Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Warga melintasi TPS Sagan yang telah ditutup dan dipasangi sejunlah banner penolakan, Minggu (12/1/2020)./Harian Jogja-Lugas Subarkar
Harianjogja.com, JOGJA—Warga Sagan, Kelurahan Terban, Kecamatan Gondokusuman, Kota Jogja, memprotes penutupan tempat penampungan sementara (TPS) Sagan. Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja menutup tempat sampah ini sejak awal Januari lalu.
Dari pantauan Harian Jogja, Minggu (12/1), TPS Sagan kini dipenuhi dengan banner bernada penolakan penutupan TPS yang dipasang oleh masyarakat. Dalam protesnya, masyarakat meminta kepada pemerintah untuk menyediakan TPS alternatif, sehingga warga tak kesulitan membuang sampah.
Salah satu warga Sagan, Darwati, mengaku tak tahu alasan pemerintah dalam menutup TPS tersebut. Akibat penutupan TPS itu warga kini tak punya TPS, sehingga harus membuang sampah di tempat yang lebih jauh.
Lantaran tempat pembuangan sampah yang jauh, imbuh dia, warga tak bisa membuang sampah sewaktu-waktu, namun harus dalam sekali waktu tertentu. "Sudah sepekan jni ditutup, warga mulai resah karena membuang sampah sekarang jauh. Layanan dari DLH [Dinas Lingkungan Hidup] ada, memakai truk di dekat Bumbu Desa, setiap hari, namun waktunya cuma dari pukul 06.00 WIB sampai 08.00 WIB," katanya, Minggu (12/1).
Sebelum ditutup, di TPS Sagan, kata dia, ada tujuh gerobak yang mengangkut sampah warga setiap hari. Warga mendapat layanan itu dengan membayar retribusi mulai dari Rp30.000 sampai Rp200.000 per bulan, tergantung jenis rumah atau usahanya.
Namun setelah ditutup, petugas pembawa gerobak yang merupakan warga Sagan juga banyak berkurang, sehingga warga harus mengangkut sampahnya ke truk pengangkut sampah milik DLH Kota Jogja. "Tetapi waktunya itu kan jam sibuk, kalau tidak sempat ya ke TPS dekat Kantor RRI Kotabaru," katanya.
Kepala DLH Kota Jogja, Suyana, mengatakan ditutupnya TPS Sagan merupakan kesepakatan antara Pemkot, Kecamatan Gondokusuman dan SMA 9 Jogja. Disamping pertimbangan estetika, ia mengungkapkan lebih dari setengah pemakai TPS Sagan justru warga di luar Sagan.
"Lebih dari setengahnya orang luar Sagan, bahkan luar daerah. Dari warga Sagan tidak banyak, hanya tujuh gerobak. Lagipula kami tetap memfasilitasi pembuangan sampah dengan truk setiap pagi," ujar dia.
Soal pembuangan sampah, dia mengatakan warga bisa membuang sampah di depo terdekat, yakni di Langensari, Klitren.
Adapun soal rencana Pemkot terkait dengan pemindahan TPS Sagan, Suyana belum mau berkomentar banyak. "Sementara masih ditutup, belum dibongkar. Kalau rencana alih fungsi ada di kecamatan," katanya.
Anggota Komisi C DPRD Kota Jogja, Endro Sulaksono, mengatakan penutupan TPS Sagan boleh saja berdalih estetika, karena ingin Kota Jogja terlihat bersih dan wisatawan lebih nyaman. Namun dia menyayangkan minimnya sosialisasi, padahal warga adalah pihak yang paling merasakan dampaknya.
"Jangan saklek ditutup tapi tidak ada solusi. Pemkot setidaknya menyediakan tempat ganti TPS. Sekitar kampung Sagan pasti bisa dicari. Kedua kalau mau edukasi warga, Pemkot mesti mengadakan pelatihan kepada warga bagaimana pengelolaan sampah yang benar," ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA. Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya Jumat 25 September 2026 berdasarkan data resmi KAI Access.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo 25 September 2026 dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 25 September 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Harga mobil baru di AS mencapai sekitar US$50.000. Survei Cox Automotive menunjukkan 69% konsumen Gen Z mempertimbangkan merek China.