Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Kera ekor panjang/Antara
Harianjogja.com, JOGJA--Warga Kelurahan Muja-Muju di sisi barat Gembiraloka Zoo diresahkan dengan kehadiran kera di sekitar permukiman. Warga sudah melaporkan lepasnya kera tersebut di permukiman kepada pengelola GL Zoo dan Pemadam Kebakaran Kota Jogja, namun sampai Minggu (26/1/2020) pagi, kera masih terlihat berkeliaran.
Salah satu warga Muja-Muju yang rumahnya tepat di sebelah barat GL Zoo, Lastri, menjelaskan kera tersebut sudah terlihat berkeliaran di permukiman sekira satu minggu belakangan. “Tadi pagi masih ada di situ, manjat pohon di depan rumah itu,” ujarnya sambil menunjuk pohon di seberang rumahnya.
Tetangga sebelah rumahnya kata dia, telah melapor kejadian ini pada Damkar Kota Jogja, namun belum ada tindakan evakuasi. Meski tidak mengganggu dan menyerang, ia kerap dikagetkan dengan hadirnya kera di sekitar rumahnya. “Cuma kaget aja kalau tiba-tiba muncul,” katanya.
Ia menuturkan kondisi kera itu terlihat memperihatinkan karena badannya kurus. Ia pun beberapa kali memberi makan kera tersebut dengan pisang. Ia tidak tahu dari mana asal kera tersebut. Menurutnya, di lingkungan sekitar tidak ada warga yang memelihara kera.
Saat dikonfirmasi soal pelaporan ini, Komandan Regu Mobil Tangga Damkar Kota Jogja, Dipoyono, membenarkan adanya laporan itu, pada Sabtu (25/1/2020) sekitar pukul 08.00 WIB. Namun pihaknya memang tidak melakukan evakuasi, dan langsung menyerahkan tindak lanjut pada GL Zoo dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).
“Kemaren ada laporan dari ibu-ibu yang rumahnya di barat GL Zoo, pagi. Dia bilang ada kera lepas di pohon di dekat rumahnya. Setelah dapat laporan, kami langsung telepon ke GL Zoo sama Balai Konservasi untuk menindaklanjuti laporan itu,” ungkapnya.
Bagian Pemasaran GL Zoo, Fahmi Ramadhan,mengatakan pihaknya mendapat laporan kera lepas justru pada Rabu (22/1/2020). Ia menjelaskan kera yang lepas itu berjenis Kera Jawa Ekor Panjang, sementara GL Zoo tidak memiliki kera jenis ini. “Jadi kera yang lepas itu bukan milik GL Zoo, kemungkinan dari peliharaan orang atau sengaja dilepas,” ungkapnya.
Jenis kera ini kata dia, termasuk yang tidak dilindungi pemerintah dan tidak agresif jika tidak diganggu. Meski demikian, ia tetap mengimbau warga sebaiknya segera melaporkan kejadian ini, bisa ke Damkar, GL Zoo atau BKSDA. “Kalau memang membahayakan sebaiknya segera melapor. Kalau memang dekat dengan GL Zoo kami juga siap membantu. Beberapa kali juga kami melakukan evakuasi satwa,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
YouTube akan meluncurkan fitur deteksi wajah AI untuk kreator guna melawan deepfake dan penyalahgunaan konten digital.
Kemendagri dorong aturan larangan perang suku di Papua Pegunungan lewat Raperdasus dan Raperdasi demi menjaga keamanan.
Lonjakan penumpang KAI Daop 4 Semarang capai 220 ribu saat libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 2026. Ini rute favoritnya.
Bahasa Inggris akan jadi pelajaran wajib SD mulai 2027. Pemerintah siapkan pelatihan guru dan strategi peningkatan mutu pendidikan.
Leo/Daniel juara Thailand Open 2026 usai kalahkan pasangan India. Kemenangan ini jadi momentum menuju Olimpiade 2028.