Film Berlatar Jogja Menang di Cannes 2026, Kisah Yanto Pukau Dunia
Film Indonesia berlatar Jogja raih penghargaan di Cannes 2026. Kisah identitas ‘Yanto’ memikat penonton dunia.
Ilustrasi. /Antarafoto
Harianjogja.com, SLEMAN- Sejumlah ruas jalan di wilayah Sleman akan diperbaiki. Selain menggunakan dana APBD, perbaikan jalan juga mendapat sokongan dari dana alokasi khusus (DAK).
Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman Achmad Subhan setelah menyelesaikan pembangunan empat jembatan di jalan Gito-Gati, Pemda DIY akan memperbaiki jalan tersebut tahun depan.
"Peningkatan Jalan Gito Gati sepanjang 2,48 kilometer akan dilakukan tahun depan. Pelaksananya DPU DIY hanya saja lokasi jalan berada di Sleman," ujar Subhan, Jumat (13/12/2019).
Dia mengatakan tahun depan selain Gito-Gati terdapat sembilan paket ruas jalan yang akan diperbaiki oleh Bina Marga Sleman. Dari sembilan paket tersebut dua di antaranya dibiayai oleh pusat melalui DAK. "Kami mendapatkan DAK sekitar Rp26 miliar. Ini untuk memperbaiki atau meningkatkan dua ruas jalan tahun depan," katanya.
Kedua ruas jalan yang akan diperbaiki, masing-masing untuk ruas jalan Gelondong-Tegalrejo di Kalasan sepanjang 2 km (Rp17 miliar) dan ruas jalan Babatan-Kemasan di Ngemplak sepanjang 1,85 km (Rp9 miliar). Penggunaan DAK tersebut dilakukan berdasarkan survei kondisi jalan. "Kami menggunakan skala prioritas DAK survey kondisi jalan skala prioritas, berdasarkan ranking (rusak berat)," katanya.
Apalagi kedua ruas jalan tersebut menjadi poros utama untuk menghubungkan antar kecamatan.
Ruas jalan Gelondong-Tegalrejo menghubungkan Kecamatan Kalasan dengan Kecamatan Ngemplak. Sedangkan ruas Babatan-Kemasan menghubungkan kecamatan Ngemplak dengan Cangkringan. "Kalau Babatan-Kemasan sebenarnya melanjutkan yang tahun ini. Tahun ini kami gunakan APBD, tahun depan menggunakan DAK," katanya.
Dijelaskan Subhan, panjang jalan yang diperbaiki tahun depan tidak jauh berbeda dengan tahun ini. Total panjang jalan yang bisa diperbaiki sekitar 23km. Hal itu disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Kemampuan APBD untuk satu ruas jalan rata-rata dua kilometer. Sebab untuk satu kilometer biaya yang dibutuhkan antara Rp4 hingga Rp5 miliar.
Dia menyontohkan, tahun depan ruas jalan yang diperbaiki menggunakan APBD adalah ruas Nantan-Krikilan sepanjang 2,7 km. Pagu anggaran yang sediakan sebesar Rp11 miliar. "Kalau APBD tidak mampu, kami berusaha mencari solusinya. Kami mengajukan ke pusat melalui DAK karena perbaikan jalan menjadi hak warga," katanya.
Terkait perbaikan jalan Gito Gati, Kepala DPUP-KP Sleman Sapto Winarno mengatakan peningkatan jalan Gito-Gati salah satunya bertujuan untuk menambah kapasitas kendaraan. Selama ini, kepadatan lalu lintas di jalan tersebut dinilai sangat tinggi. Lalu-lintas harian (LHR) mencapai 30.340 kendaraan.
Kondisi tersebut terjadi karena jalan Gito Gati merupakan jalur alternatif menghindari jalur-jalur utama lainnya. Jalan tersebut juga menjadi jalan penghubung antara jalan Palangan dengan jalan Magelang. Selain itu, kondisi jalan yang sudah tidak baik memungkinkan untuk diperbaiki.
"LHR di jalan Gito Gati sangat tinggi, sehingga perlu dilakukan peningkatan. Lebat jalan rencananya antara sembilan hingga 11 meter,” ujar Sapto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Film Indonesia berlatar Jogja raih penghargaan di Cannes 2026. Kisah identitas ‘Yanto’ memikat penonton dunia.
BTS dipastikan konser di GBK Jakarta 26–27 Desember 2026 dalam tur dunia ARIRANG dengan tiket mulai Rp1,8 juta.
Arema FC dan PSIM Jogja rilis susunan pemain jelang laga BRI Super League 2025-26 di Stadion Kanjuruhan Malang.
BPBD Bantul bersiap hadapi kekeringan dampak El Nino pada Juni 2026. Simak mekanisme bantuan air bersih dan alokasi anggaran tangki air di sini.
YellowKey ditemukan mampu membobol enkripsi BitLocker di Windows 11 tanpa kata sandi. Peneliti menduga adanya backdoor yang sengaja ditanamkan Microsoft.
MORAZEN Yogyakarta kembali menjalankan program MORA Impact sebagai bagian dari komitmen Environmental, Social, and Governance (ESG)