Puluhan Mahasiswa UNJ Kunjungi Harian Jogja
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Bupati Bantul Suharsono (dua dari kanan) dan Tigor Yunus Sitorus (tiga dari kanan) menandatangani kesepakatan damai di ruang Bupati Bantul, Rabu (8/1/2020)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Pendeta asal Bandut Lor, Desa Argorejo, Kecamatan Sedayu, Bantul, Tigor Yunus Sitorus sepakat berdamai dengan Bupati Bantul Suharsono. Setelah resmi mencabut gugatannya kepada Bupati di Pengadilan Tata Usaha Negara, pendeta yang didemo warga lantaran hendak membangun gereja di rumahnya itu bersedia menandatangani surat kesepakatan damai dengan Bupati, Rabu (8/1/2020).
Ketua RT 34 Bandut Lor, Syamsuri, mengapresiasi adanya kesepakatan damai antara Pemkab Bantul dan pendeta Tigor Yunus Sitorus. Dia mendukung Sitorus mendirikan gereja sendiri di lokasi yang baru.
Menurut dia, warga selama ini sebenarnya tidak mempersoalkan adanya pembangunan gereja. Masyarakat, kata dia, hanya tak sepakat jika rumah Sitorus dijadikan tempat ibadah. “Terimakasih kepada Bupati Bantul dan bapak Sitorus. Dengan kesepakatan ini kami dari warga merasa lega,” kata dia seusai mengikuti pendadatanganan kesepakatan antara Pemkab Bantul dan Pendeta Sitorus di Ruang Bupati Bantul, Rabu (8/1).
Dia juga memastikan sejumlah spanduk-spanduk yang menempel di rumah Sitour maupun jalan masuk kampung Bandut Lor, Argorejo, Sedayu.
Ditemui seusai penandatanganan, Sitorus mengaku tetap membangun gereja, hanya tempatnya dipindah di lokasi lain yang berjarak sekitar tiga kilometer dari rumahnya. Dia pun meminta Pemkab Bantul melaksanakan komitmennya untuk menjamin pendirian gereja itu tak akan dipermaslahkan lagi.
Sitorus mengaku pencabutan gugatan tersebut murni atas keinginan kedua pihak dengan berbagai pertimbangan, di antaranya untuk menjaga suasana di Bandut Lor, tempat dia tinggal agar kembali kondusif. Lagipula, kata dia, jemaatnya juga membutuhkan rumah ibadah yang aman dan nyaman.
“Kalau dilanjutkan [proses penyelesaian hukum di PTUN] bisa-bisa tak kondusif, bagi kami juga kurang nyaman. Demi kenyamanan di Bantul, dan kenyamanan kami di gereja, kami menempuh jalur itu [damai],” kata Sitorus seusai pendatanganan kesepakatan damai dengan Bupati Bantul Suharsono di ruang Bupati Bantul, Rabu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
WNI berusia 25 tahun ditahan di KLIA Malaysia setelah mengamuk akibat penerbangan tertunda lima jam dan mengancam staf maskapai.
Brain fog membuat sulit fokus dan mudah lupa. Kenali gejala, penyebab, serta cara mengatasinya agar produktivitas tetap terjaga.
Donald Trump mengunggah gambar AI dirinya sebagai Elvis Presley. Unggahan itu memicu kritik dari penggemar musik dan warganet.
Timnas Indonesia kalah telak 0-3 dari Vietnam di Grup A Piala AFF 2026. Meski unggul penguasaan bola, Garuda kalah efektif dan peluang ke semifinal makin berat.
Pasar saham AS bergejolak setelah laporan emiten teknologi dan sinyal The Fed. Microsoft melonjak, Apple dan Meta justru tertekan.