38 Jembatan di Gunungkidul Rusak, Pemkab Lakukan Perbaikan Bertahap
Sebanyak 38 jembatan di Gunungkidul mulai rusak ringan hingga sedang. Pemkab pastikan masih aman dan lakukan perbaikan bertahap.
Seorang warga membasuh muka di sumur bor yang mengalir tanpa bantuan mesin pompa di Dusun Margirejo, Desa Ngalang, Kecamatan Gedangsari, Rabu (11/12/2019)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Warga Dusun Margirejo, Desa Ngalang, Kecamatan Gedangsari, dihebohkan dengan fenomena sumur bor yang mengeluarkan air tanpa bantuan mesin pompa. Diharapkan sumber air ini bisa dimanfaatkan oleh 200 kepala keluarga yang ada di wilayah tersebut.
Salah seorang warga Dusun Margirejo, Jamal, mengatakan air sumur yang mengalir tanpa bantuan mesin ini muncul sejak Selasa (10/12/2019) siang. Pembuatan sumur ini diinisiasi salah satu lembaga kemanusiaan di Kota Jogja untuk membantu mengatasi masalah kesulitan air yang dirasakan warga.
Upaya pengeboran berlangsung selama dua hari yakni mulai Senin (9/12/2019) pagi. Setelah mengebor sedalam 60 meter tiba-tiba muncul air secara alami. Hingga Rabu (11/12/2019) siang, air masih terus mengalir. Luberan air dimanfaatkan warga untuk mengairi area pertaian yang dimiliki. “Aliran menuju ke sungai dan di sungai ada warga yang memanfaatkan mesin pompa untuk mengangkat air ke sawah,” kata Jamal, Rabu.
Rencananya sumur bor ini dibuat untuk mengatasi masalah air bersih bagi warga sekitar. Selama ini, saat kemarau warga harus membeli air dari pedagang. Selain itu, ada juga yang memanfaatkan aliran air sungai untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Kalau di sini [sekitar sumur bor] air masih mudah, tapi kalau warga dusun lain lebih sulit sehingga harus membeli air bersih,” tuturnya.
Hal senada diungkapkan oleh Kepala Dusun Margirejo, Widodo. Menurut dia tujuan awal pengeboran untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat. “Kami dapat bantuan dari PKPU,” katanya.
Dusun Margorejo memiliki empat rukun tetangga (RT) dengan jumlah kepala keluarga (KK) mencapai 200. Diharapkan dengan sumur bor ini bisa membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air, khususnya saat kemarau. “Harapannya 200 KK nantinya bisa mendapatkan air dari sumur ini,” katanya.
Air mengalir dari sumur bor tanpa bantuan mesin pompa bukan pertama kali. Sebelumnya di Desa Tancep, Kecamatan Ngawen dan Desa Bendung, Kecamatan Semin, juga muncul fenomena yang sama.
Kepala Desa Bendung, Didik Rubiyanto, mengatakan air dari sumur bor keluar sendiri muncul di Dusun Widoro Lor. Hingga saat ini air masih mengalir dan dimanfaatkan untuk pertanian. “Malah dibikin kolam dan keberadaan sumur ini benar-benar membantu warga untuk pertanian,” kata Didik beberapa waktu lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 38 jembatan di Gunungkidul mulai rusak ringan hingga sedang. Pemkab pastikan masih aman dan lakukan perbaikan bertahap.
Polresta Sleman bentuk tim khusus untuk selidiki kasus 11 bayi di Pakem, termasuk dugaan adopsi ilegal dan TPPO.
Grand Rohan Jogja kembali menghadirkan ruang apresiasi seni melalui pameran seni lukis bertajuk “The Beauty of Color”. Pameran ini resmi dibuka Senin (18/5)
Dua wakil Indonesia lolos ke babak utama Malaysia Masters 2026, drama kualifikasi warnai hasil di Axiata Arena Kuala Lumpur.
Samsung Messages resmi dihentikan Juli 2026. Pengguna Galaxy wajib pindah ke Google Messages. Simak cara backup data dan jadwalnya.
Gerbang Tol Trihanggo Sleman usung siluet Ratu Boko dan aksara Jawa, jadi ikon budaya baru di Tol Jogja–Solo.