Amankan Nataru, Polisi Gelar Operasi Lilin Progo 2019

Apel Siaga anggota Polres Gunungkidul. - Harian Jogja/Rahmat Jiwandono.
15 Desember 2019 20:17 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Polres Gunungkidul berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat saat libur akhir tahun. Untuk memperlancar arus lalu lintas Polri bersama Dinas Perhubungan (Dishub) menyiapkan pos pengamanan dan pemantauan di beberapa lokasi.

Kapolres Gunungkidul, AKBP Agus Setiawan, mengatakan pengamanan selama libur akhir tahun dilakukan dengan sandi Operasi Lilin Progo 2019. Operasi ini tidak hanya melibatkan personel dari kepolisian, tetapi juga bekerja sama dengan TNI maupun Pemkab Gunungkidul. “Kami sudah bersiap dan berkoordinasi dengan sejumlah stakeholder, dan pengamanan terus kami lakukan,” kata Agus kepada wartawan, Sabtu (14/12/2019).

Menurut dia, untuk pengamanan dilakukan di sejumlah objek vital. Selain jalur-jalur menuju destinasi wisata baik di destinasi lama maupun baru, pengamanan juga dilakukan di gereja. Hal ini dilakukan untuk memastikan perayaan Natal 2019 berjalan dengan lancar. “Intinya kami ingin suasana tetap kondusif. Untuk itu kami juga meminta partisipasi dari masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah masing-masing,” katanya.

Kasatlantas Polres Gunungkidul, AKP Anang Tri Nuviyan, mengatakan untuk pengaturan di jalur wisata jajarannya menyiapkan beberapa rekayasa arus. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi kepadatan arus kendaraan, baik saat menuju maupun saat pulang dari destinasi wisata.

Untuk pengamanan Satlantas juga membangun dua pos di Hargodumilah, Kecamatan Patuk, dan Bundaran Siyono, di Desa Logandeng, Kecamatan Playen. Untuk pos pemantauan difokuskan di destinasi wisata seperti di Pantai Indrayanti dan simpang tiga Baron. “Kami mencoba memastikan semua berjalan dengan baik sehingga personel yang ada terus disiagakan,” katanya.

Bupati Gunungkidul, Badingah, menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk terus melakukan pemantauan. Salah satu fokus yang ditekankan adalah berkaitan dengan ketersediaan bahan pokok serta kebutuhan gas di masyarakat. “Masih terpantau aman dan saya harap tidak ada masalah selama libur akhir tahun,” katanya.

Selama libur, Bupati meminta kepada para pedagang untuk tidak mematok harga makanan secara sembarangan alias nuthuk. Guna menjamin kenyamanan pengunjung pedagang juga diminta mencantumkan harga-harga di daftar menu yang disiapkan. “Ambil untung boleh, tapi jangan seenaknya karena bisa berpengaruh terhadap citra pariwisata di Gunungkidul,” katanya.