Yakin Singkirkan Prancis, Pelatih Spanyol Percaya Diri ke Final
Pelatih Spanyol Luis de la Fuente optimistis timnya bisa mengalahkan Prancis di semifinal Piala Dunia 2026. Rekor pertemuan jadi modal penting.
Warga mengantri mengambil dana Program Keluarga Harapan (PKH)./JIBI-Bisnis.com-Paulus Tandi Bone
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Sosial (Dinsos) Sleman mencatat jumlah penerima program keluarga harapan (PKH) 2020 sebanyak 43.597 KK. Jumlah tersebut berkurang drastis sebesar 6.203 KK jika dibandingkan jumlah penerima PKH pada 2019 yang mencapai 49.800 KK.
Kepala Dinsos Sleman Eko Suhargono mengatakan data per triwulan IV 2019 jumlah peserta PKH sebanyak 43.597 KK. Beberapa kecamatan dengan jumlah peserta program PKH terbanyak di antaranya Kecamatan Seyegan dengan jumlah PKH 3.602 KK; Sleman sebanyak 3.365 KK; Gamping dan Prambanan masing-masing 3.234 KK.
Dinsos, menurut Eko, terus memvalidasi data para penerima PKH. Jika fakta di lapangan ternyata sudah tidak masuk kriteria atau komponennya hilang atau masuk golongan keluarga mampu, Dinsos memberikan pemahaman soal graduasi. "Sebagian besar mengundurkan diri sebagai penerima PKH atas kesadarannya sendiri karena merasa sudah mampu. Lainnya dikarenakan sudah tidak masuk kriteria atau komponennya hilang, jadi dicoret dari daftar penerima PKH," kata Eko, Senin (3/2/2020).
Dijelaskan Eko, Dinsos terus memberikan kesadaran dan pendampingan kepada peserta PKH. Mereka yang menjadi peserta tetapi secara kriteria sudah tidak masuk penerima karena kesalahan data dari Pusat, didorong untuk tidak menjadi penerima manfaat.
Baginya, hal yang membutuhkan banyak waktu adalah mengubah pola pikir masyarakat tentang PKH. Dijelaskan mantan Camat Prambanan ini, bantuan yang diberikan pemerintah hanya sebagai stimulan. Penerima manfaat diminta untuk memanfaatkan bantuan yang diterima.
"Kami sampaikan jika program PKH itu sifatnya bantuan stimulan yang sewaktu-waktur bisa dicabut saat komponen pendukungnya hilang. Misalnya komponen ibu hamil, sudah tidak hamil lagi atau sudah tidak menyusui," katanya.
Dinsos setiap tiga bulanan sekali memverifikasi dan memvalidasi data penerima. Menurutnya, yang perlu dicermati dalam konteks ini adalah bagaimana pemerintah mulai dari tingkat dusun, kelurahan/desa terus melakukan sosialisasi. Terlebih ada perubahan parameter salah satu komponen penerima bantuan yang mulai diberlakukan pada tahun ini.
Misalnya, komponen lanjut usia atau lansia yang sebelumnya 60 tahun, dalam peraturan yang baru diubah menjadi 70 tahun. Perubahan aturan tersebut juga berdampak pada turunnya angka penerima PKH. Untuk lansia yang tidak masuk kriteria penerima bantuan PKH karena usianya belum sampai 70 tahun dan dianggap masih miskin, yang bersangkutan akan masuk dalam program bantuan untuk lansia.
Eko mencontohkan kasus Mbah Rubingah di Prambanan. Hal itu tidak akan terjadi jika pemerintah desa memperbarui data kemiskinan. "Pembaruan data kemiskinan tidak jalan. Terbukti Mbah Rubingah tidak memiliki KTP-el. Jadi pendataan kemiskinan juga butuh rasa semiliki dari perangkat desa," kata Eko.
Sebelumnya, Kepala Dusun Klanggan 1 Jogotirto, Berbah, Suharmadi, menyatakan dua tahun lalu Rubingah termasuk dalam daftar penerima beras untuk masyarakat miskin (raskin). Namun sejak program raskin diganti dengan Rastra dan PKH, Rubingah tak lagi mendapatkan bantuan beras dari pemerintah. "Selama ini Rubingah hidup dari bantuan orang lain, entah dari tetangga atau dermawan lainnya. Kalau ada bantuan dari instansi luar seperti zakat, saya selalu memasukkan Rubingah sebagai salah satu penerima," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pelatih Spanyol Luis de la Fuente optimistis timnya bisa mengalahkan Prancis di semifinal Piala Dunia 2026. Rekor pertemuan jadi modal penting.
Cek rute Trans Jogja aktif dan tarif terbaru 2026. Pembayaran bisa memakai QRIS, GoPay, kartu elektronik, hingga kartu pelajar.
Ramalan zodiak 13 Agustus 2026 untuk asmara, karier, dan keuangan. Ada 5 zodiak yang rentan bosan dengan pasangan. Simak prediksi lengkapnya di sini
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan berdasarkan data resmi KAI Access.
BMKG memprakirakan mayoritas wilayah di DIY cerah pada Kamis 13 Agustus 2026. Bantul berpotensi berawan, sementara Kota Jogja terpanas.