Blackout Karimun Belum Pulih, Warga Sewa Hotel demi Bekerja
Pemadaman listrik di Karimun belum sepenuhnya pulih. Warga menyewa hotel demi bekerja, sementara PLN mempercepat pemulihan sistem.
Ilustrasi kekeringan. /Bisnis Indonesia-Endang Muchtar
Harianjogja.com, BANTUL--Cuaca yang tak menentu di DIY kadang hujan kadang panas mengancam lahan pertanian.
Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyebutkan sawah atau tanaman padi seluas sekitar 50 hektare di wilayah Kecamatan Dlingo, terancam kekeringan atau kesulitan air irigasi akibat tidak turun hujan selama sepekan lebih.
"Kalau laporan yang masuk ke kita itu kalau 50-an hektare ada, tanaman (padi) memang masih hijau, namun tanahnya sudah asat (kehabisan air)," kata Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Bantul Imawan Ekohandrianto di Bantul, DIY, Senin (20/1/2020).
Menurut dia, puluhan hektare tanaman padi tersebut tersebar di tiga desa wilayah Kecamatan Dlingo, yaitu Desa Munthuk, Desa Terong dan Desa Mangunan yang secara geografis lokasinya berada di daerah dataran tinggi atau perbukitan.
Sawah tersebut terancam kekeringan karena cuaca yang terjadi dalam sepekan lebih terakhir ini tidak turun hujan, sementara para petani di wilayah tersebut sudah terlanjur tanam karena beberapa pekan sebelumnya atau awal Januari sudah turun hujan dengan intensitas sering.
"Kalau saat ini tanaman masih aman, keadaannya masih hijau, tapi tanah sudah tidak ada pengairan. Untuk beberapa hari masih aman, namun kalau lebih dari seminggu tidak hujan, tanaman bisa kuning," katanya.
Dia mengatakan, para petani di Dlingo memang tidak menduga kalau di tengah musim hujan pada Januari ini terjadi penyimpangan cuaca atau tidak ada hujan terus menerus, bahkan hingga sekarang ini di wilayah Bantul masih kemarau sejak sepekan lebih yang lalu.
"Ini karena Dlingo hanya mengandalkan air hujan atau sawah tadah hujan, sehingga kalau tidak ada hujan ada pengaruhnya, apalagi kalau tanaman padi itu dangkal, beda dengan tanaman buah yang akarnya dalam, sehingga akan berdampak pada kekurangan air," katanya.
Dia mengatakan, sebenarnya di wilayah Bantul lainnya juga ada tanaman padi yang baru tanam, akan tetapi kondisinya masih aman dari kekurangan irigasi meski tidak terjadi hujan selama sepekan lebih, sebab selain mengandalkan air hujan juga air irigasi yang mengalir ke daerah itu.
"Kalau daerah lain seperti di Pandak itu masih aman, karena pengairannya bisa dari air hujan dan irigasi. Beda dengan sawah tadah hujan, harapannya mudah-mudahan segera turun hujan, karena kalau pakai pompa air tidak memungkinkan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemadaman listrik di Karimun belum sepenuhnya pulih. Warga menyewa hotel demi bekerja, sementara PLN mempercepat pemulihan sistem.
Rupiah melemah ke Rp18.060 per dolar AS pada perdagangan Selasa 28 Juli 2026. Investor mencermati sentimen domestik dan perkembangan kebijakan global yang memen
Mitchell Baker cetak hattrick di debut Timnas Indonesia vs Kamboja. Media Vietnam juluki 'Pembunuh Kotak Penalti' dan 'permata mentah'.
Aldila Sutjiadi lolos ke perempat final WTA 500 DC Open 2026 bersama Erin Routliffe. Kalahkan Kenin/Potapova 2-0, siap hadapi wakil tuan rumah.
Paolo Maldini dan Leonardo mundur dari FIGC 16 hari setelah ditunjuk, akibat gagal menunjuk Andrea Pirlo sebagai pelatih timnas Italia.
Harga emas Antam di Pegadaian naik Rp10.000 per gram pada Selasa 28 Juli 2026. Emas 1 gram kini dijual Rp2.727.000 dengan buyback Rp2.426.000.