Puluhan Mahasiswa UNJ Kunjungi Harian Jogja
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Rumah Sitorus yang berada di Desa Argorejo Kecamatan Sedayu Bantul yang menimbulkan sengketa./Suara.com-Putu Ayu
Harianjogja.com, BANTUL—Pendeta asal Bandut Lor, Desa Argorejo, Kecamatan Sedayu, Bantul, Tigor Yunus Sitorus sepakat berdamai dengan Bupati Bantul Suharsono. Setelah resmi mencabut gugatannya kepada Bupati di Pengadilan Tata Usaha Negara, pendeta yang didemo warga lantaran hendak membangun gereja di rumahnya tersebut bersedia menandatangani surat kesepakatan damai dengan Bupati, Rabu (8/1/2020).
Sitorus pun dipastikan urung pindah rumah. Meski rumah ibadahnya pindah ke lokasi baru, namun dia mengaku tetap akan tinggal di Dusun bandut Lor. “Karena yang dipersoalkan warga selama ini adalah soal rumah ibadahnya dan bukan rumah pribadi Sitorus,” imbuh Kuasa Hukum Sitorus, Budi Hermawan, Rabu.
Sedangkan soal gugatan kliennya di PTUN adalah terkait dengan masalah administrasi penerbitan IMB gereja yang sudah diterbitkan namun dianulir kembali oleh Pemkab. Kliennya memutuskan untuk mencabut gugatan tersebut karena merasa adanya upaya Pemkab menyelesaikan persoalan tersebut.
Komitmen Pemkab tersebut, kata dia, harusnya termasuk juga jaminan tidak ada lagi persoalan di lahan bakal gereja yang baru. “Pemkab juga kami minta menyelesaikan konflik horizontal di Bandut Lor. Silakan publik sama-sama mengawasi kesepakatan ini,” ucap dia.
Bupati Bantul Suharsono berjanji akan membantu semua proses perizinan pendirian gereja dengan cepat dan tanpa biaya bahkan secara pribadi ia akan membantu dalam bentuk bahan material dalam pembangunan gereja nanti.
Meski begitu, dia tetap meminta Sitorus untuk berkomunikasi warga sekitar sebelum melaksanakan pembangunan. “Apa yang perlu bantuan secara pribadi akan saya bantu. Saya tidak mikir beda agama, semua sama, mari jaga kerukunan,” kata Suharsono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
WNI berusia 25 tahun ditahan di KLIA Malaysia setelah mengamuk akibat penerbangan tertunda lima jam dan mengancam staf maskapai.
Brain fog membuat sulit fokus dan mudah lupa. Kenali gejala, penyebab, serta cara mengatasinya agar produktivitas tetap terjaga.
Donald Trump mengunggah gambar AI dirinya sebagai Elvis Presley. Unggahan itu memicu kritik dari penggemar musik dan warganet.
Timnas Indonesia kalah telak 0-3 dari Vietnam di Grup A Piala AFF 2026. Meski unggul penguasaan bola, Garuda kalah efektif dan peluang ke semifinal makin berat.
Pasar saham AS bergejolak setelah laporan emiten teknologi dan sinyal The Fed. Microsoft melonjak, Apple dan Meta justru tertekan.