Kampung Lampion Jogja Jadi Percontohan Nasional Penataan Tepi Sungai
Deputi Kemenko Ronny Hutahayan apresiasi Kampung Lampion Kotabaru sebagai model nasional. 38 rumah Rp1,5 miliar swakelola, jalan 3-4m akses ambulans.
Kera ekor panjang/Antara
Harianjogja.com, JOGJA--Warga Kelurahan Muja-Muju di sisi barat Gembiraloka Zoo diresahkan dengan kehadiran kera di sekitar permukiman. Warga sudah melaporkan lepasnya kera tersebut di permukiman kepada pengelola GL Zoo dan Pemadam Kebakaran Kota Jogja, namun sampai Minggu (26/1/2020) pagi, kera masih terlihat berkeliaran.
Salah satu warga Muja-Muju yang rumahnya tepat di sebelah barat GL Zoo, Lastri, menjelaskan kera tersebut sudah terlihat berkeliaran di permukiman sekira satu minggu belakangan. “Tadi pagi masih ada di situ, manjat pohon di depan rumah itu,” ujarnya sambil menunjuk pohon di seberang rumahnya.
Tetangga sebelah rumahnya kata dia, telah melapor kejadian ini pada Damkar Kota Jogja, namun belum ada tindakan evakuasi. Meski tidak mengganggu dan menyerang, ia kerap dikagetkan dengan hadirnya kera di sekitar rumahnya. “Cuma kaget aja kalau tiba-tiba muncul,” katanya.
Ia menuturkan kondisi kera itu terlihat memperihatinkan karena badannya kurus. Ia pun beberapa kali memberi makan kera tersebut dengan pisang. Ia tidak tahu dari mana asal kera tersebut. Menurutnya, di lingkungan sekitar tidak ada warga yang memelihara kera.
Saat dikonfirmasi soal pelaporan ini, Komandan Regu Mobil Tangga Damkar Kota Jogja, Dipoyono, membenarkan adanya laporan itu, pada Sabtu (25/1/2020) sekitar pukul 08.00 WIB. Namun pihaknya memang tidak melakukan evakuasi, dan langsung menyerahkan tindak lanjut pada GL Zoo dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).
“Kemaren ada laporan dari ibu-ibu yang rumahnya di barat GL Zoo, pagi. Dia bilang ada kera lepas di pohon di dekat rumahnya. Setelah dapat laporan, kami langsung telepon ke GL Zoo sama Balai Konservasi untuk menindaklanjuti laporan itu,” ungkapnya.
Bagian Pemasaran GL Zoo, Fahmi Ramadhan,mengatakan pihaknya mendapat laporan kera lepas justru pada Rabu (22/1/2020). Ia menjelaskan kera yang lepas itu berjenis Kera Jawa Ekor Panjang, sementara GL Zoo tidak memiliki kera jenis ini. “Jadi kera yang lepas itu bukan milik GL Zoo, kemungkinan dari peliharaan orang atau sengaja dilepas,” ungkapnya.
Jenis kera ini kata dia, termasuk yang tidak dilindungi pemerintah dan tidak agresif jika tidak diganggu. Meski demikian, ia tetap mengimbau warga sebaiknya segera melaporkan kejadian ini, bisa ke Damkar, GL Zoo atau BKSDA. “Kalau memang membahayakan sebaiknya segera melapor. Kalau memang dekat dengan GL Zoo kami juga siap membantu. Beberapa kali juga kami melakukan evakuasi satwa,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Deputi Kemenko Ronny Hutahayan apresiasi Kampung Lampion Kotabaru sebagai model nasional. 38 rumah Rp1,5 miliar swakelola, jalan 3-4m akses ambulans.
Kemendikdasmen membuka Beasiswa BPI GTK 2026 bagi guru, calon guru, dan tenaga kependidikan. Simak syarat, jadwal pendaftaran, komponen bantuan, dan cara mendaf
Persib Bandung dipastikan berada di Pot 4 ACL Two 2026/2027 setelah Gangwon FC dan Adelaide United gagal lolos ke ACL Elite. Maung Bandung kini menunggu drawing
Flashdisk bekas menyimpan jejak digital yang bisa dipulihkan. Pelajari cara format aman di Windows dan Mac, serta kapan harus menghancurkan fisik perangkat sebe
Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) bersama Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) Jawa Timur mengerahkan tim respons untuk mendukung operasi pemadam
Pemerintah mulai menyalurkan Bantuan Pangan Beras Tahap II pada 17 Agustus 2026. Sebanyak 33,24 juta keluarga akan menerima 30 kg beras untuk alokasi tiga bulan