Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Ilustrasi. /Reuters
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja terus berupaya menyosialisasikan soal stigma negatif terhadap Orang Dengan HIV AIDS (ODHA). Berdasarkan data Pemkot, sepanjang 2004-2019, prevalensi HIV di Kota Jogja saat ini sekitar 1.300 orang, di mana 200 orang di antaranya telah menjadi pasien AIDS dan sebagiannya telah meninggal dunia.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Jogja, Yudiria Amelia, menjelaskan sebagai upaya pencegahan, dinasnya telah menyurvei pengetahuan tentang HIV AIDS yang ditujukan pada masyarakat berusia 15-24 tahun.
"Setelah survei, kami lalu menyosialisasikan soal kesehatan reproduksi dan HIV AIDS. Ini penting untuk remaja, diharapkan mereka bisa menjadi pear conselor, atau konselor di antara sesama," katanya dalam kegiatan peringatan Hari HIV AIDS di kompleks Balai Kota Jogja, Minggu (8/12/2019).
Bagi ODHA, dia berpesan untuk terus minum obat secara teratur, sebab kemungkinan sembuh ODHA tipis, namun jika rajin minum obat kemungkinan bertahan hidupnya akan lebih lama. Dengan begitu kekebalan dan staminanya akan stabil dan dapat hidup seperti biasa.
Amelia menegaskan dalam peringatan Hari HIV AIDS kali ini, Pemkot menggandeng Community Development (CD) Bethesda Yakum dan sejumlah Komunitas peduli HIV AIDS untuk mengupayakan pengurangan stigma negatif publik terhadap ODHA.
Project Manager Program HIV CD Bethesda Yakum, Sadinah, mengatakan kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk mewujudkan Three Zero 2030, yakni zero infeksi HIV; zero kematian karena AIDS dan zero stigma pada ODHA. "Beberapa upaya di antaranya kami mengintervensi masyarakat untuk sosialisasi pada remaja, komunitas, dan sebagainya. Ada pelatihan warga peduli AIDS yang mereka akan berperan pada penanggulangan dan pencegahan di wilayah masing-masing," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Polres Jayawijaya mencatat 24 korban tenggelam akibat jembatan gantung Wouma putus di Wamena berhasil dievakuasi tim gabungan.
Polresta Sleman buka suara soal curhatan Shinta Komala yang mengaku jadi korban kriminalisasi terkait dugaan penggelapan iPhone.
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta menunda keberangkatan 89 calon haji nonprosedural yang memakai visa kerja hingga iqama.
Veda Ega Pratama tetap berada di posisi lima besar klasemen Moto3 2026 usai finis kedelapan pada seri Catalunya di Spanyol.
Kemenag menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026 sehingga Idul Adha 2026 dirayakan Rabu, 27 Mei 2026.