Gelombang Tinggi, 3 Perahu Nelayan Tenggelam Diterjang Ombak
Tiga perahu nelayan Gunungkidul terbalik dalam kurang dari 24 jam. Tujuh nelayan selamat di tengah gelombang yang naik.
Penemuan bangkai penyu di Gunungkidul, Minggu (15/12/2019)./Ist-SAR Satlinmas Wilayah II DIY,
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Bangkai seekor penyu ditemukan oleh wisatawan di kawasan Pantai Somandeng, Desa Tepus, Kecamatan Tepus, Minggu (15/12/2019) pagi. Total sepanjang tahun ini, tim dari SAR Satlinmas Wilayah II DIY telah menemukan dua bangkai penyu.
Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II DIY, Surisdiyanto mengatakan, temuan penyu mati ini berawal dari laporan pengunjung pada Minggu sekitar pukul 07.30 WIB. Laporan itu ditindaklanjuti petugas SAR dengan mendatangi lokasi penemuan.
“Saat ditemukan sudah dalam keadaan mengambang. Untuk ukuran masih sedang karena ukuran batoknya baru 20 sentimeter,” kata Suris kepada wartawann, Minggu.
Menurut dia, tim SAR tidak melakukan identifikasi terhadap jenis penyu yang mati. Hal ini dikarenakan bangkai sudah menimbulkan bau sehingga langsung dikuburkan beberapa saat setelah ditemukan.
Suris menjelaskan, di wilayah Pantai Selatan dulunya sering menjadi tempat pendaratan penyu untuk bertelur. Namun dikarenakan perkembangan pariwisata, keberadaannya mulai jarang terlihat. Untuk masyarakat sendiri juga tidak berani menangkap seiring sosialisasi dari pihak Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) dan kepolisian. “Hewan itu dilindungi dan sekarang tidak ada lagi yang menangkap,” katanya.
Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul beberapa waktu lalu sudah melakukan survei pantai yang sering digunakan sebagai pendaratan penyu. Beberapa lokasi ini di antaranya pantai Butuh, Ngulen, Ngedan, Soridam. Karawak, dan Piyuyon. Untuk pantai yang memiliki potensi tinggi ada enam pantai yakni pantai woh kudu, Kayu arum, Porok, Ngrumput, seruni dan Ngitun.
Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II DIY, Marjono menambahkan, untuk tahun ini total sudah ada dua bangkai penyu yang ditemukan. Selain di Pantai Somandeng, bangkai penyu juga pernah ditemukan di pantai Kukup. “Yang pertama ditemukan pada Maret lalu,” ungkap Marjono.
Menurut dia, keberadaan penyu sudah jarang sekali terlihat. Hal ini berbeda dengan pada saat pariwisata belum berkembang pesat, kawasan penyu masih gampang dijumpai di sejumlah pantai di Gunungkidul.
“Untuk penyu mendarat dan bertelur, saya lihat terakhir di 2013 lalu di kawasan Pantai Drini. Untuk sekarang kawasan itu sulit ditemukan karena pantai sudah digunakan untuk aktivitas berjualan,” katanya.
Bangkai penyu saat akan dikuburkan oleh petugas SAR. Minggu (15/12)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tiga perahu nelayan Gunungkidul terbalik dalam kurang dari 24 jam. Tujuh nelayan selamat di tengah gelombang yang naik.
PPPK tidak otomatis menjadi PNS pada 2027. Guru PPPK memiliki jalur berbeda, dari paruh waktu ke penuh waktu hingga seleksi CPNS.
Suporter PSIM Jogja Brajamusti Rantau menyerahkan ambulans untuk Bala Mataram Rescue sebagai wujud dukungan bagi kemanusiaan.
Prabowo mengancam mencabut izin perusahaan yang tak memenuhi kewajiban pencegahan karhutla, termasuk lima perusahaan sawit.
Kemenhub menerbitkan 35 izin pesawat registrasi asing dari delapan negara untuk memperkuat penanganan karhutla di Indonesia.
Rayakan 81 Tahun Kemerdekaan RI, XLSMART hadirkan perjalanan Semarang–Solo–Yogyakarta untuk membuktikan pengalaman konektivitas 5G sekaligus memperkuat semangat