Skrining TBC Gunungkidul Belum Optimal, Kesadaran Warga Jadi Kendala
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Seorang warga membasuh muka di sumur bor yang mengalir tanpa bantuan mesin pompa di Dusun Margirejo, Desa Ngalang, Kecamatan Gedangsari, Rabu (11/12/2019)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Warga Dusun Margirejo, Desa Ngalang, Kecamatan Gedangsari, dihebohkan dengan fenomena sumur bor yang mengeluarkan air tanpa bantuan mesin pompa. Diharapkan sumber air ini bisa dimanfaatkan oleh 200 kepala keluarga yang ada di wilayah tersebut.
Salah seorang warga Dusun Margirejo, Jamal, mengatakan air sumur yang mengalir tanpa bantuan mesin ini muncul sejak Selasa (10/12/2019) siang. Pembuatan sumur ini diinisiasi salah satu lembaga kemanusiaan di Kota Jogja untuk membantu mengatasi masalah kesulitan air yang dirasakan warga.
Upaya pengeboran berlangsung selama dua hari yakni mulai Senin (9/12/2019) pagi. Setelah mengebor sedalam 60 meter tiba-tiba muncul air secara alami. Hingga Rabu (11/12/2019) siang, air masih terus mengalir. Luberan air dimanfaatkan warga untuk mengairi area pertaian yang dimiliki. “Aliran menuju ke sungai dan di sungai ada warga yang memanfaatkan mesin pompa untuk mengangkat air ke sawah,” kata Jamal, Rabu.
Rencananya sumur bor ini dibuat untuk mengatasi masalah air bersih bagi warga sekitar. Selama ini, saat kemarau warga harus membeli air dari pedagang. Selain itu, ada juga yang memanfaatkan aliran air sungai untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Kalau di sini [sekitar sumur bor] air masih mudah, tapi kalau warga dusun lain lebih sulit sehingga harus membeli air bersih,” tuturnya.
Hal senada diungkapkan oleh Kepala Dusun Margirejo, Widodo. Menurut dia tujuan awal pengeboran untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat. “Kami dapat bantuan dari PKPU,” katanya.
Dusun Margorejo memiliki empat rukun tetangga (RT) dengan jumlah kepala keluarga (KK) mencapai 200. Diharapkan dengan sumur bor ini bisa membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air, khususnya saat kemarau. “Harapannya 200 KK nantinya bisa mendapatkan air dari sumur ini,” katanya.
Air mengalir dari sumur bor tanpa bantuan mesin pompa bukan pertama kali. Sebelumnya di Desa Tancep, Kecamatan Ngawen dan Desa Bendung, Kecamatan Semin, juga muncul fenomena yang sama.
Kepala Desa Bendung, Didik Rubiyanto, mengatakan air dari sumur bor keluar sendiri muncul di Dusun Widoro Lor. Hingga saat ini air masih mengalir dan dimanfaatkan untuk pertanian. “Malah dibikin kolam dan keberadaan sumur ini benar-benar membantu warga untuk pertanian,” kata Didik beberapa waktu lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
AFC Nations League disiapkan AFC. Simak proyeksi divisi Timnas Indonesia berdasarkan ranking FIFA dan status format kompetisi.
Helm yang terkena hujan jangan langsung disimpan. Simak 3 cara merawat helm agar tidak bau apek, tetap nyaman, dan awet digunakan.
Konser Ed Sheeran di Gillette Stadium pada 25 dan 26 September 2026 dibatalkan karena cuaca buruk. Tiket Ticketmaster akan direfund otomatis.
Profil Rahmat Erwin Abdullah, lifter Indonesia yang meraih emas Asian Games 2026 sekaligus memecahkan dua rekor dunia dengan total 366 kg.
Rahmat Erwin Abdullah meraih emas Asian Games 2026 nomor 75 kg putra dengan total 366 kg. Ia juga mencatatkan rekor dunia lewat angkatan clean and jerk.