Stasiun Lempuyangan Direnovasi Besar-besaran, Kridosono & Kotabaru Ditata Ulang

Rancangan Stasiun Lempuyangan yang sudah direnovasi besar-besaran. - Harian Jogja/Desi Suryanto
13 Desember 2019 19:27 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pengembangan Stasiun Lempuyangan menjadi lebih luas dan modern sejalan dengan program Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja yang mulai menata kawasan Kotabaru.

Kepala Bidang Pengaturan dan Pembinaan Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kota Jogja, Danang Yuliaksono, mengatakan Pemkot telah menyiapkan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) untuk menata Kotabaru. Bulevar akan diperindah.

“Kridosono juga kami akan kembangkan lebih baik. Fungsi utama Kotabaru adalah garden city sehingga tidak boleh berkembang terlalu padat atau tinggi. Tetap mempertahankan pohon dan ruang terbuka,” ujarnya, Kamis (12/12/2019).

Ia mengungkapkan beberapa proyek yang sudah direncanakan yakni perbaikan Kantor Dinas Pariwisata, Perpustakaan Kota dan bulevar yang akan disesuaikan dengan desain Jalan Suroto. “Kotabaru diharapkan jadi wajah Jogja, setelah keluar dari Lempuyangan, penumpang langsung melihat Kotabaru,” katanya.

Penataan Kotabaru dilakukan bertahap dan belum bisa dimulai dalam waktu dekat karena Pemkot masih memprioritaskan penataan jalur pedestrian sepanjang Jalan Sudirman dan sekitar Tugu pada 2020.

Danang mengatakan PT KAI sudah menyampaikan rencana pengembangan Stasiun Tugu dan Lempuyangan kepada Pemkot Jogja.

“Setahu kami Stasiun Tugu lebih diarahkan ke tujuan wisata dan eksekutif, sedangkan Stasiun Lempuyangan akan lebih dipusatkan untuk stasiun penumpang,” katanya.

Pengaturan ini, kata dia, termasuk dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) DIY, yang telah mengamanatkan kedua stasiun menjadi Transit Oriented Development (TOD). “Harapannya orang yang menggunakan kereta lebih banyak dan efisien, termasuk pergantian modanya juga lebih mudah, semisal dari bandara, pindahnya bisa dengan kereta,” ungkapnya.

Ia menuturkan Stasiun Tugu akan mengalami  perubahan pintu masuk, yakni menjadi di sisi utara. Perubahan ini bisa turut memecah keramaian di Malioboro. Saat ini pintu masuk Stasiun Tugu berada di selatan. Saat penumpang kereta menumpuk, Jalan Pasar Kembang macet.

Revitalisasi Stasiun Tugu saat ini sudah dimulai, tetapi beberapa unsur yang melibatkan struktur ruang, masih perlu menunggu revisi RTRW selesai. Adapun saat ini RTRW sedang dalam proses pembahasan di DIY dan telah masuk dalam Prolegda untuk dibahas Pansus di DPRD awal 2020.

Perombakan Besar

PT KAI berencana merenovasi Stasiun Lempuyangan secara besar-besaran. Maket awal revitalisasi sudah dipajang di stasiun. “Awal nanti akan dicoba desain seperti itu [seperti di maket]. Stasiun Lempuyangan dan Stasiun Tugu jadi sentra pelayanan penumpang di DIY,” kata Executive Vice President (EVP) PT KAI Daop 6 Eko Purwanto, Kamis (12/12/2019).

Ia mengungkapkan saat ini di Stasiun Lempuyangan masih terdapat lokasi bongkar muat semen dan barang lainnya. Ke depan kereta  barang akan ditata dan dialihkane ke Stasiun Patukan maupun Stasiun Prambanan (Brambanan).

“Kami akan setting ulang agar pelayanan penumpang makin bagus dan makin terkoneksi dengan tempat-tempat wisata di DIY. Rencananya, Stasiun Lempuyangan memang untuk penumpang saja,” tutur dia.

Dalam rencana awal yang sudah disusun PS KAI, pintu masuk ke Stasiun Lempuyangan tidak hanya dari selatan, tetapi juga dari utara. Selain itu akan ada bangunan-bangunan baru yang lebih modern. Area stasiun juga akan lebih luas ke arah utara.

“Ini masih desain awal dan akan dikaji ulang. Kepastian desain tahun depan. Tahun depan KRL mulai konstruksi, nanti Jogja akan ada peningkatan baik volume penumpang, pelayanan, dan lain-lain. Jogja majunya pesat. Kita perlu bersinergi,” kata dia.

Menurut dia, bangunan heritage tetap akan dilestarikan dan difungsikan,  misalnya untuk kantor, hotel, ataupun restoran. Dengan demikian, sejarah stasiun tidak akan hilang.

“Maket yang ada masih rencana awal. Lempuyangan masih menunggu kepastian. Intinya ada penataan biar nanti bisa layani penumpang lebih banyak dan nyaman,” kata dia.

Dari keteramgan yang tertuang dalam maket pada desain baru akan ada beberapa jenis bangunan. Bangunan heritage akan dipakai untuk restoran dan loko kafe, hotel budget. Selain itu ada bangunan untuk pertemuan, hotel bintang tiga, parkir, perkantoran, plaza untuk ruang publik, terowongan untuk pejalan kaki dan sepeda, depo, gudang, kondominium, mal, dan ruang kerja.