Jadwal SIM Keliling Jogja Hari Ini Selasa 19 Mei 2026
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini hadir di Alun-Alun Kidul dan layanan drive thru di Mal Pelayanan Publik Kota Jogja.
Ilustrasi jalan tol/JIBI-Bisnis Indonesia-M. Ferri Setiawan
Harianjogja.com, JOGJA—Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) merevisi desain tol Jogja-Solo yang melintas di sepanjang Ring Road Monjali dari semula melayang (elevated) menjadi di bawah seperti jalan biasa (at grade). Pertimbangannya adalah faktor estetika dan keselamatan lalu lintas.
Perubahan konstruksi itu akan berdampak pada semakin banyaknya lahan yang dibebaskan karena panjang jalan tol yang menyusur tanah sekitar dua kilometer, kemungkinan besar memakai jalur Ring Road yang saat ini bebas dipakai pemakai kendaraan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pelaksana Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Tol Jogja-Solo Totok Wijayanto mengatakan perubahan desain tol di kawasan Monumen Jogja Kembali (Monjali) saat ini masih digodok. Ia belum mendapatkan salinan perubahaan desain karena masih berada di pusat. Menurutnya, ada beberapa pertimbangan perubahan desain itu, antara lain terkait keselamatan lalu lintas.
Selain itu Totok mengaku ada pertimbangan khusus, termasuk dari sisi estetika. Namun, ia enggak menjelaskan detailnya.
“Sebetulnya itu dulu elevated, kemudian ada pertimbangan estetika, pertimbangan ini, diminta untuk diturunkan ya kami turunkan, sebetulnya itu estetika, utamanya estetika. Saya belum tahu persisnya, tetapi biasanya orang Jogja yang lebih paham soal ini, biasanya lebih istimewa daerah tertentu yang memang kuat,” katanya melalui sambungan telepon, Rabu (18/12/2019).
Kawasan Monjali merupakan salah satu titik garis imajiner Jogja yang dimulai dari Gunung Merapi, Tugu Pal Putih, Panggung Krapyak, Kraton hingga Laut Selatan.
“Saya tidak persisnya, orang Jogja lebih paham,” ujar Totok lagi.
Ia memastikan titik yang batal elevated di wilayah DIY hanya kawasan simpang empat Monjali, sedangkan yang lain masih sesuai perencanaan. Menurutnya dengan batalnya konstruksi melayang, lebih banyak tanah milik warga yang harus dibebaskan.
Totok mengumpamakan desain elevated hanya butuh hanya tanah 10 meter, sedangkan at grade bertambah jadi 20 meter.
“Solusinya jadi at grade, akan diperlebar, gambar masih didesain, gambar desain sempurnanya kami belum lihat, mungkin pekan depan desainnya bisa kami peroleh. Mungkin menambah pembebasan lahan, kalau di situ awalnya sedikit-sedikit, cuma begitu at grade karena akan diperlebar, dulunya kena 10 meter mungkin jadi 20 meter, seperti itu,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini hadir di Alun-Alun Kidul dan layanan drive thru di Mal Pelayanan Publik Kota Jogja.
Lima WNI dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 dilaporkan ditahan Israel di perairan Siprus.
Jemaah haji asal Solo menjalani amputasi jempol kaki di Makkah akibat komplikasi diabetes saat ibadah haji 2026.
Harga minyak mentah Indonesia April 2026 melonjak menjadi 117,31 dolar AS per barel akibat konflik Timur Tengah dan Selat Hormuz.
Dewan Pers mendesak pemerintah Indonesia menempuh jalur diplomatik untuk membebaskan tiga jurnalis yang ditahan Israel.
Sri Wagiyati, pedagang asongan stadion di Jogja, menemukan keluarga baru lewat kedekatannya dengan suporter BCS, Brajamusti, dan Slemania.