Award 2026 sebagai salah satu BUMN dengan layanan terbaik berkat transformasi digital dan p