Pembelian LPG 3 Kg Dipantau Ketat di Jogja, Wajib Pakai KTP
Pemda DIY perketat pengawasan LPG 3 kg usai kenaikan harga nonsubsidi, distribusi wajib pakai KTP untuk cegah salah sasaran.
Wali kota Jogja, Haryadi Suyuti, saat meninjau Embung Giwangan, Jumat (20/12/2020) lalu. Ist
Harianjogja.com, JOGJA--Kota Jogja akan segera memiliki ikon wisata baru bertema edukasi konservasi air, yakni Embung Giwangan. Embung ini recanannya akan mulai dibuka untuk umum pada 2022 mendatang.
Lurah Giwangan, Anggit Safrudin, menjelaskan embung akan menjadi tempat konservasi dan tabungan air yang bisa dipanen saat musim kemarau.
"Sehingga harapannya warga sekitar tidak akan mengalami penurunan air," ujarnya, Rabu (8/1/2020).
Selain itu embung ini juga akan menjadi destinasi wisata baru yang bisa menumbuhkan ekonomi kreatif masyarakat pelaku UMKM dan potensi lokal.
"Mendorong partisipasi masyarakat sebagai penyangga kawasan untuk menciprakan lingkungan, hijau, asri, tertib dan nyaman," katanya.
Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti, menuturkan Embung Giwangan menjadi referensi edukasi konservasi air modern berskala nasional bahkan internasional,
karena akan dibuka untuk semua orang tidak hanya warga Jogja saja.
Keberadaan Embung tersebut kata dia, diharapkan bisa meramaikan kota Jogja dari sisi pariwisata khususnya meningkatkan daya dukung Jogja di
wilayah selatan.“Tentu ini akan meraimaikan Jogja secara keseluruhan, namun kai berharap ini bisa menjadi daya dukung Giwangan, di depan juga ada Pasar Ikan Higienis,” katanya.
Haryadi mengungkapkan, meski embung sudah dibangun dan sudah terisi air, warga dilarang untuk mengakses embung tersebut sebelum selesai 100
persen. “Kami siapkan dulu semua kebutuhannya, baru nanti kami buka untuk warga,” ucapnya.
Ia menyebut, embung dengan panjang 320 meter tersebut mampu menampung air sebanyak 22.000 meter kubik. Adapun pembangunan selanjutnya adalah jalan setapak dengan lebar 2,5 meter serta fasilitas pendukung seperti Masjid, pagar dan toilet.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Jogja, Agus Tri Haryono, menambahkan total dana yang dihabiskan
untuk membangun embung tersebut yaitu Rp525 miliar.
“Itu sudah termasuk pengisian seluruh konten edukasi dan wisata yang berkonsep konservasi air dan lingkungan. Harapannya berjalan lancar
sehingga ditargetkan 2022 sudah bisa beroperasi," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY perketat pengawasan LPG 3 kg usai kenaikan harga nonsubsidi, distribusi wajib pakai KTP untuk cegah salah sasaran.
China menghadapi tekanan menjelang Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2026 setelah gagal menempatkan wakil putra di final China Open 2026.
Bank Jateng Syariah kembali memperkuat komitmennya dalam mendorong transformasi digital di lingkungan pondok pesantren
Rupiah melemah ke Rp18.060 per dolar AS pada perdagangan Selasa 28 Juli 2026. Investor mencermati sentimen domestik dan perkembangan kebijakan global yang memen
Mitchell Baker cetak hattrick di debut Timnas Indonesia vs Kamboja. Media Vietnam juluki 'Pembunuh Kotak Penalti' dan 'permata mentah'.
Aldila Sutjiadi lolos ke perempat final WTA 500 DC Open 2026 bersama Erin Routliffe. Kalahkan Kenin/Potapova 2-0, siap hadapi wakil tuan rumah.