Gunungkidul Tak Kebagian Kuota Transmigrasi 2026, Ini Penyebabnya
Gunungkidul dipastikan tidak memberangkatkan peserta transmigrasi pada 2026 karena minimnya kuota yang diterima DIY. Padahal, masih ada sekitar 30 kepala keluar
Pembeli memilih bawang putih di salah satu kios sembako di Pasar Argosari, Wonosari, beberapa waktu lalu./Harian Jogja-Rahmat Jiwandono
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul mengklaim harga kebutuhan pokok relatif stabil menjelang perayaan Natal. Hal ini terlihat dari hasil pemantauan harga-harga yang dilakukan secara berkala oleh tim dari Disperindag.
Sekretaris Disperindag Gunungkidul, Virgilio Soriano, mengatakan untuk harga-harga kebutuhan pokok di Gunungkidul masih relatif stabil. Sebagai contoh untuk beras jenis IR2 masih tetap sama dengan harga di awal Desember yang dipasarkan dengan harga Rp10.100 per kilogram. Gula pasir dijual Rp12.500 per kilogram; minyak goreng kemasan Rp12.200 per liter dan telur Rp24.000 per kilogram. “Masih stabil dan belum ada perubahan harga yang signifikan,” katanya saat ditemui Senin (16/12/2019).
Menurut dia, kenaikan harga yang menonjol terjadi pada komoditas bawang merah. Di akhir November, komoditas ini dijual Rp25.000 per kilogram. Namun saat ini ada kenaikan sebesar Rp5.000 menjadi Rp30.000 per kilogram.
Disinggung mengenai penyebab kenaikan, mantan Sekretaris Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Gunungkidul ini belum bisa memastikan. Meski demikian, ia menyebutkan bahwa kenaikan sangat dipengaruhi oleh ketersediaan di pasaran. Pada saat stok minim dan permintaan tinggi, maka harga jual bakal naik. “Meski ada kenaikan, harga bawang merah masih dalam tingkat wajar dan belum terlalu tinggi,” katanya.
Disperindag, menurut Virgilio, terus memantau harga-harga di pasaran. Selain untuk mengetahui kondisi terkini di pasaran, pemantauan juga bermanfaat untuk melihat stok kebutuhan pokok di pasaran. “Pemantauan merupakan kegiatan rutin dan untuk sekarang harga-harga masih stabil,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Badingah, mengaku sudah menginstruksikan kepada jajarannya untuk terus memantau harga kebutuhan pokok di lapangan khususnya menjelang perayaan Natal. Menurut dia, pemantauan bertujuan melihat stok di pasaran sehingga diketahui apakah ada kenaikan harga atau tidak.
Menurut Badingah, ada beberapa komoditas yang dipantau selain barang-barang kebutuhan pokok yakni elpiji terutama tabung ukuran tiga kilogram. Badingah menuturkan ketersediaan elpiji di pasaran harus dipastikan sehingga masyarakat tidak kesulitan untuk mendapatkan bahan bakar untuk memasak ini. “Jangan sampai ada gejolak sehingga ketersediaan harus dipastikan sehingga aman di pasaran,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul dipastikan tidak memberangkatkan peserta transmigrasi pada 2026 karena minimnya kuota yang diterima DIY. Padahal, masih ada sekitar 30 kepala keluar
Wamendagri Bima Arya menyatakan pemerintah belum membahas usulan kewarganegaraan ganda dan masih mengkaji aspek hukum serta data pendukung.
PSS Sleman memastikan seluruh pemain asing telah tiba dan menjalani MCU. Manajemen kini menuntaskan administrasi sebelum peluncuran tim.
Presiden Prabowo akan meresmikan program listrik desa sebelum 14 Agustus 2026. Sebanyak 1.400 desa telah tersambung listrik sepanjang 2025.
Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum menerima arahan Presiden Prabowo terkait bursa calon Gubernur BI setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri.
Kebakaran Pasar Sidoharjo Bayat Klaten menghanguskan dagangan pedagang. Pemkab Klaten menyiapkan solusi agar pedagang segera berjualan kembali.