Gempa M4,4 Guncang Selatan Bali, Wilayah Pangandaran Tetap Siaga
Gempa M4,4 mengguncang selatan Kuta, Bali. BMKG mencatat sebelumnya gempa juga terjadi di Bogor dan Pangandaran tanpa laporan kerusakan di Garut.
Ilustrasi jalan tol/JIBI-Bisnis Indonesia-Nurul Hidayat
Harianjogja.com, SLEMAN—Trase Tol Jogja-Solo yang melewati Ring Road Utara akan diubah. Semula, konstruksi tol di sepanjang Ring Road Utara akan dibuat elevated atau melayang. Namun, kini rencana itu berubah. Jalan tol akan dibangun di tanah atau at grade saat melewatu sekitar simpang empat Monumen Jogja Kembali (Monjali).
“Perubahan desain itu sudah melalui berbagai pertimbangan matang. Kami mencari desain yang paling menguntungkan warga Jogja,” kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pelaksanaan Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Bawen-Jogja-Solo Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Wijayanto, Selasa (17/12/2019).
Menurut dia, perubahan desain dari elevated di atas Ring Road menjadi at grade akan membutuhkan pelebaran jalan atau memakai jalan yang sudah ada.
“Kemungkinan besar jalan yang sudah [Ring Road] ada akan digunakan menjadi jalan bebas hambatan,” katanya.
Menurut dia, Ditjen Bina Marga belum bisa membeberkan secara rinci. Sebab, perubahan desain itu baru diumumkan tiga hari sebelum sosialisasi proyek tol kepada masyarakat.
“Jalan Ring Road akan kami pakai, tetapi kami akan cermati lagi desainnya karena baru beberapa waktu lalu ganti desain,” katanya.
Wijayanto memperkirakan panjang jalan tol at grade atau sejajar dengan Ring Road Utara tidak akan lebih dari dua kilometer. Bina Marga belum bisa memastikan secara rinci di mana tol akan turun dan kemudian kembali naik menuju jalan layang.
“Perubahan ini tentu bakal mempengaruhi besaran anggaran yang dikeluarkan. Bisa jadi kurang, bisa jadi tambah,” katanya.
Ia mengataka sosialisasi kepada warga terdampak pembangunan Tol Jogja-Solo di wilayah DIY sejauh ini sudah berjalan sesuai perencanaan.
“Warga memberikan respons yang baik terhadap rencana pembangunan tol,” katanya.
Izin penetapan lokasi (penlok) kemungkinan terbit pada Februari hingga April 2020. Setelah penlok turun, tim pengadaan lahan akan mematok dan mengukur bidang tanah serta menginventarisasi kebutuhan.
“Proses pembayaran ganti rugi bisa mulai dicairkan Agustus 2020. Kalau sudah lengkap semua langsung dibayar, langsung transfer ke rekening masing-masing, begitu sudah jelas siapa pemiliknya, bidangnya berapa, luasnya berapa, dapat ganti rugi berapa,” katanya.
Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) DIY Krido Suprayitno mengatakan pemilik lahan di wilayah perdesaan yang terdampak tol Jogja-Solo tidak perlu mengganti status tanah dari letter C menjadi sertifikat.
“Begitu juga pengurusan izin mendirikan bangunan (IMB). Di perdesaan, IMB tetap tidak akan memengaruhi penilaian tim appraisal,” katanya.
Menurut dia, hal tersebut berbeda dengan IMB wilayah perkotaan, seperti di Kecamatan Depok. “Jadi kami minta warga tidak usah berbondong-bondong mengurus IMB,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Gempa M4,4 mengguncang selatan Kuta, Bali. BMKG mencatat sebelumnya gempa juga terjadi di Bogor dan Pangandaran tanpa laporan kerusakan di Garut.
Timnas Indonesia gagal lolos ke semifinal Piala AFF 2026 setelah ditahan Singapura 1-1. Momen blunder Rizky Ridho dalam proses gol Ilhan Fandi menjadi sorotan p
Sprint race MotoGP Inggris 2026 digelar malam ini di Silverstone, 22.00 WIB live Vidio. Marc Marquez mulai ancam Jorge Martin di puncak klasemen. Bezzecchi siap
Jadwal perpanjangan SIM Jogja Agustus 2026 melalui SIM Keliling, Drive Thru MPP, dan Satpas lengkap dengan syarat, biaya, serta lokasinya.
Jadwal perpanjangan SIM Sleman Agustus 2026 di Satpas, MPP, SCH, dan SIMMADE lengkap dengan syarat, lokasi, dan jam pelayanan.
Jadwal SIM Keliling dan Samsat Keliling malam di SSA Bantul Agustus 2026 lengkap dengan syarat perpanjangan SIM dan layanan PKB tahunan.