Panas Bumi Ungaran Dikembangkan, PLN Siapkan PLTP 55 MW
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Ilustrasi kekeringan. /Bisnis Indonesia-Endang Muchtar
Harianjogja.com, BANTUL--Cuaca yang tak menentu di DIY kadang hujan kadang panas mengancam lahan pertanian.
Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyebutkan sawah atau tanaman padi seluas sekitar 50 hektare di wilayah Kecamatan Dlingo, terancam kekeringan atau kesulitan air irigasi akibat tidak turun hujan selama sepekan lebih.
"Kalau laporan yang masuk ke kita itu kalau 50-an hektare ada, tanaman (padi) memang masih hijau, namun tanahnya sudah asat (kehabisan air)," kata Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Bantul Imawan Ekohandrianto di Bantul, DIY, Senin (20/1/2020).
Menurut dia, puluhan hektare tanaman padi tersebut tersebar di tiga desa wilayah Kecamatan Dlingo, yaitu Desa Munthuk, Desa Terong dan Desa Mangunan yang secara geografis lokasinya berada di daerah dataran tinggi atau perbukitan.
Sawah tersebut terancam kekeringan karena cuaca yang terjadi dalam sepekan lebih terakhir ini tidak turun hujan, sementara para petani di wilayah tersebut sudah terlanjur tanam karena beberapa pekan sebelumnya atau awal Januari sudah turun hujan dengan intensitas sering.
"Kalau saat ini tanaman masih aman, keadaannya masih hijau, tapi tanah sudah tidak ada pengairan. Untuk beberapa hari masih aman, namun kalau lebih dari seminggu tidak hujan, tanaman bisa kuning," katanya.
Dia mengatakan, para petani di Dlingo memang tidak menduga kalau di tengah musim hujan pada Januari ini terjadi penyimpangan cuaca atau tidak ada hujan terus menerus, bahkan hingga sekarang ini di wilayah Bantul masih kemarau sejak sepekan lebih yang lalu.
"Ini karena Dlingo hanya mengandalkan air hujan atau sawah tadah hujan, sehingga kalau tidak ada hujan ada pengaruhnya, apalagi kalau tanaman padi itu dangkal, beda dengan tanaman buah yang akarnya dalam, sehingga akan berdampak pada kekurangan air," katanya.
Dia mengatakan, sebenarnya di wilayah Bantul lainnya juga ada tanaman padi yang baru tanam, akan tetapi kondisinya masih aman dari kekurangan irigasi meski tidak terjadi hujan selama sepekan lebih, sebab selain mengandalkan air hujan juga air irigasi yang mengalir ke daerah itu.
"Kalau daerah lain seperti di Pandak itu masih aman, karena pengairannya bisa dari air hujan dan irigasi. Beda dengan sawah tadah hujan, harapannya mudah-mudahan segera turun hujan, karena kalau pakai pompa air tidak memungkinkan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Tak punya paklaring? Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan tetap bisa diajukan dengan dokumen tertentu. Cek syarat dan cara klaimnya.
Terlalu banyak minum teh dapat memicu sejumlah keluhan. Simak 13 dampaknya, dari gangguan tidur hingga penyerapan zat besi.
1 Oktober 2026 memperingati sejumlah hari penting, dari Hari Kesaktian Pancasila, Hari Kopi Internasional, hingga Hari Lansia Internasional.
Prakiraan cuaca Jogja Kamis 1 Oktober 2026 mayoritas berawan. Cek suhu, kelembapan, dan kondisi cuaca tiap kecamatan.
BPBD DIY memperpanjang siaga darurat kekeringan hingga akhir November 2026 dan mengusulkan pembangunan sumur bor ke BNPB.