Lagi, Kelompok Tani Kopi di Kulonprogo Bakal Dapat Bantuan Peralatan

Salah satu petani kopi Suroloyo, Windarno, menunjukkan buah kopi yang siap petik di Dusun Keceme, Desa Gerbosari, Kecamatan Samigaluh, Minggu (14/4/2019).-Harian Jogja - Jalu Rahman Dewantara
08 Januari 2020 09:57 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpangan) Kulonprogo akan kembali memberi bantuan sarana prasarana kepada kelompok tani pengolah kopi. Tahun ini bantuan diberikan kepada petani Kopi Sulingan yang ada di Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo.

Kepala Bidang Perkebunan Distanpangan Kulonprogo, Widiastuti mengatakan bantuan yang diberikan dalam rangka meningkatkan produktivitas dan kualitas kopi itu berwujud fasilitas peralatan pengolahan kopi, di antaranya, mesin sangrai, pembuat bubuk, pengupas kulit basah dan kering, hingga rumah produksi.

"Bantuan ini dari dana APBD Kulonprogo dan ada CSR juga," kata Widiastuti, Selasa (7/1/2020).

Sebelum Kopi Sulingan, Distanpangan Kulonprogo telah memberi bantuan serupa ke beberapa kelompok tani, di antaranya kopi Suroloyo, Kopi Lingga, dan Kopi Menoreh yang ada di Kecamatan Samigaluh, Kopi Njebret di Girimulyo dan Starprog di Kecamatan Temon.

"Untuk 2021, kita juga akan beri bantuan kepada kelompok tani Kopi Mbajing di Kecamatan Girimulyo, disusul Kopi Suling yang kini masih tahap rintisan," ujarnya.

Kepala Distanpangan Kulonprogo, Aris Nugraha mengatakan bantuan tersebut sementara baru diberikan kepada kelompok tani binaan kantornya. Mereka yang terpilih juga sudab melakukan pengolahan kopi, artinya pascapanen, sebagian komoditas disimpan untuk dijual dalam bentuk lain yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

Diharapkan dengan bantuan ini, pengolahan kopi bisa kian mudah, sehingga petani tak kesulitan memenuhi permintaan pasar.