Jalan Rusak ke Pantai Glagah Tak Diperhatikan Pemerintah, Warga Pilih Kerja Swadaya

Sejumlah anggota Paguyuban Usaha Penginapan Mandiri Maju Bersama, tengah menguruk lubang di jalan Congot-Glagah, Kecamatan Temon, Rabu (8/1/2020).-Harian Jogja - Jalu Rahman Dewantara
08 Januari 2020 16:57 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Jalan Congot-Glagah, Kecamatan Temon yang difungsikan sebagai jalur wisata menuju Objek wisata Pantai Glagah sejak beberapa tahun terakhir rusak. Namun kerusakan jalan kabupaten itu belum mendapat perhatian dari pemerintah.

Hal itu memantik pelaku wisata Pantai Glagah yang tergabung dalam Paguyuban Usaha Penginapan Mandiri Maju Bersama secara swadaya memperbaiki jalan tersebut, Rabu (8/1/2020). Mereka kerja bakti menutup sejumlah lubang menggunakan pasir dan kerikil yang dibeli dari iuran anggota.

Bendahara Paguyuban Usaha Penginapan Mandiri Maju Bersama, Sudasriyanto mengatakan kegiatan ini dalam rangka menunjang kemudahan akses wisata menuju Pantai Glagah. Selama ini jalan sepanjang 3 km yang membentang di selatan Yogyakarta International Airport (YIA) itu menjadi jalur alternatif menuju Pantai Glagah bagi wisatawan dari kabupaten-kabupaten di Provinsi Jawa Tengah bagian selatan.

Namun lanjutnya sejak ada proyek bandara, banyak truk bertonase berat melewati jalan ini. Akibatnya jalan menjadi rusak. Badan jalan yang semula mulus kini berlubang. Saat hujan, lubang-lubang itu menjadi genangan yang mengancam keselamatan wisatawan dan warga setempat. "Tapi meski sudah rusak, sampai sekarang tak ada perbaikan," ujar Sudasriyanto di lokasi perbaikan, Rabu.

Diungkapkan Sudasriyanto, kerusakan itu, berimbas pada turunya jumlah wisatawan yang melewati jalur tersebut. Wisatawan utamanya dari arah barat harus memutar cukup jauh untuk bisa memasuki kawasan Pantai Glagah. Dikhawatirkan, jika hal ini terus berlanjut, minat wisatawan untuk berkunjung ke obyek wisata unggulan Kulonprogo itu bisa menyusut.

Sarino Bento, selaku ketua paguyuban mengungkapkan saat jalan masih mulus, banyak kereta wisata pengangkut wisatawan dari Purworejo hilir mudik melewati jalan itu. Namun semenjak rusak, aktivitas tersebut sudah tak terlihat lagi. "Dulu itu sering ada kereta wisata lewat sini, tapi karena rusak ya udah gak ada, mungkin takut gelimpang [jatuh]," ujarnya.

Dikatakan Bento, Pemerintah Kabupaten Kulonprogo sudah tahu tentang kerusakan jalan ini. Beberapa kali pelaku wisata Pantai Glagah melakukan audiensi terkait hal itu dengan pihak-pihak terkait. Perbaikan juga pernah dilakukan oleh pemerintah dengan cara penambalan. Tapi cara itu tak efektif. Kerusakan masih terus terjadi.

"Pernah dulu diperbaiki, tapi sebelumnya kami lebih dulu melakukan perbaikan secara swadaya dan sampai sekarang dari pemerintah gak ada perbaikan lagi. Kami hanya berharap jalan ini bisa segera dibentulkan demi kenyamanan wisatawan," harapnya.

Hariyanto salah satu wisatawan dari Kebumen, Jawa Tengah, turut mengeluhkan rusaknya jalan Congot-Glagah. Mobil yang ia kendarai harus melaju ekstra hati-hati guna menghindari lubang. "Jalannya udah kaya kali, harus hati-hati banget, semoga bisa diperbaiki," ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Purbadi. Menurut warga Desa Glagah ini, kerusakan jalan sudah sangat membahayakan. Jika dibiarkan, tinggal menunggu waktu adanya orang celaka. "Motor saya bahkan sempat macet karena masuk ke dalam lubang yang digenangi air," ungkapnya.