Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Komisioner LO DIY berbicara dalam Laporan Kinerja LO DIY 2019, Senin (6/1/2020)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Masyarakat DIY dinilai kian kritis dan peduli untuk mendapat kualitas pelayanan publik yang baik. Hal ini tercermin dari meningkatnya jumlah aduan masyarakat ke Lembaga Ombudsman DIY (LO DIY) pada 2019 dibanding tahun sebelumnya, yakni sebesar 47,3%.
Ketua LO DIY, Suryawan Raharjo, menjelaskan pada tahun lalu lembaganya mendapat total 459 aduan masyarakat. "Sebanyak 241 diselesaikan dengan konsultasi dan 218 diselesaikan dengan terbitnya rekomendasi dan LPK [Laporan Penyelesaian Khusus]," katanya dalam Laporan Kinerja LO DIY 2019, Senin (6/1/2020).
Dia membagi kasus dalam enam sektor yang didominasi sektor properti sebesar 68,3% dengan jumlah pengaduan sebanyak 149 aduan; sektor ketenagakerjaan ada 17 aduan; sektor lingkungan ada 13 aduan; sektor pendidikan ada tujuh aduan; sektor keuangan ada tujuh aduan; dan sektor pertanahan ada enam aduan.
Aduan sektor properti, kata dia, didominasi oleh kasus program rumah subsidi, di mana pengembang tidak bisa menepati tenggat waktu pembangunan sebagaimana yang telah disepakati dengan konsumen, padahal konsumen sudah menyerahkan sejumlah uang.
Konsumen yang masuk dalam kategori masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) memiliki keterbatasan dalam akses informasi, pengalaman dan ekonomi sehingga jadi pohak yang rentan untuk dipermainkan dalam berbagai tawaran dengan dalih memberi kemudahan.
Wakil Ketua LO DOY, Fuad, mengungkapkan dari pengembang ternyata ada motif usaha yang tidak baik, semisal adanya pembayaran lunas dalam skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), terjadi wanprestasi mengenai waktu serah terima dan sulitnya akses informasi tentang hak pelapor. "Kasus ini masih terus berlanjut. Masih kami kawal penyelesaiannya. Kami tetap optimis kasus ini dapat diselesaikan dengan arif," ujarnya.
Di sektor keuangan, aduan terjadi terkait dengan tata kelola koperasi yang secara khusus menyangkut kualitas perjanjian antara pengelola dengan anggota koperasi. "Dalam kasus tertentu pengelola menggelapkan simpanan dari anggota," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Hari Kanker Paru Sedunia, AstraZeneca mendorong penguatan navigasi pasien untuk mempercepat diagnosis, rujukan, dan pengobatan kanker paru.
Pieter Huistra menyebut progres PSS Sleman mencapai 70-75%. Fisik pemain 80%, sedangkan taktik 70-75% jelang Super League.
Vin Diesel mengungkap Fast Forever mulai syuting Desember 2026. Film utama ke-11 Fast & Furious ini dijadwalkan tayang Maret 2028.
Inklusi keuangan DIY mencapai 98,74 persen, peringkat kedua nasional. OJK masih fokus meningkatkan literasi keuangan masyarakat.
Kemenkes membangun rumah sakit lapangan di Ruteng untuk korban gempa. Fasilitas dilengkapi ruang operasi dan ditargetkan 100 tempat tidur.