30 Tahun Berlalu, Festival Udin Kembali Tagih Keadilan
Peringatan yang berlangsung sejak Rabu (13/8/2026) hingga Sabtu (15/8/2026) ini menjadi ruang untuk terus menagih keadilan atas kasus Udin, yang telah mangkrak
Ilustrasi kecelakaan lalu lintas.JIBI
Harianjogja.com, BANTUL—Polres Bantul masih mendalami kecelakaan lalu lintas yang menewaskan ayah dan anak di Jalan Samas, di Dusun Tempel, Desa Sidomulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Bantul. Namun dari hasil pemeriksaan sementara, dugaan kecelakaan tersebut karena korban atau pengemudi sepeda motor menyenggol bagian pikap milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul.
Kanitlakalantas Satlantas Polres Bantul, Iptu Maryono mengakui sampai saat ini belum bisa memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut karena minimnya saksi di lokasi kejadian. Namun dari hasil analisa kamera pengintai atau circuit closed television (CCTV), posisi pengendara motor itu berada di belakang pikap oranye milik BPBD Bantul.
Kecepatan mobil operasional BPBD tersebut, kata dia, diperkirakan sekitar 60 kilometer per jam. Namun motor yang dikendarai Odi Risnanda diperkirakan lebih dari 70 kilometer per jam. “CCTV ada di depan SMA Negeri 1 Bambanglipuro atau 50 meter sebelum tempat kejadian kecelakaan. Sementara di lokasi kejadian tidak ada keterangan yang memastikan,” kata Iptu Maryono di Mapolres Bantul, Senin (3/2/2020).
Dia menduga pengendara sepeda motor akan mendahului pikap dari arah kiri namun tidak ada ruang sehingga menyenggol bagian ujung belakang pikap, sebelum akhirnya menabrak tiang listrik di kiri jalan. "Dugaan akan menyalip dari kiri dan dimungkinkan menyenggol bagian belakang ujung kiri pikap," kata dia.
Hanya, senggolan pengendara motor dengan pikap bukan motornya, tetapi bagian dari anggota tubuh korban. Sebab, pihaknya tidak menemukan goresan baru bekas benturan di bagian pikap BPBD.
Beberapa goresan di bagiam mobil, kata dia, merupakan goresan lama dan sudah dikonfirmasi oleh pihak BPBD Bantul. Selain itu pengemudi pikap juga tidak merasa ada benturan, "Jadi kemungkinan yang menyenggol itu bagian siku tangan pengendara motor sehingga pengemudi pikap tidak merasa ada senggolan," ujar Maryono.
Dia juga menyatakan tidak ada bukti yang bisa mengarah pada pikap mendahului motor korban. Sebab jika mengacu pada CCTV, pikap tersebut justru berada di depan motor dan melaju dengan kecepatan sedang.
Namun demikian penyelidikan masih tetap dilakukan untuk mencari penyebab pastinya, termasuk meminta keterangan BPBD untuk mnjelaskan sejumlah goresan yang ada di pikap. Kendaraan yang diduga terlibat kecelakaan tersebut juga sudah diamankan di Mapolres Bantul untuk penyelidikan.
Selain itu, Maryono juga mengaku sudah menjelaskan langsung terkait dengan perkara kecelakaan tersebut pada pihak keluarga korban. Ia menegaskan proses penyelidikan kecelakaan maut tersebut dilakukan secara transparan dan tidak ada yang ditutupi. “Kami hanya membutuhkan waktu untuk membuktikan karena tidak ada saksi yang menyaksikan langsung ketika korban terjatuh,” ucap dia.
Seperti diketahui, kecelakaan maut yang menewaskan ayah dan anak di Jalan Samas tersebut terjadi Rabu (29/1) sore. Odi Risnandi, 29, warga Ngimbang, Pendowoharjo, Sewon meninggal di lokasi kejadian, sedangkan ementara anaknya Mohammad Arfan Abian yang masih berusia 3,5 tahun meninggal di rumah sakit di Klaten dua hari pascakejadian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Peringatan yang berlangsung sejak Rabu (13/8/2026) hingga Sabtu (15/8/2026) ini menjadi ruang untuk terus menagih keadilan atas kasus Udin, yang telah mangkrak
Cek harga emas Antam, Galeri24 dan UBS di Pegadaian beserta harga buyback dalam berbagai ukuran, dari 0,5 gram hingga 1.000 gram.
Kata oke ternyata punya sejarah sejak 1839. Istilah OK pertama kali tercatat di Boston Morning Post sebagai singkatan jenaka.
AI mengubah pendidikan tinggi Tiongkok. Ribuan jurusan ditutup atau ditunda, sementara kampus membuka program chip, robotika, dan AI.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang secara resmi meluncurkan perluasan gerakan “Blonjo Warung Tonggo”.
Kapan waktu terbaik membeli tiket pesawat? Simak jarak ideal pemesanan domestik dan internasional serta hari yang bisa dicoba.